Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Mengenal Sylvia Gunawan, Wanita Muda di Balik Mika Japanese Bistro

Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 25 Apr 2013 15:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Robby Agus
Jakarta -

Sylvia Gunawan merupakan salah satu pengusaha wanita yang mendirikan restoran di kawasan ibukota. Sylvia mengaku bisnis kuliner pertamanya ini didirikan karena ia hobi makan. Bahkan ia tidak memiliki latar belakang bisnis sama sekali, murni karena suka makan.

"Aku pikir-pikir aku ini memang suka makan dan aku lucky sekali, aku boleh ambil sesuatu yang memang passion aku. Kalau misalnya aku ambil bisnis atau finance kayanya aku nggak lulus sekolah juga kali ya? Ngebosenin juga," papar Sylvia saat diwawancara wolipop beberapa waktu lalu di studio kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Meskipun tidak memiliki latar belakang bisnis, Sylvia begitu antusias dan berusaha memberikan yang terbaik untuk restoran pertamanya. Ia mengaku resto ini memang terinspirasi dari Jepang tapi tetap memberikan sentuhan makanan internasional di dalamnya. Wanita berusia 24 tahun itu ingin memberikan cita rasa yang cocok dengan orang Indonesia walaupun hidangan yang disajikan merupakan makanan Jepang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku ingin membuat surprise pada customer gitu ya, memang sih terinspirasi dari Jepang tapi aku sudah olah semuanya seperti standar internasional, dan mungkin masuk ke lidahnya orang Indonesia," tutur Sylvia yang mengambil jurusan Culinary Management saat kuliah di Arts Institute of California, Los Angeles itu.

Semua makanan yang disajikan di Mika Japenese Bistro merupakan resep asli buatan Sylvia. Ia juga bekerja sama dengan koki dari Jepang, yakni Chef Takeshi Kato dan Chef Nicholas Stanly. Menu andalan restoran yang terletak di Ground floor, Food Society, Kota Kasablanka itu, adalah Seafood Omurice. Makanan favorit itu mirip dengan nasi goreng yang ditambahkan omelet. Kemudian diberikan siraman kuah asam-manis dan saus bechamel.

Selain menu makanan di Mika Japanese Bistro yang diracik olehnya, konsep ruangan restoran pun diciptakannya sendiri. Ia ingin para konsumen yang datang merasa makan di rumah sendiri bersama klien atau teman-temannya. Sylvia mengambil konsep resto rumahan dengan sentuhan Eropa klasik.

"Karena konsep dari Mika itu sendiri kan seperti bawa teman-teman sendiri, bawa sahabat makan bareng di rumah, jadi kaya nge-house dinner, aku pengen customer dapat rasa seperti itu di Mika," ujarnya kemudian.

Sylvia memang ingin menciptakan rumah makan yang berbeda dari restoran Jepang lainnya. Perbedaan itu dituangkan melalui variasi menu makanan serta konsep restoran yang tidak sama seperti rumah makan Jepang lainnya. Resto pertamanya dibuat untuk konsumen kelas menengah ke atas.

Wanita kelahiran Surabaya ini berharap Mika Japanese Bistro disukai oleh masyarakat Indonesia. "So far sih ya kalau MIKA ini kita we need something different. Jadi aku percaya orang Indonesia itu support local brand. Jadi aku memberanikan diri saja," tutup Sylvia.

(ays/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads