Intimate Interview

Fitria Yusuf, Penyuka Dunia Fashion yang Mahir Menulis

- wolipop Selasa, 15 Jan 2013 17:06 WIB
Dok. Pribadi Fitria Yusuf Dok. Pribadi Fitria Yusuf

Jakarta - Fitria Yusuf merupakan salah satu sosialita cantik yang sangat mencintai dunia fashion. Akan tetapi, wanita yang biasa disapa Fifi ini mengatakan, salah satu tantangan berbisnis dalam bidang fashion adalah saat harus mengikuti perkembangan dunia mode. Hal tersebut diakuinya ketika berbincang-bincang dengan wolipop di restoran Madame Lily, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

"Busana terutama baju kan ada terus maka kalau kita jual satu barang, kita harus tahu trennya itu kapan habisnya, jangan kebanyakan kita stok barang ternyata sudah habis trennya," papar Fifi kepada wolipop. Saat ditemui, Fifi tampil casual dengan celana panjang hitam serta atasan tanpa lengan dengan warna serupa.

Selain itu, banyaknya brand asing yang masuk ke Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri. Fifi juga menceritakan kalau pangsa pasar di Indonesia untuk produk yang dibanderol dengan menengah atas tidak begitu berkembang. Belum lagi, banyak fashionista dalam negeri yang lebih memilih berbelanja ke negara-negara maju di luar sana.

"Marketnya segitu-segitu saja kalau untuk harga menengah ke atas. Jadi, harus pinter-pinter deh ya, apalagi customer sekarang juga suka keluar negeri jadi itu kendalanya sih sebenarnya," urai wanita kelahiran 9 Desember 1982 itu.

Meskipun mengalami berbagai kesulitan, Fifi tetap semangat menekuni profesi dalam bisnis fashion. Semua beban serta kesulitan yang dialaminya seakan terbayar bila melihat butiknya ramai pengunjung. Wanita yang hobi traveling ini juga senang saat berburu barang untuk kebutuhan butik.

"Kalau fashion itu senangnya kita bisa travelling, kita bisa preview baju yang belum ada di butik kita sudah pilih duluan," ungkap Fifi dengan wajah berseri-seri.

Wanita yang memiliki butik pakaian di kawasan Kemang, Jakarta Selatan ini biasanya memilih pergi ke New York dan Australia untuk melihat tren-tren busana yang sedang berkembang. "Untuk Ivy Boutique kiblatnya lebih ke Amerika ya karena memang orang Indonesia lebih ke Hollywood dibandingkan Eropa. Kita memang harus ke sana memilih baju-baju yang akan dijual enam bulan ke depan," tambahnya kemudian.

Selain bidang fashion, Fifi juga mahir dalam dunia tulis-menulis. Hal itu dibuktikannya dengan meluncurkan dua buku berjudul 'Little Pink Book: Jakarta Style & Shopping Guide' dan 'Hermes Temptation'. Meski pernah dicemooh kalau tampilan bukunya lebih seperti anak kecil dan bukan karya wanita dewasa, Fifi tidak pernah berkecil hati.

"Ya nggak apa-apa ini juga bukan karya sastra Shakespeare sih, memang genrenya bacaan ringan. Saya juga nggak sakit hati, kalau disejajarkan dengan penulis lain memang nggak sebandinglah, tapi untuk diri sendiri saya tidak mau membandingkan dengan orang lain karena standard sukses seseorang dengan yang lain itu berbeda," tandas Fifi penuh keyakinan.

Fifi pun bersyukur kalau karyanya masih diminati oleh banyak orang. Bahkan, buku keduanya juga menjadi National Best Seller yang akan diterbitkan dalam bahasa Mandarin.




(aln/hst)