Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Tolak Dua Kali Promosi Jabatan Demi Anak

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 11 Jan 2013 12:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Mendapat promosi jabatan, siapa yang tidak mau? Gaji, tunjangan, berbagai fasilitas dan keuntungan yang didapatkan tentunya akan lebih besar. Namun semua penawaran menggiurkan itu ternyata tidak membuat Devi Rufaedah beranjak dari posisinya sekarang.

Dua kali mendapat promosi jabatan terpaksa ditolak Devi. Anak dan suami, menjadi alasan utamanya untuk tidak mengambil kesempatan yang mungkin tidak datang lagi untuk ketiga kalinya itu.

"Karena saya lebih mementingkan keluarga. Belum tentu punya jabatan tinggi rumah tangganya langgeng. Kalau rumah tangga jadi berantakan? Lebih baik saya mengalah dulu," tutur Devi saat berbincang dengan wolipop lewat telepon, Kamis (10/01/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Devi menjabat sebagai kepala administrasi di sebuah perusahaan asuransi. Lima tahun sudah ia bekerja di perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta Barat tersebut. Atas prestasi kerjanya, dua tahun lalu ibu satu anak ini dipromosikan menjadi kepala cabang junior untuk ditempatkan di Palembang. Meskipun tawaran cukup menggiurkan untuk kemajuan karir dan penghasilannya, Devi pun terpaksa menolak karena alasan keluarga.

"Saat itu belum punya anak, tapi mertua tinggal sendirian. Jadi saya menemani. Sebenarnya lebih berat di mertua. Ibu saya juga tinggal sendiri karena Bapak kerja di luar kota," ujar Devi.

Pada Desember 2012 lalu, wanita berusia 25 tahun ini kembali mendapatkan promosi untuk jabatan yang sama, dan ditempatkan di cabang yang sama pula. Yaitu Palembang. Sekali lagi, Devi menolak dengan alasan yang sama. Kali ini, karena lulusan S1 jurusan ekonomi manajemen itu sudah memiliki anak yang baru berusia 9 bulan.

Berbagai fasilitas seperti kendaraan dinar, rumah dinas, tunjangan komunikasi, tunjangan kesehatan yang lebih bagus dan kenaikan gaji bisa saja didapatkan Devi jika dia menerima tawaran tersebut. Belum lagi, dia juga bisa mendapatkan potongan harga untuk pergi ke berbagai tempat wisata di Palembang. Bujukan teman hingga sedikit paksaan dari atasan pun tidak membuatnya bergeming.

"Saya baru punya anak. Lagi seneng-senengnya lihat muka anak. Itu yang saya beratkan kalau kerja di luar kota. Suami boleh saja ikut, tapi dia juga pekerjaannya di sini," ujarnya.

Selain keluarga, rasa nyaman bekerja di kantor sekarang juga menjadi alasannya menolak tawaran kenaikan jabatan. Devi mengaku sudah sangat nyaman dengan pekerjaan yang sekarang. Menurutnya, menangani anak cabang perusahaan memerlukan tantangan dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Kita kapan lagi tinggal di lingkungan kerja kayak gini, belum tentu naik jabatan bisa ketawa-ketiwi," ucap Devi.

Meskipun Devi tak memungkiri, terkadang sedikit terbersit juga keinginan untuk menjajaki karir yang lebih maju. Namun hingga anaknya sudah lebih besar dan bisa diasuh tanpa harus selalu dengannya, Devi akan tetap bertahan di posisinya sekarang.

"Mau banget. Sebenarnya mau banget kalau anak sudah besar. Karena nggak tega ninggalinnya," tukasnya.

Devi pun menambahkan, "Saya yakin kesempatan akan datang lagi kalau memang rejeki. Meskipun (sempat) saya tolak, kalau memang itu rejeki dan jatah keluarga saya, pasti saya terima."

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads