100 Kekuatan Cinta Wanita
Gita Syahrani, Pengacara Muda yang Aktif Terapkan Go Green
Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 08 Nov 2012 17:29 WIB
Jakarta
-
Gita Syahrani adalah pengacara wanita yang aktif dalam gerakan sosial demi membantu orang-orang tidak mampu. Dalam aksinya, Gita selalu berusaha menerbarkan virus go green agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan mereka. Wanita yang berprofesi sebagai pengacara ini ingin mengembangkan konsep peduli lingkungan di Indonesia.
"Aku ingin bisa membantu konsep Green Lifestyle berkembang di Indonesia," tutur Gita yang diwawancarai oleh wolipop, Rabu (07/11/2012).
Gita menjalani aksi sosial sejak tahun 1996 karena latar belakang keluarga yang membangun sebuah yayasan sosial bernama Tunas Nusa di Bandung. Yayasan tersebut memang fokus untuk orang yang kurang mampu. Ada beberapa program yang diusung oleh Tunas Nusa, yaitu membangun Taman Kanak-kanak dengan konsep community center yang di dalamnya terdapat perpustakaan, ruang mengaji, serta ruang kegiatan untuk para orang tua dan anak.
Pada 2007, Gita bermutasi ke Jakarta karena tuntutan pekerjaan sebagai pengacara di DNC Advocates. Saat bertempat tinggal di Ibu Kota Indonesia, Gita mencoba melakukan kegiatan sosial di bawah naungan Tunas Nusa. Wanita yang hobi travelling ini telah membuat beberapa kegiatan, salah satunya diberi nama Si Dalang. Kegiatan itu mulai dijalankan tahun 2011 lalu dengan fokus kepada banyak perusahaan yang mau berpartisipasi untuk mengolah sampahnya.
Gita pun berupaya menawarkan perusahaan tersebut kerja sama serta memberikan pelayanan antar-jemput sampah yang nantinya akan diolah menjadi kerajinan tangan untuk diperjual-belikan. Kegiatan Si Dalang menjadi semakin mudah dengan menjalin hubungan bersama Yayasan Panshopia yang membutuhkan kegiatan untuk anak-anak dan para wanita agar bisa mendapat penghasilan tambahan. Mereka akan diajarkan membuat daur ulang sampah kertas, plastik, dan organik supaya bisa dijual kembali.
Aksi sosial ini membuat Gita merasa senang karena terus mendapat dukungan yang positif dari orang-orang terdekat. "Sukanya senang sih, tadinya saya cuma ngerjain sendiri, tapi ternyata setelah sharing dengan beberapa teman banyak yang mau bantu walaupun tanpa imbalan, dukungannya ngalir terus sih," ungkap wanita lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu.
Selain menerapkan konsep ramah lingkungan ke dalam aksi sosial, Gita juga mencari cara bagaimana agar pekerjaannya sebagai pengacara juga berhubungan dengan lingkungan. Akhirnya, Gita dapat menyatukannya dengan membantu klien perusahaan yang arah kegiatannya lebih kepada lingkungan. Sebagai contoh, ada beberapa perusahaan yang melakukan investasi pada perusahaan ramah lingkungan. Gita membantu keduanya melakukan transaksi bisnis.
Bahkan, wanita yang senang bermain futsal ini baru saja membangun sebuah event organizer (EO) menggunakan tema go green. EO tersebut terinspirasi dari hari pernikahannya yang digelar Februari kemarin. "Awalnya saya ingin event pernikahan saya seramah lingkungan mungkin, tapi cari vendornya sulit. Makanya, sekarang saya bersama ibu dan dua orang teman saya berusaha mengembangkan EO dan dekor yang mengusung konsep ramah lingkungan," papar Gita semangat.
EO yang dilabeli dengan nama ‘Twist Event’ itu memang benar-benar mengembangkan konsep daur ulang. Bahan-bahannya pun dibuat dari bahan bekas, misalnya kayu bekas, botol atau gelas plastik, serta barang-barang yang tidak terpakai lagi. EO milik Gita ternyata cukup diminati walaupun baru launching Juni lalu. Dia sudah berhasil menangani delapan hingga sepuluh event sampai saat ini.
Meskipun pekerjaan Gita menyita waktu, wanita kelahiran 30 Januari 1985 itu sangat senang menjalani aktivitasnya. Gita berharap dalam sepuluh tahun ke depan semua kegiatannya dapat berkesinambungan antara satu sama lain.
Bicara soal penampilan, Gita menuturkan kalau perawatan tubuh itu penting supaya selalu terlihat rapi dan bersih setiap bertemu klien. Dalam sebulan, Gita maksimal hanya menghabiskan uang sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Dia pun lebih memilih membeli barang yang sedang garage sale karena Gita percaya bahwa barang orang lain yang sudah tidak terpakai kemudian bisa dimanfaatkan kembali hasilnya tidak akan terbuang sia-sia.
"Saya suka sekali konsep garage sale untuk baju dan lainnya dan selalu berusaha terlibat karena percaya bahwa saya bisa manfaatin barang orang lain, sebaliknya orang lain bisa manfaatin barang saya. Nggak ada yang mubazir dan disia-siakan, sesuai banget dengan konsep daur ulang," tutup Gita diakhir percakapan.
Gita Syahrani merupakan salah satu dari dua wanita inspiratif yang terpilih lewat program Sunlight 100 Kekuatan Cinta Wanita yang diadakan Wolipop dan Sunlight. Ia terpilih karena caranya yang inovatif untuk menginspirasi banyak orang agar melakukan hal-hal kemanusiaan dan pelestarian lingkungan.
Ayo nominasikan wanita inspiratif pilihan Anda, di Sunlight 100 Kekuatan Cinta Wanita
(ays/hst)
"Aku ingin bisa membantu konsep Green Lifestyle berkembang di Indonesia," tutur Gita yang diwawancarai oleh wolipop, Rabu (07/11/2012).
Gita menjalani aksi sosial sejak tahun 1996 karena latar belakang keluarga yang membangun sebuah yayasan sosial bernama Tunas Nusa di Bandung. Yayasan tersebut memang fokus untuk orang yang kurang mampu. Ada beberapa program yang diusung oleh Tunas Nusa, yaitu membangun Taman Kanak-kanak dengan konsep community center yang di dalamnya terdapat perpustakaan, ruang mengaji, serta ruang kegiatan untuk para orang tua dan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gita pun berupaya menawarkan perusahaan tersebut kerja sama serta memberikan pelayanan antar-jemput sampah yang nantinya akan diolah menjadi kerajinan tangan untuk diperjual-belikan. Kegiatan Si Dalang menjadi semakin mudah dengan menjalin hubungan bersama Yayasan Panshopia yang membutuhkan kegiatan untuk anak-anak dan para wanita agar bisa mendapat penghasilan tambahan. Mereka akan diajarkan membuat daur ulang sampah kertas, plastik, dan organik supaya bisa dijual kembali.
Aksi sosial ini membuat Gita merasa senang karena terus mendapat dukungan yang positif dari orang-orang terdekat. "Sukanya senang sih, tadinya saya cuma ngerjain sendiri, tapi ternyata setelah sharing dengan beberapa teman banyak yang mau bantu walaupun tanpa imbalan, dukungannya ngalir terus sih," ungkap wanita lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu.
Selain menerapkan konsep ramah lingkungan ke dalam aksi sosial, Gita juga mencari cara bagaimana agar pekerjaannya sebagai pengacara juga berhubungan dengan lingkungan. Akhirnya, Gita dapat menyatukannya dengan membantu klien perusahaan yang arah kegiatannya lebih kepada lingkungan. Sebagai contoh, ada beberapa perusahaan yang melakukan investasi pada perusahaan ramah lingkungan. Gita membantu keduanya melakukan transaksi bisnis.
Bahkan, wanita yang senang bermain futsal ini baru saja membangun sebuah event organizer (EO) menggunakan tema go green. EO tersebut terinspirasi dari hari pernikahannya yang digelar Februari kemarin. "Awalnya saya ingin event pernikahan saya seramah lingkungan mungkin, tapi cari vendornya sulit. Makanya, sekarang saya bersama ibu dan dua orang teman saya berusaha mengembangkan EO dan dekor yang mengusung konsep ramah lingkungan," papar Gita semangat.
EO yang dilabeli dengan nama ‘Twist Event’ itu memang benar-benar mengembangkan konsep daur ulang. Bahan-bahannya pun dibuat dari bahan bekas, misalnya kayu bekas, botol atau gelas plastik, serta barang-barang yang tidak terpakai lagi. EO milik Gita ternyata cukup diminati walaupun baru launching Juni lalu. Dia sudah berhasil menangani delapan hingga sepuluh event sampai saat ini.
Meskipun pekerjaan Gita menyita waktu, wanita kelahiran 30 Januari 1985 itu sangat senang menjalani aktivitasnya. Gita berharap dalam sepuluh tahun ke depan semua kegiatannya dapat berkesinambungan antara satu sama lain.
Bicara soal penampilan, Gita menuturkan kalau perawatan tubuh itu penting supaya selalu terlihat rapi dan bersih setiap bertemu klien. Dalam sebulan, Gita maksimal hanya menghabiskan uang sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Dia pun lebih memilih membeli barang yang sedang garage sale karena Gita percaya bahwa barang orang lain yang sudah tidak terpakai kemudian bisa dimanfaatkan kembali hasilnya tidak akan terbuang sia-sia.
"Saya suka sekali konsep garage sale untuk baju dan lainnya dan selalu berusaha terlibat karena percaya bahwa saya bisa manfaatin barang orang lain, sebaliknya orang lain bisa manfaatin barang saya. Nggak ada yang mubazir dan disia-siakan, sesuai banget dengan konsep daur ulang," tutup Gita diakhir percakapan.
Gita Syahrani merupakan salah satu dari dua wanita inspiratif yang terpilih lewat program Sunlight 100 Kekuatan Cinta Wanita yang diadakan Wolipop dan Sunlight. Ia terpilih karena caranya yang inovatif untuk menginspirasi banyak orang agar melakukan hal-hal kemanusiaan dan pelestarian lingkungan.
Ayo nominasikan wanita inspiratif pilihan Anda, di Sunlight 100 Kekuatan Cinta Wanita
(ays/hst)











































