Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Iptu Eny Terbang ke Amerika Hingga Mongolia Berkat Jadi Polwan

wolipop
Jumat, 19 Okt 2012 09:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta - Inspektur Polisi Satu (Iptu) Eny Kuswidiyanti Regama, sudah terbiasa melihat aktivitas orangtuanya yang bekerja sebagai polisi. Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan Eny berkarir di kepolisian. Pilihannya menjadi polisi membawa dia mengarungi perjalanan hidup yang sangat mengesankan. Di antaranya bisa mempunyai kesempatan berkunjung ke luar negeri.

Eny pernah diberikan tugas di istana selama tujuh tahun. Dia pun berkolaborasi dengan rekan-rekan dari Sekretariat Negara, beberapa kementerian, dan pemerintah setempat saat ada kegiatan di luar daerah. Bahkan, wanita berumur 40 tahun itu punya peluang pergi ke luar negeri, seperti Amerika Serikat, Inggris, Iran, hingga Mongol.

"Alhamdulillah saya pernah ke Amerika, Inggris, Mongol, ke Iran juga aku pernah, lucu banget di sana, mereka memang kerudung-kerudung gitu ya, itu semua sih dinas," ungkap Eny yang berbincang-bincang dengan wolipop di National Traffic Management Center (NTMC) belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesempatan tersebut tidak didapatnya dengan mudah. Wanita yang hobi makan dan traveling ini mengawali karier sebagai polisi sejak 1991 di Pertahanan dan Keamanan (Hankam) yang saat itu masih bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada tahun 2000, TNI dan Polri terpisah, kemudian Eny ditugaskan menjadi protokol di kepresidenan hingga tahun 2007. Setelah tujuh tahun di istana, Eny mengikuti sekolah calon perwira (secapa) pada 2008 di Mabes Polri. Kini, Eny menjalankan tugas kepolisiannya di Korlantas Polri sejak 2009.

Eny menilai kalau pemilihan karier sebagai polwan memberikan kesempatan yang luar biasa, terutama bagi para wanita. Dia pun yakin kalau suatu saat akan ada Kapolri wanita. "Untuk posisi jabatan sekarang masih tertentu, belum luas, nanti insya Allah lama-lama akan ada Kapolri wanita. Aku yakin akan ada Kapolri wanita karena wanita itu luar biasa ya," ujar Eny semangat.

Wanita kelahiran Januari 1973 itu juga mau berterima kasih kepada para suami polwan yang mengizinkan istrinya untuk terus berkarier, mengingat jam kerjanya yang sangat menyita waktu. Begitu pula untuk suami tercintanya yang mau mengerti Eny ketika harus menjalani tugasnya.

"Harus paham benar kewajiban rumah tangga, dan kewajiban negara tidak boleh diabaikan, para suami harus mengerti itu," ujar Eny yang kini menjabat sebagai Perwira Administrasi Rekiden (Registrasi kendaraan) di Korlantas Polri.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads