Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

GM L'Oreal Indonesia: Jadi GM Harus Selalu Bisa Tentukan Prioritas

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 26 Sep 2012 12:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta -

Silvia Yohana, seorang wanita yang telah berada di posisi penting dalam sebuah perusahaan produk kecantikan ternama di negeri ini, PT L'Oreal Indonesia. Posisi tersebut membuat wanita 30 tahun ini mendapatkan tanggung jawab serta tantangan baru dalam kariernya.

Menurut Silvia, tantangan yang paling dirasakan adalah terbatasnya waktu. "I find myself wondering if i have more time or there’s more than 24 hours in the day karena so many things to do," ujarnya saat diwawancarai wolipop di kantor L’Oréal Indonesia belum lama ini. Saat itu Silvia memberikan kesempatan untuk berbincang-bincang selama kurang lebih satu jam. Setelah wawancara,dia sudah ditunggu untuk menghadiri suatu meeting.

Keterbatasan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai GM Luxe Division L’Oreal Indonesia menjadi tantangan tersendiri untuk Silvia. Dia harus mengutamakan pekerjaan yang lebih penting, mengatasi klien dan konsumen, serta membagi waktu untuk keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum lagi kalau ada masalah dalam pekerjaan, seperti pasar yang menurun, gagalnya rencana yang telah disusun, atau ada keluhan dari klien. Bila demikian, wanita yang lahir pada 30 Desember 1981 ini akan berusaha secara maksimal untuk mengatasinya. Oleh sebab itu, dia selalu menyiapkan rencana B dan C.

"Jadi, as the GM you always need to have your priorities sorted out, this is my priorities number one, number two, etc,” tambah Silvia.

Selama enam bulan menjadi GM, Silvia belum pernah menghadapi masalah yang begitu berat. Namun, dia tetap mempersiapkan strategi untuk mengatasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Dia juga bersyukur memiliki tim yang mau bekerja keras dalam membangun perusahaan. Makanya, dia sering menghabiskan waktu di kantor karena memang profesi menuntutnya bekerja secara profesional.

"I spend lot of time in the office for my works. I'm not the kind of person yang bisa nine to five. My working hours is quite long but it's my choice karena I realize di posisi ini jadi dituntut to have more efforts to understand, to listen, to meet people, etc," urai Silvia, lulusan Marketing and Management, di University of Auckland, New Zealand.

Akan tetapi, tidak berarti ibu satu anak itu melupakan keluarga. Dia juga berusaha memanfaatkan waktu bersama suami serta anaknya setiap hari sebelum berangkat dan setelah pulang bekerja. Silvia berusaha mengatur jadwal demi mereka. Jadi, saat pulang ke rumah, itu adalah waktu untuk anak semata wayangnya dan suami tercinta. Dia selalu menjaga hubungan serta komunikasi yang baik dalam keluarga walaupun sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja.



(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads