Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Beban Moril yang Kerap Dihadapi Pengacara Wanita

wolipop
Selasa, 07 Agu 2012 11:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta -

Menjadi seorang pengacara merupakan profesi prestisius yang diidamkan banyak orang. Dengan penghasilan tinggi, pandangan sosial yang cenderung ke atas hingga kemampuan intelektual yang tersirat membuat banyak orang ingin menekuni bidang yang satu ini.

Terbagi atas banyak spesialisasi, bisa dibilang bidang litigasi adalah favorit dari para pengacara muda wanita di Indonesia. Wolipop menemui tiga di antaranya; Nurmalita Malik dari Lubis Ganie Surowidjojo, Shinta Nurfauzia Husni dari Lubis Santosa & Maramis dan Ria Lusiana dari Adnan Buyung Nasution & Partners.

Ketiganya telah menyukai profesi ini dan menekuninya dari usia yang muda. Dengan segala suka dukanya, profesi pengacara menjadi pilihan hidup yang menjadi penyaluran passion sekaligus pilar kesejahteraan hidup masing-masing. Dari sekian banyak tantangan, diakui beban moril dalam membela klien tertentu merupakan salah satu yang paling tangguh untuk dijalani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurmalita yang ditemui di Grand Indonesia, Kamis (2/8/2012), menjelaskan ketika ada klien yang bersalah tapi harus dibela, hal itu semata-mata pada prinsipnya setiap orang memiliki hak untuk dibela dari kesalahan mereka. Diharapkan dengan adanya pembelaaan, klien yang bersalah bisa mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

"Beban moril pasti ada tapi kita harus profesional, harus membela siapapun dia. Kalau dibilang pengacara enggak punya hati, kita harus memisahkan perasaan pribadi," ujar Lita menambahkan.

Hal ini pun secara kompak disetujui oleh Shinta dan Ria. Mereka melihat saat menjadi pengacara, cara berpikir sudah harus sistematis dan sesuai dengan prinsip hukum dan undang-undang.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads