Intimate Interview
Cara Wulan Tilaar Melawan Serbuan Produk Kosmetik Asing
wolipop
Selasa, 31 Jul 2012 12:05 WIB
Jakarta
-
Globalisasi tidak bisa dihindari, sehingga banyak produk kosmetik impor yang masuk ke Indonesia. Martha Tilaar Group sebagai perusahaan kecantikan merasa tertantang untuk 'melawan' serbuan produk-produk asing yang ada.
"Sekarang lebih banyak kompetitor, tidak hanya dari local Indonesian brand, tapi juga internasional. Kalau zaman ibu saya cuma ada tiga, Mustika Ratu, Sariayu dan Viva. Sekarang udah banyak dan kualitasnya tidak kalah baik dan itu tantangannya bagaimana bisa terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan pasar," ujar Wulan Tilaar, saat ditemui Wolipop di Martha Tilaar Spa, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Menurut Wulan, untuk memenuhi apa yang diinginkan pasar bisa dilakukan dengan banyak hal. Misalnya dengan membuat inovasi-inovasi terbaru. Seperti brand Caring Colours yang merilis BB Cream, krim terkenal dari Korea yang mendunia, namun tetap disesuaikan dengan kulit orang Indonesia.
"Seperti caring colours yang membuat BB Cream yang lagi nge-tren banget di Korea. Kita terinspirasi dari sana dengan harga yang terjangkau dan disesuaikan dengan kondisi kulit perempuan Indonesia. Kalau kita mentah-mentah pakai punya Korea, ya kita semua jadi keputihan. Untuk menjawab challenge itu dari mind set orang Indonesia sendiri, kalau sesuatu dari luar pasti dianggap bagus, itu yang harus kita perangi," ungkap Vice Chairwoman Martha Tilaar Group itu.
Cara lain untuk menghadapai tantangan-tantangan yang ada, produk kosmetik Martha Tilaar di bawa ke luar negri dengan membuka toko Martha Tilaar Shop di Singapura. Alasan memilih membuka toko di Negeri Singa, selain dekat dengan Indonesia, Singapura menjadi pusat negara di Asia. Saat ini Martha Tilaar Shop buka di dua tempat, di Marina Square dan Jurong Point East. Menurut Wulan, itu sesuai dengan cita-cita Martha Tilaar yakni 'Bringing Local Wisdom to Global'.
Selain membuka toko di luar negeri, Martha Tilaar Shop juga dibuka diberbagai mal eksklusif di Indonesia. Salah satunya di Plaza Indonesia, Jakarta dan Beach Walk, Bali serta masuk di berbagai departement store seperti Sogo dan Metro.
"Kalo kayak gini kan ada representative image, sehingga produk tersebut mendapatkan tempat dan terangkat. Di seluruh Indonesia kita sedang agresif membuka Martha Tilaar Shop," ujar ibu dari Anjani Anatolia Widarto dan Afira Aurelia Widarto itu.
Agar semakin bisa diterima oleh berbagai pihak, kemasan dari sebuah produk juga harus diperhatikan. Kosmetik Martha Tilaar seperti PAC, Caring Colours, Sariayu dan Dewi Sri Spa pernah mengalami masa-masa 'tidak diterima' di kalangan tertentu. Menurut Wulan, hal itu mungkin karena packagingnya yang kurang menarik.
"Sekarang di Sogo sudah mengundang masuk. Dulu boro-boro, kita nggak bisa masuk Metro, Sogo. Kadang local product kemasannya yang kurang. Sebenarnya dengan lebih simple, tapi ada touch of Indonesia jadinya malah elegan," tambah Wulan.
Selain itu, saat ini produk-produk kosmetik juga telah memiliki social media seperti Facebook dan Twitter. Caring Colours sangat aktif dalam Facebook dan Twitter. Tidak hanya dari segi produk dan pemasaran yang diperbaiki, sumber daya manusia (SDM) juga ditingkatkan.
"Manajer-manajer diajak ke pameran mancanegara, agar mereka jadi memahami produk-produk luar lainnya. Mereka harus experience langsung. Untuk sekolah kita juga exchange student ke salah satu sekolah beauty di Fukuoka, Jepang. Ke sana kita bawa guru-guru kita ke Jepang untuk melihat cara mengajar mereka," pungkas wanita 35 tahun itu.
(kik/kik)
"Sekarang lebih banyak kompetitor, tidak hanya dari local Indonesian brand, tapi juga internasional. Kalau zaman ibu saya cuma ada tiga, Mustika Ratu, Sariayu dan Viva. Sekarang udah banyak dan kualitasnya tidak kalah baik dan itu tantangannya bagaimana bisa terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan pasar," ujar Wulan Tilaar, saat ditemui Wolipop di Martha Tilaar Spa, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Menurut Wulan, untuk memenuhi apa yang diinginkan pasar bisa dilakukan dengan banyak hal. Misalnya dengan membuat inovasi-inovasi terbaru. Seperti brand Caring Colours yang merilis BB Cream, krim terkenal dari Korea yang mendunia, namun tetap disesuaikan dengan kulit orang Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara lain untuk menghadapai tantangan-tantangan yang ada, produk kosmetik Martha Tilaar di bawa ke luar negri dengan membuka toko Martha Tilaar Shop di Singapura. Alasan memilih membuka toko di Negeri Singa, selain dekat dengan Indonesia, Singapura menjadi pusat negara di Asia. Saat ini Martha Tilaar Shop buka di dua tempat, di Marina Square dan Jurong Point East. Menurut Wulan, itu sesuai dengan cita-cita Martha Tilaar yakni 'Bringing Local Wisdom to Global'.
Selain membuka toko di luar negeri, Martha Tilaar Shop juga dibuka diberbagai mal eksklusif di Indonesia. Salah satunya di Plaza Indonesia, Jakarta dan Beach Walk, Bali serta masuk di berbagai departement store seperti Sogo dan Metro.
"Kalo kayak gini kan ada representative image, sehingga produk tersebut mendapatkan tempat dan terangkat. Di seluruh Indonesia kita sedang agresif membuka Martha Tilaar Shop," ujar ibu dari Anjani Anatolia Widarto dan Afira Aurelia Widarto itu.
Agar semakin bisa diterima oleh berbagai pihak, kemasan dari sebuah produk juga harus diperhatikan. Kosmetik Martha Tilaar seperti PAC, Caring Colours, Sariayu dan Dewi Sri Spa pernah mengalami masa-masa 'tidak diterima' di kalangan tertentu. Menurut Wulan, hal itu mungkin karena packagingnya yang kurang menarik.
"Sekarang di Sogo sudah mengundang masuk. Dulu boro-boro, kita nggak bisa masuk Metro, Sogo. Kadang local product kemasannya yang kurang. Sebenarnya dengan lebih simple, tapi ada touch of Indonesia jadinya malah elegan," tambah Wulan.
Selain itu, saat ini produk-produk kosmetik juga telah memiliki social media seperti Facebook dan Twitter. Caring Colours sangat aktif dalam Facebook dan Twitter. Tidak hanya dari segi produk dan pemasaran yang diperbaiki, sumber daya manusia (SDM) juga ditingkatkan.
"Manajer-manajer diajak ke pameran mancanegara, agar mereka jadi memahami produk-produk luar lainnya. Mereka harus experience langsung. Untuk sekolah kita juga exchange student ke salah satu sekolah beauty di Fukuoka, Jepang. Ke sana kita bawa guru-guru kita ke Jepang untuk melihat cara mengajar mereka," pungkas wanita 35 tahun itu.
(kik/kik)
Kesehatan
Sering Kram & Kebas Tiba-tiba? Banyak yang Baru Tahu Solusinya Ternyata Ini!
Olahraga
Punya Rutinitas Pergi ke Gym? 2 Barang Simpel Bikin Latihan Lebih Nyaman dan Maksimal
Kesehatan
Sering Kurang Sinar Matahari Saat Puasa? Ini Cara Mudah Penuhi Vitamin D3 Harian
Kesehatan
Jangan Sepelekan Kesehatan Anak! Ini Cara Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Probiotik Setiap Hari
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Geng Artis Bukber Bareng, Gaya Mulan Jameela dan Yuni Shara Curi Atensi
2
Potret Shalom Razade Ikuti Jejak Wulan Guritno Oplas di Korea, Ini Alasannya
3
Prilly Latuconsina Kembali Pamer Rambut Baru, Makin Fresh Dengan Pixie Bob
4
7 Idol KPop Non Korea yang Jadi Visual Grupnya, Cantiknya Kelewatan
5
Gaya Bucin Bumil Shenina Cinnamon Dukung Angga Yunanda di Tokyo Marathon
MOST COMMENTED











































