Memiliki Banyak Uang dapat Menimbulkan Masalah?
wolipop
Kamis, 05 Jul 2012 17:45 WIB
Jakarta
-
Setiap orang tentunya ingin memiliki standar hidup yang lebih baik dari apa yang dimilikinya saat ini. Tak heran jika banyak orang berlomba-lomba untuk maju dengan segala usaha dan kerja keras yang dilakukan demi mendapatkan hidup yang jauh lebih nyaman.
Membeli rumah yang lebih besar, mobil mewah, atau bahkan berlibur keliling Eropa adalah impian yang mahal. Tentunya untuk meraih itu semua dibutuhkan uang dalam jumlah yang banyak.
Tak sedikit orang juga mulai selektif dalam memilih karirnya. Hal itu dilakukan agar mereka bisa mendapatkan gaji yang besar untuk mewujudkan segala mimpi yang ingin diraih.
Memang, memiliki uang yang banyak terlihat sangat menyenangkan, Anda bisa membeli apa saja yang Anda mau. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa semakin banyak uang yang dimiliki justru semakin besar masalah yang didapat? Ternyata hal tersebut bisa membuat seseorang terkena depresi.
Dilansir oleh Medical News Today, semakin tinggi pendapatan negara-negara di dunia, maka tingkat depresi warganya juga semakin tinggi pula. Tercatat 121 juta orang di dunia mengalami depresi. Penyakit tersebut secara tidak langsung dapat menurunkan kualitas hidup seseorang, terutama dalam bidang pekerjaan dan kemampuan untuk membentuk sebuah hubungan. Lebih parahnya lagi, penyakit ini telah menyebabkan 850.000 kematian setiap tahunnya.
Di Amerika Serikat, Perancis, Belanda dan India, tingkat depresi tertinggi secara global adalah sebesar 30%. Sedangkan Cina yang merupakan negara dengan pendapatan tinggi, memiliki tingkat depresi paling rendah, yaitu 12 persen secara keseluruhan.
"Kami telah menunjukkan bahwa depresi merupakan masalah kesehatan publik yang signifikan di seluruh wilayah dunia dan terkait dengan kondisi sosial sebuah negara. Memahami pola dan penyebab depresi dapat membantu mengurangi dampak depresi terhadap kehidupan individu dan mengurangi beban yang ditanggung oleh masyarakat," papar Evelyn Bromet dari State University of New York, Stony Brook.
Dalam penelitian disebutkan bahwa pendapatan yang lebih tinggi berkaitan dengan jam kerja yang lebih banyak. Hal yang serupa juga telah ditemukan di Inggris. Mereka menemukan fakta bahwa pekerja yang menghabiskan waktu di meja kerja lebih dari 11 jam perharinya atau 55 jam dalam seminggu, dapat menghadapi risiko depresi lebih tinggi. Biasanya untuk pekerja wanita yang masih dalam usia muda dan memiliki gaji rendah, terbilang rentan untuk mengonsumsi minuman beralkohol ketika mereka mengalami depresi tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail.
Lalu berdasarkan hasil wawancara pada 89.000 orang di 18 negara, terungkap sebanyak 15% warga yang tinggal di negara berpenghasilan tinggi kemungkinan besar akan mengalami depresi selama hidup mereka. Sedangkan hasil yang lebih kecil ditunjukkan pada warga yang tinggal di negara yang memiliki penghasilan menengah dan kecil, yaitu sebesar 11%.
(rma/kik)
Membeli rumah yang lebih besar, mobil mewah, atau bahkan berlibur keliling Eropa adalah impian yang mahal. Tentunya untuk meraih itu semua dibutuhkan uang dalam jumlah yang banyak.
Tak sedikit orang juga mulai selektif dalam memilih karirnya. Hal itu dilakukan agar mereka bisa mendapatkan gaji yang besar untuk mewujudkan segala mimpi yang ingin diraih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir oleh Medical News Today, semakin tinggi pendapatan negara-negara di dunia, maka tingkat depresi warganya juga semakin tinggi pula. Tercatat 121 juta orang di dunia mengalami depresi. Penyakit tersebut secara tidak langsung dapat menurunkan kualitas hidup seseorang, terutama dalam bidang pekerjaan dan kemampuan untuk membentuk sebuah hubungan. Lebih parahnya lagi, penyakit ini telah menyebabkan 850.000 kematian setiap tahunnya.
Di Amerika Serikat, Perancis, Belanda dan India, tingkat depresi tertinggi secara global adalah sebesar 30%. Sedangkan Cina yang merupakan negara dengan pendapatan tinggi, memiliki tingkat depresi paling rendah, yaitu 12 persen secara keseluruhan.
"Kami telah menunjukkan bahwa depresi merupakan masalah kesehatan publik yang signifikan di seluruh wilayah dunia dan terkait dengan kondisi sosial sebuah negara. Memahami pola dan penyebab depresi dapat membantu mengurangi dampak depresi terhadap kehidupan individu dan mengurangi beban yang ditanggung oleh masyarakat," papar Evelyn Bromet dari State University of New York, Stony Brook.
Dalam penelitian disebutkan bahwa pendapatan yang lebih tinggi berkaitan dengan jam kerja yang lebih banyak. Hal yang serupa juga telah ditemukan di Inggris. Mereka menemukan fakta bahwa pekerja yang menghabiskan waktu di meja kerja lebih dari 11 jam perharinya atau 55 jam dalam seminggu, dapat menghadapi risiko depresi lebih tinggi. Biasanya untuk pekerja wanita yang masih dalam usia muda dan memiliki gaji rendah, terbilang rentan untuk mengonsumsi minuman beralkohol ketika mereka mengalami depresi tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail.
Lalu berdasarkan hasil wawancara pada 89.000 orang di 18 negara, terungkap sebanyak 15% warga yang tinggal di negara berpenghasilan tinggi kemungkinan besar akan mengalami depresi selama hidup mereka. Sedangkan hasil yang lebih kecil ditunjukkan pada warga yang tinggal di negara yang memiliki penghasilan menengah dan kecil, yaitu sebesar 11%.
(rma/kik)
Pakaian Wanita
3Second Kaos Wanita Berbahan Katun yang Lembut, Anti Gerah Dipakai Sepanjang Hari!
Makanan & Minuman
Dukung Nutrisi Harian Anak, Ini yang Ditawarkan Pediasure Vanila
Elektronik & Gadget
POCO C71, Smartphone Serba Bisa untuk Kerja, Belajar, dan Hiburan
Elektronik & Gadget
3 Produk yang Wajib Masuk Keranjang Saat Blibli Ramadhan THR Sale
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Viral Facelift Instan Pakai Karet Gelang di Telinga, Ini Kata Pakar
2
Yerin Ha 7 Jam Syuting Adegan Panas 'Bridgerton 4', Dampaknya Tak Terduga
3
Michael Jackson Digugat Melakukan Pelecehan Seks Anak, Ini Tuntutannya
4
Potret Influencer Cantik yang Diam-diam Dinikahi Pembalap F1 Charles Leclerc
5
Gaya Para Artis RI Berduka Untuk Pemimpin Iran, Unggah Foto Ali Khamenei
MOST COMMENTED











































