6 Tipe Atasan & Cara Menghadapinya (Bag. 2)
Apa Anda sering bermasalah dengan atasan? Terkadang, kemauan atasan memang tidak selalu sama dengan keinginanan Anda. Hal inilah yang cenderung menimbulkan permasalahan nantinya. Untuk itu, Anda harus berhati-hati ketika mengahadapi si bos. Pelajari terlebih dahulu kepribadiannya agar bisa mengerti bagaimana caranya berurusan dengan atasan.
Setelah bagian pertamanya, berikut ini bagian kedua dari bagaimana menghadapi atasan, seperti dikutip dari Times of India:
4. The Number Cruncher
Bos dengan tipe ini hanya peduli terhadap data perusahaan, apakah telah meningkat atau masih tetap pada posisi yang sama. Mereka tidak melihat seberapa keras usaha Anda walaupun Anda sudah sukses menyelesaikan suatu proyek. Tidak ada bonus atau apapun yang bisa membangkitkan semangat karyawannya bekerja kembali sebelum perusahaan berkembang pesat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5. The Invisible Man
Atasan bertipe the invisible man biasanya jarang sekali ada di tempat. Mereka cenderung memberikan kendali perusahaan kepada karyawan, mungkin salah satunya Anda. Bahkan, ketika timbul suatu masalah yang perlu didiskusikan bersama atasan, mereka sangat susah ditemui karena alasan pribadi. Hal itu bisa berdampak buruk terhadap perusahaan.
Cara menghadapinya: Temukan cara supaya Anda bisa mengatur jadwal pertemuan dengan atasan setiap minggu. Bagaimanapun sibuknya mereka, evaluasi dan komunikasi secara langsung antara Anda serta atasan sangat penting. Bisa saja mereka memang tidak menyadari bahwa Anda juga membutuhkan bantuannya.
6. The Flaming Fury
Kapan terakhir Anda melihat bos tersenyum? Jika jawabannya hampir tidak pernah atau senyumnya sangat mahal berarti atasan mempunyai tipe ini. Umumnya, mereka dikenal sebagai pribadi yang galak. Jika pekerjaan Anda kurang memuaskan, sedikit cacian serta teriakan akan menggema di telinga Anda.
Cara menghadapinya: Mencoba tersenyum dan tetap menghormati atasan. Tunjukkan sikap lembut dan bersahabat walaupun mereka tidak merespon. Atasan yang seperti ini kerap kali berpikir kalau dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan marah-marah. Untuk itu, jika Anda terus menunjukkan sikap berteman dengan atasan, tidak menutup kemungkinan kalau si bos akan mengubah pandangannya terhadap Anda.
(rma/eny)











































