Liputan Khusus
'Bertahan Kerja di Comfort Zone? Anda Katro!'
wolipop
Jumat, 04 Mei 2012 11:24 WIB
Jakarta
-
Zona nyaman atau comfort zone terjadi saat seseorang merasa betah dan nyaman dengan suatu keadaan. Seorang yang terjebak dalam zona nyaman tersebut seharusnya menyadari kondisi tersebut tidak menguntungkan.
"Bagi saya kita butuh untuk comfortable. Kalau kita tidak bisa nyaman, kita tidak bisa berkarya. Akan tetapi, makna comfort zone sebenarnya itu adalah no progress zone. Zona yang tidak ada progres," ujar Rene Suhardono, seorang Career Coach ternama saat berbincang dengan wolipop di Plaza Senayan, Rabu (2/5/2012).
Setia dan loyal terhadap pekerjaan di kantor saat ini memang dapat membuat Anda bertahan melakukannya dengan ikhlas tanpa kenal waktu. Namun, ternyata comfort zone itu sendiri merupakan sesuatu yang membuat Anda terjebak di dunia 'no progress zone' yang intinya Anda tidak bisa berkembang.
"Jadi Anda stuck di situ-situ aja. No progress zone itu katro," tutur lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia .
Comfort zone membuat Anda tidak tertantang untuk melakukan sesuatu yang lebih daripada saat ini yang Anda miliki. Seseorang yang sudah berada dalam posisi nyaman umumnya cenderung menikmati yang sudah ada. Ibaratnya seperti merasa puas dengan apa yang sudah dicapai saat ini. Sehingga mereka tidak mendorong diri untuk meraih hal yang lebih baik lagi.
Jadi, jika dalam berkarir atau bekerja Anda tidak menetapkan target yang lebih tinggi lagi untuk melakukan peningkatan yang menantang keterampilan, pengetahuan dan juga kemampuan, maka Anda sudah terjebak dalam comfort zone. Apakah hal tersebut bisa dibilang sudah sukses? Menurut Rene, tentu saja hal itu tidak bisa dikategorikan sukses.
Dipaparkan penulis buku 'Your Job Is Not Your Career' itu, sukses merupakan sebuah proses untuk membawa diri menjadi lebih baik lagi. Apabila Anda tidak bisa keluar dari zona nyaman tersebut, maka Anda belum mencapai kesuksesan.
"Karena kalau sukses itu adalah proses perjalanan untuk menjadikan diri lebih baik, sementara no progress zone adalah stop, kita nggak ngapa-ngapain lagi," tambah Rene.
Bagaimana caranya agar bisa keluar dari comfort zone? Rene menyarankan jangan hanya mencari tempat kerja baru. Tapi juga cari cara bagaimana Anda bisa keluar dari comfort zone tersebut. Oleh karena itu, teruslah menggali kemampuan dan jangan cepat puas dengan apa yang sudah diraih.
(rma/rma)
"Bagi saya kita butuh untuk comfortable. Kalau kita tidak bisa nyaman, kita tidak bisa berkarya. Akan tetapi, makna comfort zone sebenarnya itu adalah no progress zone. Zona yang tidak ada progres," ujar Rene Suhardono, seorang Career Coach ternama saat berbincang dengan wolipop di Plaza Senayan, Rabu (2/5/2012).
Setia dan loyal terhadap pekerjaan di kantor saat ini memang dapat membuat Anda bertahan melakukannya dengan ikhlas tanpa kenal waktu. Namun, ternyata comfort zone itu sendiri merupakan sesuatu yang membuat Anda terjebak di dunia 'no progress zone' yang intinya Anda tidak bisa berkembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Comfort zone membuat Anda tidak tertantang untuk melakukan sesuatu yang lebih daripada saat ini yang Anda miliki. Seseorang yang sudah berada dalam posisi nyaman umumnya cenderung menikmati yang sudah ada. Ibaratnya seperti merasa puas dengan apa yang sudah dicapai saat ini. Sehingga mereka tidak mendorong diri untuk meraih hal yang lebih baik lagi.
Jadi, jika dalam berkarir atau bekerja Anda tidak menetapkan target yang lebih tinggi lagi untuk melakukan peningkatan yang menantang keterampilan, pengetahuan dan juga kemampuan, maka Anda sudah terjebak dalam comfort zone. Apakah hal tersebut bisa dibilang sudah sukses? Menurut Rene, tentu saja hal itu tidak bisa dikategorikan sukses.
Dipaparkan penulis buku 'Your Job Is Not Your Career' itu, sukses merupakan sebuah proses untuk membawa diri menjadi lebih baik lagi. Apabila Anda tidak bisa keluar dari zona nyaman tersebut, maka Anda belum mencapai kesuksesan.
"Karena kalau sukses itu adalah proses perjalanan untuk menjadikan diri lebih baik, sementara no progress zone adalah stop, kita nggak ngapa-ngapain lagi," tambah Rene.
Bagaimana caranya agar bisa keluar dari comfort zone? Rene menyarankan jangan hanya mencari tempat kerja baru. Tapi juga cari cara bagaimana Anda bisa keluar dari comfort zone tersebut. Oleh karena itu, teruslah menggali kemampuan dan jangan cepat puas dengan apa yang sudah diraih.
(rma/rma)
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Potret Shaloom Razade Setelah Oplas, Wajah Masih Bengkak & Hidung Diperban
2
Foto: Eileen Gu Hingga Jennie Memukau di Fashion Show Chanel Fall 2026
3
Terungkap Isi Goodie Bag Oscar 2026 Senilai Rp 5 M: Ada Skincare Korea Viral
4
Estee Lauder Gugat Jo Malone karena Pakai Namanya Sendiri untuk Produk Parfum
5
Gaya Mayangsari Bukber Bareng Geng Kepompong, Kompak Pakai Kaftan
MOST COMMENTED











































