Tips Mengatasi Kendala dalam Karir untuk Ibu Bekerja
wolipop
Rabu, 14 Mar 2012 17:47 WIB
Jakarta
-
Tak sedikit wanita yang bekerja di Indonesia mengalami kendala dalam karir mereka saat sudah berkeluarga dan memiliki anak. Fakta tersebut telah ditemukan dalam hasil riset yang dilakukan Accenture di 31 negara termasuk Indonesia. Ada 100 wanita dan pria yang menjadi responden dalam penelitian ini.
Dalam survei tersebut, responden ditanyakan mengenai kendala terbesar dalam kemajuan karir. Sebanyak 42 persen responden menyebutkan kurangnya kesempatan atau jenjang karir yang jelas. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih besar ketimbang dengan responden yang menyebutkan tanggung jawab keluarga sebagai halangan terbesar. Sementara sepertiganya atau sekitar 32 persen responden menyebutkan bahwa mereka tidak menemui halangan dalam kemajuan karir.
Beberapa hal lain yang ditemukan dalam riset itu adalah:
- Jadwal Bekerja yang Fleksibel
Sebanyak 59 responden tercatat memiliki jadwal bekerja yang fleksibel. Sementara 44 persen dari kelompok tersebut mengatakan mereka telah menjalani jadwal bekerja yang fleksibel selama lebih dari tiga tahun.
- Karir yang Melambat
Ketika ditanyakan mengenai faktor-faktor yang memperlambat karir mereka, 44 persen responden menyebutkan penurunan ekonomi yang terjadi pada tahun 2008. 40 persen menyebutkan kesibukan setelah memiliki anak.
- Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi
Lebih dari dua pertiga responden atau sebanyak 71 persen tercatat memperoleh keseimbangan tersebut. 42 persen mengatakan mereka sering mengorbankan waktu bersama keluarga demi keberhasilan dalam pekerjaan dan 41 persen mengatakan bahwa tuntutan pekerjaan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan berkeluarga.
- Pasangan
Sebanyak 73 responden yang menikah atau memiliki pasangan mengatakan bahwa pasangan mereka memiliki pekerjaan tetap.
- Hal-hal Penting yang Memberikan Kontribusi dalam Kemajuan Karir
Kepercayaan diri, soft skill dan kerja keras adalah hal yang paling sering disebutkan sebagai yang terpenting dalam kemajuan karir.
- Arahan Mengenai Karir
Sedikitnya sepertiga dari responden tercatat mendapatkan petunjuk mengenai karir dari kolega (35 persen) atau keluarga (32 persen) dan 77 persen mengatakan tidak ada masalah apabila orang yang memberikan arahan mengenai karir adalah perempuan atau laki-laki.
Sehingga kesimpulan yang didapat yaitu untuk mengatasi kendala dalam karir bagi wanita menurut Neneng Goenadi, Executive Director Accenture Indonesia adalah:
1. Wanita yang bekerja dan sudah memiliki suami dan anak, membutuhkan jadwal kerja yang fleksibel. Carilah perusahaan yang dapat memberikan waktu kerja yang fleksibel tersebut. Hal ini penting karena Anda dapat mengatur waktu untuk bekerja dan juga waktu untuk suami dan anak.
2. Wanita yang bekerja juga membutuhkan fasilitas yang baik dan mendukung dari perusahaan tempat mereka bekerja. Misalnya kantor memberikan fasilitas modem untuk dapat bekerja di rumah. Ada pula fasilitas berupa ruangan untuk menyusui di kantor. Karena bagi seorang ibu yang baru memiliki anak butuh ruangan khusus untuk menyusui tersebut.
3. Menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Jangan sampai di saat waktunya Anda menghabiskan waktu bersama keluarga, malah digunakan untuk bekerja.
4. Tanyakan pada diri sendiri, apa tujuan hidup Anda sebenarnya. Jika memang ingin terus berkarir meskipun sudah memiliki suami dengan pekerjaan tetap, maka lanjutkanlah karir Anda tersebut dan jangan sampai berhenti di tengah jalan.
5. Percaya diri, kreatif dan bekerja keras merupakan hal yang dapat membantu Anda mengalami kendala dalam bekerja. Jadilah pribadi yang kreatif dan mandiri sehingga tak bergantung dengan orang lain. Percaya diri juga dibutuhkan sehingga Anda dapat mengeluarkan pendapat dan bukan hanya diam saja. Bekerja keras dilakukan untuk dapat meningkatkan performa kerja agar karir tidak menurun.
(rma/eny)
Dalam survei tersebut, responden ditanyakan mengenai kendala terbesar dalam kemajuan karir. Sebanyak 42 persen responden menyebutkan kurangnya kesempatan atau jenjang karir yang jelas. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih besar ketimbang dengan responden yang menyebutkan tanggung jawab keluarga sebagai halangan terbesar. Sementara sepertiganya atau sekitar 32 persen responden menyebutkan bahwa mereka tidak menemui halangan dalam kemajuan karir.
Beberapa hal lain yang ditemukan dalam riset itu adalah:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 59 responden tercatat memiliki jadwal bekerja yang fleksibel. Sementara 44 persen dari kelompok tersebut mengatakan mereka telah menjalani jadwal bekerja yang fleksibel selama lebih dari tiga tahun.
- Karir yang Melambat
Ketika ditanyakan mengenai faktor-faktor yang memperlambat karir mereka, 44 persen responden menyebutkan penurunan ekonomi yang terjadi pada tahun 2008. 40 persen menyebutkan kesibukan setelah memiliki anak.
- Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi
Lebih dari dua pertiga responden atau sebanyak 71 persen tercatat memperoleh keseimbangan tersebut. 42 persen mengatakan mereka sering mengorbankan waktu bersama keluarga demi keberhasilan dalam pekerjaan dan 41 persen mengatakan bahwa tuntutan pekerjaan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan berkeluarga.
- Pasangan
Sebanyak 73 responden yang menikah atau memiliki pasangan mengatakan bahwa pasangan mereka memiliki pekerjaan tetap.
- Hal-hal Penting yang Memberikan Kontribusi dalam Kemajuan Karir
Kepercayaan diri, soft skill dan kerja keras adalah hal yang paling sering disebutkan sebagai yang terpenting dalam kemajuan karir.
- Arahan Mengenai Karir
Sedikitnya sepertiga dari responden tercatat mendapatkan petunjuk mengenai karir dari kolega (35 persen) atau keluarga (32 persen) dan 77 persen mengatakan tidak ada masalah apabila orang yang memberikan arahan mengenai karir adalah perempuan atau laki-laki.
Sehingga kesimpulan yang didapat yaitu untuk mengatasi kendala dalam karir bagi wanita menurut Neneng Goenadi, Executive Director Accenture Indonesia adalah:
1. Wanita yang bekerja dan sudah memiliki suami dan anak, membutuhkan jadwal kerja yang fleksibel. Carilah perusahaan yang dapat memberikan waktu kerja yang fleksibel tersebut. Hal ini penting karena Anda dapat mengatur waktu untuk bekerja dan juga waktu untuk suami dan anak.
2. Wanita yang bekerja juga membutuhkan fasilitas yang baik dan mendukung dari perusahaan tempat mereka bekerja. Misalnya kantor memberikan fasilitas modem untuk dapat bekerja di rumah. Ada pula fasilitas berupa ruangan untuk menyusui di kantor. Karena bagi seorang ibu yang baru memiliki anak butuh ruangan khusus untuk menyusui tersebut.
3. Menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Jangan sampai di saat waktunya Anda menghabiskan waktu bersama keluarga, malah digunakan untuk bekerja.
4. Tanyakan pada diri sendiri, apa tujuan hidup Anda sebenarnya. Jika memang ingin terus berkarir meskipun sudah memiliki suami dengan pekerjaan tetap, maka lanjutkanlah karir Anda tersebut dan jangan sampai berhenti di tengah jalan.
5. Percaya diri, kreatif dan bekerja keras merupakan hal yang dapat membantu Anda mengalami kendala dalam bekerja. Jadilah pribadi yang kreatif dan mandiri sehingga tak bergantung dengan orang lain. Percaya diri juga dibutuhkan sehingga Anda dapat mengeluarkan pendapat dan bukan hanya diam saja. Bekerja keras dilakukan untuk dapat meningkatkan performa kerja agar karir tidak menurun.
(rma/eny)
Kesehatan
Jangan Sepelekan Kesehatan Anak! Ini Cara Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Probiotik Setiap Hari
Kesehatan
Menu Ramadan Biar Pencernaan Aman! Tambahkan Chia Seed dan Pumpkin Seed, Serat Harian Lebih Terjaga
Perawatan dan Kecantikan
Hair Oil Best Seller dari Jepang untuk Rambut Kering & Rusak Lebih Sehat dan Berkilau Sejak Pemakaian Pertama!
Elektronik & Gadget
TWS Noise Cancelling Terbaru yang Bikin untuk Kerja, Traveling, Sampai & Gaming Makin Seru Tanpa Gangguan!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Geng Artis Bukber Bareng, Gaya Mulan Jameela dan Yuni Shara Curi Atensi
2
Potret Shalom Razade Ikuti Jejak Wulan Guritno Oplas di Korea, Ini Alasannya
3
Gaya Bucin Bumil Shenina Cinnamon Dukung Angga Yunanda di Tokyo Marathon
4
Wajah Nyaris Tak Dikenali, Jim Carrey Diduga Jalani 5 Prosedur Kosmetik Ini
5
Tampil Futuristik, Riasan Willow Smith Disebut Seperti Tren Makeup Tahun 3000
MOST COMMENTED











































