5 Langkah Agar Gaji Bulanan Tidak Cepat Habis
wolipop
Rabu, 05 Okt 2011 13:01 WIB
Jakarta
-
Banyak orang mengeluhkan betapa besar biaya hidupnya. Saking terlalu besar pengeluarannya, belum sampai pertengahan bulan, gaji sudah menipis dan terpaksa meminjam uang dari teman maupun keluarga. Menyalahkan gaji kecil bukan solusinya. Bagaimana menyesuaikan pengeluaran dengan pemasukan, itulah yang harus dicermati.
Bettina Drew, penulis gaya hidup dari California memaparkan kepada situs ehowmoney, bahwa mengatur pemasukan/gaji agar tidak cepat habis sebelum waktunya sangatlah simpel. Bagaikan memisahkan uang di dalam amplop yang berbeda-beda, Anda bisa mengontrol keuangan dengan baik, bahkan menabung lebih banyak.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengatur kembali budget Anda. Budgeting (proses mengatur budget) harus dibiasakan untuk menghindari kerumitan uang yang berujung kehabisan uang bahkan terlibat hutang. Berikut lima hal yang bisa menjadi panduan:
1. Budgeting
Budgeting harus dimulai dengan data-data keuangan pribadi; mulai dari tabungan, gaji, hingga pengeluaran rutin maupun mendadak. Jika Anda merasa belum yakin akan nominal yang harus ditentukan, ada cara yang lebih simpel. Kumpulkan semua bon, maupun bukti transaksi sebulan atau dua bulan terakhir. Dari data ini, bisa dicermati apa yang menjadi pengeluaran harian, mingguan, hingga bulanan. Pisahkanlah mereka berdasarkan tingkat kebutuhan, mulai dari primer, sekunder hingga tersier. Teknik ini juga akan memperlihatkan tipe apakah diri Anda dalam menghabiskan uang.
2. Tagihan Rutin
Teknik lainnya untuk mempermudah pengelolaan gaji adalah dengan mendaftarkan diri kepada layanan debit otomatis di bank. Tagihan bulanan seperti air, listrik, telepon, hingga asuransi bisa langsung terbayar sebelum Anda menghabiskan gaji untuk keperluan lain. Sama halnya dengan memprioritaskan membayar daftar tagihan tersebut langsung setelah Anda menerima gaji. Pisahkan pengeluaran rutin seperti ongkos, biaya bensin dan sebagainya di amplop terpisah sesuai kalkulasi bulan lalu. Dengan demikian, gaji sudah dialokasikan kepada hal yang urgent sifatnya.
3. Kartu Kredit
Penggunaan kartu kredit terbukti menjadi faktor utama yang mengganggu rencana budgeting yang telah dibuat. Dengan banyaknya promo dan kemudahan, orang cenderung menggunakan kartu kredit untuk membayar. Simpelnya, tinggalkan saja kartu kredit di rumah jika sadar bahwa Anda hobi menggesek kartu plastik tersebut. Ubah prioritas penggunaan kartu kredit untuk keperluan yang mendadak seperti rumah sakit.
4. Pemangkasan
Setelah mencermati pengeluaran Anda, pikirkan kembali apa yang bisa dipangkas karena sifatnya tidak terlalu penting. Misalnya jika Anda jarang ada di rumah, mungkin bisa berhenti berlangganan TV kabel. Atau jika terbiasa makan di restoran, bisa memulai untuk rutin makan di rumah. Memangkas pengeluaran ekstra yang tidak perlu, akan memberikan Anda uang lebih untuk membayar tagihan utama atau tabungan ekstra.
5. Menyisihkan Uang
Teknik lainnya untuk memiliki uang ekstra selain memangkas keperluan yang tidak perlu adalah menyisihkan uang untuk keperluan tak terduga. Hal ini mencakup keperluan rumah, makanan, transportasi, hingga kesehatan.
Anggaplah sebulan Anda menghabiskan Rp 1 juta untuk makanan, masukkanlah nominal Rp 1,5 juta di budget Anda. Dengan demikian Anda memiliki sisa budget Rp 500 ribu jika ada keperluan mendadak seperti menyajikan makanan untuk tamu yang datang ke rumah. Bila tidak terpakai, Anda bisa mengalokasikannya ke hal tak terduga lain seperti servis kendaraan atau perbaikan atap rumah yang bocor. Pengeluaran seperti ini akan terasa ringan jika Anda memang sudah mempersiapkan diri dari jauh hari.
(fer/eya)
Bettina Drew, penulis gaya hidup dari California memaparkan kepada situs ehowmoney, bahwa mengatur pemasukan/gaji agar tidak cepat habis sebelum waktunya sangatlah simpel. Bagaikan memisahkan uang di dalam amplop yang berbeda-beda, Anda bisa mengontrol keuangan dengan baik, bahkan menabung lebih banyak.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengatur kembali budget Anda. Budgeting (proses mengatur budget) harus dibiasakan untuk menghindari kerumitan uang yang berujung kehabisan uang bahkan terlibat hutang. Berikut lima hal yang bisa menjadi panduan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budgeting harus dimulai dengan data-data keuangan pribadi; mulai dari tabungan, gaji, hingga pengeluaran rutin maupun mendadak. Jika Anda merasa belum yakin akan nominal yang harus ditentukan, ada cara yang lebih simpel. Kumpulkan semua bon, maupun bukti transaksi sebulan atau dua bulan terakhir. Dari data ini, bisa dicermati apa yang menjadi pengeluaran harian, mingguan, hingga bulanan. Pisahkanlah mereka berdasarkan tingkat kebutuhan, mulai dari primer, sekunder hingga tersier. Teknik ini juga akan memperlihatkan tipe apakah diri Anda dalam menghabiskan uang.
2. Tagihan Rutin
Teknik lainnya untuk mempermudah pengelolaan gaji adalah dengan mendaftarkan diri kepada layanan debit otomatis di bank. Tagihan bulanan seperti air, listrik, telepon, hingga asuransi bisa langsung terbayar sebelum Anda menghabiskan gaji untuk keperluan lain. Sama halnya dengan memprioritaskan membayar daftar tagihan tersebut langsung setelah Anda menerima gaji. Pisahkan pengeluaran rutin seperti ongkos, biaya bensin dan sebagainya di amplop terpisah sesuai kalkulasi bulan lalu. Dengan demikian, gaji sudah dialokasikan kepada hal yang urgent sifatnya.
3. Kartu Kredit
Penggunaan kartu kredit terbukti menjadi faktor utama yang mengganggu rencana budgeting yang telah dibuat. Dengan banyaknya promo dan kemudahan, orang cenderung menggunakan kartu kredit untuk membayar. Simpelnya, tinggalkan saja kartu kredit di rumah jika sadar bahwa Anda hobi menggesek kartu plastik tersebut. Ubah prioritas penggunaan kartu kredit untuk keperluan yang mendadak seperti rumah sakit.
4. Pemangkasan
Setelah mencermati pengeluaran Anda, pikirkan kembali apa yang bisa dipangkas karena sifatnya tidak terlalu penting. Misalnya jika Anda jarang ada di rumah, mungkin bisa berhenti berlangganan TV kabel. Atau jika terbiasa makan di restoran, bisa memulai untuk rutin makan di rumah. Memangkas pengeluaran ekstra yang tidak perlu, akan memberikan Anda uang lebih untuk membayar tagihan utama atau tabungan ekstra.
5. Menyisihkan Uang
Teknik lainnya untuk memiliki uang ekstra selain memangkas keperluan yang tidak perlu adalah menyisihkan uang untuk keperluan tak terduga. Hal ini mencakup keperluan rumah, makanan, transportasi, hingga kesehatan.
Anggaplah sebulan Anda menghabiskan Rp 1 juta untuk makanan, masukkanlah nominal Rp 1,5 juta di budget Anda. Dengan demikian Anda memiliki sisa budget Rp 500 ribu jika ada keperluan mendadak seperti menyajikan makanan untuk tamu yang datang ke rumah. Bila tidak terpakai, Anda bisa mengalokasikannya ke hal tak terduga lain seperti servis kendaraan atau perbaikan atap rumah yang bocor. Pengeluaran seperti ini akan terasa ringan jika Anda memang sudah mempersiapkan diri dari jauh hari.
(fer/eya)
Kesehatan
Detoks Alami dari Mikroalga! Tablet Chlorella Ini Disebut Kaya Klorofil dan Bantu Bersihkan Racun Tubuh
Kesehatan
Kolesterol Naik Setelah Makan Berat? Coba Rutin Minum Teh Hitam Herbal Ini
Kesehatan
Pantau Suhu Tubuh Saat Campak Merebak! 2 Termometer Ini Bikin Cek Demam Lebih Praktis di Rumah
Olahraga
Jangan Ngaku Runner Kalau Belum Punya 3 Perlengkapan Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Gaya Angel Karamoy di Ultah Putrinya, Kompak Bareng Eks Suami & Pacar
2
Ramalan Zodiak 8 Maret: Taurus Lebih Berani, Gemini Jangan Egois
3
50 Ide Caption Hari Perempuan Internasional untuk Media Sosial, Penuh Makna
4
Potret Aaliyah Massaid-Kesya Levronka di Ultah Mahalini, Kompak Pakai Daster
5
Potret Kemesraan Vidi Aldiano dan Sheila Dara yang Kini Tinggal Kenangan
MOST COMMENTED











































