Riset: Makin Tinggi Jabatan, Makin Tak Mendengarkan
wolipop
Kamis, 22 Sep 2011 17:18 WIB
Jakarta
-
Pernahkah Anda merasa tidak pernah didengarkan oleh bos? Banyak kasus dimana Anda ditugaskan melakukan sebuah tugas atau riset untuk sebuah proyek, namun pada akhirnya segala jerih payah tidak ada artinya dan ia malah mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan riset yang telah dibuat.
Ada kasus lain dimana Anda memberikan masukan terhadap kemajuan kemajuan perusahaan, namun ia tidak mempedulikannya dan malah memutuskan untuk mengambil jalan yang salah. Di kemudian hari ia malah memakai ide yang dulu Anda berikan sebagai miliknya tanpa memberikan akreditasi sedikitpun.
Kelly See, asisten profesor bidang manajemen dan organisasi di New York University, penasaran akan kasus-kasus seperti ini. Ia pun melakukan studi bersama Elizabeth Morrison, Naomi B. Rothman dari Lehigh University dan Jack B. Soll of Duke. Mereka melakukan riset selama lebih dari dua setengah tahun mengamati perilaku 1,500 orang.
Dari studi tersebut didapat bahwa, semakin tinggi kekuasaan seseorang, maka semakin tipis pula kemungkinan mereka akan menerima saran dari orang lain. "Sekali Anda berada dalam posisi yang kuat, akan ada kecenderungan percaya diri terhadap keputusan sendiri," ujar See menambahkan.
Seburuk-buruknya pemimpin yang tidak mendengarkan bawahannya, ternyata beberapa kasus bisa merenggut nyawa. Hal ini didukung oleh musibah pesawat Challenger 1986, dimana keputusan penerbangan yang sepihak merenggut 7 awak kapal, seperti yang diamati oleh See dan mencermati hubungannya dengan faktor psikologis.
Hipotesa didukung dengan jawaban para responden yang memiliki level manajerial yang tinggi. "Mereka tidak mempertimbangkan mengubah jawaban mereka meskipun telah menerima saran." Hal ini berlaku sebaliknya bagi bawahannya, dimana mereka menjadi seperti tidak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa menurut saja dengan keputusan atasan, baik itu benar maupun salah.
Studi yang dilakukan oleh Kelly See ini nantinya akan diterbitkan dalam jurnal akademis berjudul, 'Organizational Behavior and Human Decision Processes?' See berujar, "Kita perlu membuat orang-orang yang bekerja di posisi tinggi sadar akan hal ini. Penting bagi Anda untuk dikelilingi oleh orang-orang yang tidak akan setuju atau sekedar mengingatkan kalau Anda tidak selalu benar." Ia menghimbau agar para pemimpin harus lebih banyak mencari pendapat dari orang lain dan memaksakan diri untuk mendengarkannya.
(fer/hst)
Ada kasus lain dimana Anda memberikan masukan terhadap kemajuan kemajuan perusahaan, namun ia tidak mempedulikannya dan malah memutuskan untuk mengambil jalan yang salah. Di kemudian hari ia malah memakai ide yang dulu Anda berikan sebagai miliknya tanpa memberikan akreditasi sedikitpun.
Kelly See, asisten profesor bidang manajemen dan organisasi di New York University, penasaran akan kasus-kasus seperti ini. Ia pun melakukan studi bersama Elizabeth Morrison, Naomi B. Rothman dari Lehigh University dan Jack B. Soll of Duke. Mereka melakukan riset selama lebih dari dua setengah tahun mengamati perilaku 1,500 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seburuk-buruknya pemimpin yang tidak mendengarkan bawahannya, ternyata beberapa kasus bisa merenggut nyawa. Hal ini didukung oleh musibah pesawat Challenger 1986, dimana keputusan penerbangan yang sepihak merenggut 7 awak kapal, seperti yang diamati oleh See dan mencermati hubungannya dengan faktor psikologis.
Hipotesa didukung dengan jawaban para responden yang memiliki level manajerial yang tinggi. "Mereka tidak mempertimbangkan mengubah jawaban mereka meskipun telah menerima saran." Hal ini berlaku sebaliknya bagi bawahannya, dimana mereka menjadi seperti tidak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa menurut saja dengan keputusan atasan, baik itu benar maupun salah.
Studi yang dilakukan oleh Kelly See ini nantinya akan diterbitkan dalam jurnal akademis berjudul, 'Organizational Behavior and Human Decision Processes?' See berujar, "Kita perlu membuat orang-orang yang bekerja di posisi tinggi sadar akan hal ini. Penting bagi Anda untuk dikelilingi oleh orang-orang yang tidak akan setuju atau sekedar mengingatkan kalau Anda tidak selalu benar." Ia menghimbau agar para pemimpin harus lebih banyak mencari pendapat dari orang lain dan memaksakan diri untuk mendengarkannya.
(fer/hst)
Pakaian Wanita
Terik Matahari Ganggu Aktivitas Outdoor? 3 Pilihan Sunglasses yang Bikin Penampilan Makin Stylish
Pakaian Wanita
Sol Empuk Nggak Bikin Kaki Sakit Saat Mobilisasi Seharian! PUMA vs Skechers, Mana Lebih Oke?
Pakaian Pria
Jam Tangan Pria Parlent Gallant Vortex 42MM Automatic, Saatnya Tampil Maksimal di Hari Raya Lebaran!
Hobi dan Mainan
Rekomendasi Helm Retro Kekinian yang Bikin Riding Makin Stylish dan Aman!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Potret Inul Daratista Pakai dan Tanpa Makeup, Kulit Aslinya Jadi Sorotan
2
Ternyata Tidur Tanpa Celana Dalam Punya Manfaat untuk Wanita
3
Pesona Mahalini di Konser KOMA, Cantik Maksimal Pakai Gaun Karya 5 Desainer
4
Harper Beckham Kirim Pesan Cinta untuk Brooklyn di Tengah Konflik Keluarga
5
Heboh Isu Pacaran! Cynthia Erivo Ungkap Fakta Hubungan dengan Ariana Grande
MOST COMMENTED











































