Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tips Atasi Pekerja yang Tidak 'Perform'

wolipop
Kamis, 25 Agu 2011 12:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Di setiap perusahaan, banyak kita temui pekerja yang tidak bisa memberikan performa baik bagi kemajuan perusahaan. Misalnya, seorang Public Relation yang mengenal hampir semua orang penting, namun ia tidak bisa membuat perusahaan tempat ia bekerja menjadi naik pamornya. Hal ini menjadikan performa kerjanya buruk meskipun ia termasuk orang penting dalam bidang tersebut.

Sebagai seorang pimpinan atau manajer, Anda harus menanyakan hal ini kepada diri sendiri, apakah tim yang dibentuk sudah benar? Atau ada seseorang yang harus digantikan. Sedangkan Anda yang masih menjadi bawahan, introspeksi juga berlaku, apakah Anda telah memberikan yang terbaik, atau masih ada hal yang terlewatkan dari performa kerja Anda?

Linda Hill, Profesor sekolah bisnis Harvard dan Kent Lineback, salah satu penulis buku ilmu manajemen Being the Boss: The 3 Imperatives for Becoming a Great Leader, membagikan beberapa panduan yang bisa membantu Anda memutuskan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi hal ini, seperti yang dikutip dari CNN Money.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Anda harus memperjelas ke mana arah tujuan tim kerja. Apakah setiap staf sudah melakukan pekerjaannya yang berkomitmen terhadapnya. Jika belum, bisa jadi keputusan Anda akan menjadi tidak adil bagi orang lain. Identifikasikan ulang rencana bisnis yang telah Anda buat. Lakukan pertemuan berkala dengan tim Anda dan lihat apakah Anda harus melakukan perubahan terhadap sistem yang sudah dilakukan hingga saat ini.

2. Berikan kesempatan untuk tiap pekerja merevisi performa kerja mereka. Sebagai pimpinan, Anda bisa melakukan penilaian dan sampaikan apa saja yang mungkin bisa dilakukan untuk memaksimalkan potensi masing-masing. Jika perlu, berikan mereka pelatihan, perhatian, dan timbal balik atas segala pekerjaan yang telah dilakukan agar bisa berkembang.

3. Jika Anda merasa ada tim yang tidak bisa memberikan hasil pekerjaan yang diharapkan, jangan langsung memutuskan hubungan kerja. Coba utarakan masalah dan kendala yang dihadapi dengan bagian HRD. Ada beberapa ketentuan dan kebijakan perusahaan yang bisa diikuti sebelum memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerja. Hal ini baru bisa dilakukan jika memang Anda telah melakukan penilaian berkala dalam kurun waktu tertentu. Anda harus memperlihatkan performa kerja yang memang menurun atau datar sebagai bukti kalau ia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik.

4. Ketika Anda sudah memutuskan bahwa seorang staf tidak bisa diteruskan bekerja, jangan gegabah memutuskan hubungan kerja. Coba cari posisi lain yang sekiranya lebih cocok untuk orang tersebut. Dengan mengganti pekerjaan dan tanggung jawab yang harus diemban, Anda bisa melihat kekuatan, kelemahan dan potensi orang tersebut. Namun sekali lagi, jangan mengompromisasikan hal yang penting sebagai proyek coba-coba.

5. Terlepas dari apakah Anda tetap membiarkan seseorang bekerja atau menghentikannya, tetap perlakukan orang tersebut dengan rasa hormat. Anda tidak akan pernah tahu perkembangan apa yang dialami staf tersebut di masa depan. Banyak manajer yang berdiam diri menghadapi hal ini dan membuat perusahaannya jalan di tempat. Banyak kasus juga seorang pimpinan menyia-nyiakan talenta stafnya karena kurang komunikasi.

(fer/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads