Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Orang Habiskan Lebih Banyak Uang Saat Rileks

wolipop
Rabu, 24 Agu 2011 12:39 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Perasaan rileks adalah salah satu perasaan tenang yang dicari dan didambakan oleh setiap orang. Hal ini digunakan oleh pengusaha retail untuk membuat pembelinya merasa tenang saat berbelanja. Namun menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh Columbia Business School, perasaan rileks tak hanya membuat pengunjung tenang saat belanja, melainkan juga membuat orang mengeluarkan uang lebih banyak.

Michel Tuan Pham, Profesor Bisnis dari sekolah tersebut melakukan enam tipe eksperimen yang melibatkan dua lusin produk dan 670 peserta. "Kami memperlihatkan (di satu eksperimen) beberapa video relaksasi yang dibuat oleh tim peneliti. Hal seperti tarik dan buang napas, pemandangan positif, menutup mata, memantau indera dengan musik yang lembut. Efek robot terhadap kehidupan modern," ujar Pham.

Setelah menontonnya selama beberapa menit, peserta penelitian -pria dan wanita- dibawa ke sebuah ruangan dan diperlihatkan beragam katalog produk seperti lilin, kursi pijat, bingkai foto, kursus bungee-jumping, keanggotaan kasino, keripik kentang, hingga penyedot debu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto-foto produk tadi diperlihatkan bersamaan. Mereka lalu diminta untuk menebak harga masing-masing produk dan melingkari harga yang tersedia. Ternyata, mereka yang sedang rileks akan menebak harga lebih tinggi ketimbang mereka yang dalam keadaan normal.

Di penelitian berikutnya, Pham juga menemukan bahwa dalam sebuah acara lelang, para peserta yang dalam keadaan rileks akan menawar harga lebih tinggi sekitar 12% ketimbang mereka yang dalam keadaan terkontrol. Hal ini tentunya dengan spesifikasi produk yang diberitahukan sebelumnya, seperti yang dikutip dari Daily Finance.

Studi ini menyimpulkan, konsumen yang berada dalam keadaan rileks cenderung membeli barang yang sama meskipun harganya lebih mahal. Saat memilih produk, orang yang dalam keadaan rileks akan memikirkan nilai abstrak dari produk tersebut, sedangkan yang dalam keadaan normal akan lebih memikirkan fitur dan wujud fisik. Misalnya, sebuah kamera bagi pembeli rileks dapat mengambil foto yang penuh memori di kemudian hari, sedangkan bagi pembeli yang dalam keadaan normal, kamera tersebut dipertimbangkan karena fitur megapixel hingga kecepatan bukaan lensa.

(fer/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads