Menjadi Pengusaha Sukses ala Martha Tilaar

- wolipop Kamis, 23 Jun 2011 13:18 WIB
Dok. Wolipop
Jakarta - Menjadi pelaku bisnis yang sukses bukanlah hal yang mudah. Kendala dan rintangan sering muncul bertubi-tubi. Oleh sebab itu, strategi yang baik perlu dijalankan mulai sekarang, untuk mendapatkan kesuksesan di masa depan.

Kendala tidak hanya dialami pebisnis pemula, tapi juga pengusaha-pengusaha sukses lainnya. Mereka juga pasti mengalami kesulitan di awal bisnisnya. Tak terkecuali, pengusaha jamu dan kosmetik ternama, Dr Martha Tilaar. Wanita 74 tahun itu juga pernah mengalami kendala saat menjalankan bisnisnya.

Meskipun begitu, ibu dari empat anak itu terus semangat dan tidak putus asa dalam mengembangkan usahanya. Wanita pemilik brand PAC dan Sari Ayu itu pun berkenan memberikan tips suksesnya kepada Wolipop, saat ditemui di kediamannya, Patra Kuningan Utara, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2011). Ini dia tips sukses dari Dr Martha Tilaar untuk menjadi entrepreneur.

Janji & Buktikan
"Ingin sukses dalam bisnis harus promise and prove, Anda tidak bisa membuat janji-janji seperti 'kata nenek moyang dulu', ini harus dibuktikan," ungkap Martha.

Sehingga apapun usaha Anda, harus memiliki pembuktian, bukan sekedar janji. Ketika Anda membuka katering yang mengklaim dapat menyehatkan atau membuat langsing, Anda harus membuktikannya. Pembuktiannya pun harus akurat. Sehingga Anda dituntut untuk rajin membaca buku-buku diet. Ketika dapat membuktikannya, maka semakin banyak orang yang percaya dengan usaha Anda.

Passion
Martha menjelaskan, dalam bisnis bukan hanya memikirkan keuntungan belaka, tapi juga semangat dan kecintaan yang tinggi dengan bisnis yang dijalankan. "Salah satunya dengan kita peduli, berbagi dan memotivasi orang lain dengan mengundang dan menghargai konsumen," ujarnya.

Memiliki passion yang tinggi dapat membuat bisnis terus meningkat. Namun, passion yang kuat bukan berarti hanya terfokus pada masa depan bisnis saja. Memikirkan orang lain, seperti karyawan dan konsumen juga menjadi bagian bisnis. Seperti dekat dengan karyawan dan dapat bertoleransi. Sedangkan untuk konsumen, bisa menerapkan promo-promo yang menguntungkan. Misalkan, ketika membeli katering selama seminggu, maka mendapat gratis katering satu kali.

Jangan iri
Wajar saja terjadi persaingan dalam dunia bisnis, namun harus dengan sehat. Dr Martha menyarankan, jangan pernah iri dengan kesuksesan orang, justru harus belajar darinya.

"Setiap perjalanan ada suka dan duka. Oleh sebab itu, sukses pasti mengalami kegagalan. Itu sudah menjadi jalan hidup. Jadi kalau sudah gagal, saya hanya bisa bilang 'kesuksesan yang tertunda', sebagai motivasi diri," ungkap Martha.

(kik/hst)