Bukan Naik Mobil, Viral Pengantin Ini Naik Sapi Kesayangan ke Gereja!
Pengantin wanita biasanya tiba di lokasi pernikahan mereka menggunakan mobil. Namun, seorang petani wanita asal Somerset, Inggris, memilih moda transportasi yang berbeda untuk pernikahannya. Dia tampil unik dengan menunggangi salah satu sapi kesayangannya menuju gereja.
Pengantin wanita tersebut, Victoria Lee (37), mengungkapkan alasannya membawa sapi Swiss kesayangannya yang bernama White Chocolate Button di hari bahagianya. Menurut Victoria, hubungan mereka sangat dekat.
"Dia sudah seperti sahabat terbaik saya," ujar Victoria Lee dikutip dari BBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecintaan Victoria menunggangi sapi berawal dari masa kecilnya. Karena tidak diperbolehkan memiliki kuda poni, ia mulai melatih dan menunggangi sapi-sapi di peternakan keluarganya.
"Saya tumbuh besar di peternakan keluarga di Dorset, dan kami tidak diizinkan memelihara poni. Jadi, saya mulai menunggangi sapi," tutur Lee menceritakan awal mulanya.
"Saya berpikir, mengapa tidak melatih White Chocolate Button untuk mengantar saya ke gereja?" lanjutnya.
Victoria menceritakan bahwa ia juga sempat mencoba melatih sapi miliknya yang lain bernama Basil, namun sapi tersebut menolak.
"Saya juga mencoba melatih Basil, tetapi dia tidak mau melakukannya, jadi kami membiarkannya. Dia bahkan sempat mencoba menjatuhkan saya," katanya sambil terkekeh.
White Chocolate Button sendiri bukan pertama kalinya terlibat dalam kegiatan seru di peternakan. Sapi tersebut ternyata sudah terbiasa dipasangi ornamen atau pakaian unik pada momen-momen tertentu.
"Dia sudah terbiasa didandani sebagai hantu untuk perayaan Halloween. Dia dipasangi sprei yang dilubangi di bagian mata dan telinganya, jadi dia sudah sangat terbiasa," ungkap Victoria Lee.
Prosesi Victoria menuju lokasi pernikahan berlangsung cukup unik. Dia naik traktor menuju area desa sebelum melanjutkan sisa perjalanan ke gereja dengan menunggangi sapinya, White Chocolate Button. Sepanjang perjalanan menuju gereja, pengantin wanita dan sapinya ini didampingi oleh para bridesmaids.
Setelah upacara pernikahan selesai, pasangan pengantin disambut dengan jajar kehormatan (guard of honour) di luar gereja. Para pengiring pengantin pria (groomsmen) berdiri berjejer sambil mengangkat berbagai peralatan pertanian ke atas sebagai penghormatan.
Uniknya lagi, tugas sebagai peternak tidak lantas ditinggalkan di hari pernikahan. Sementara para tamu undangan menuju lokasi resepsi di Desa Mark, Victoria dan suami barunya, Mike, harus pulang sebentar ke peternakan untuk memerah susu sapi-sapi mereka terlebih dahulu sebelum kembali dan bergabung dalam pesta resepsi. Para tamu pun dengan senang hati menunggu selama beberapa jam hingga pasangan pengantin tersebut selesai menuntaskan kewajiban harian mereka.
(gaf/eny)











































