Viral Kisah Haru Pengantin Ubah Kaki Palsu Senada Dengan Gaun Pernikahan
Hari pernikahan selalu menjadi momen spesial di mana setiap pengantin ingin tampil memukau dan percaya diri. Hal ini lah yang dirasakan oleh Shannon Mitchell, seorang pengantin wanita berusia 25 tahun asal Inggris.
Berkat inovasi dan sentuhan seni, ia berhasil mengubah kaki palsunya menjadi sebuah karya seni indah yang senada dengan tema warna pernikahannya. Ide ini bermula ketika ibunda Shannon, Gabrielle Couch, menghubungi para spesialis seni cetak di Centre for Print Research (CFPR) di University of the West of England, Bristol.
Sang ibu meminta tim ahli untuk membuatkan penutup (cover) khusus untuk kaki palsu putrinya agar cocok dengan gaun pengantin yang dikenakan pada pernikahan April 2026,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengubah Plastik Polos Menjadi Karya Seni
Pengantin wanita, Shannon Mitchell, tampil percaya diri di hari pernikahan usai mengubah kaki palsunya jadi karya seni indah bermotif renda senada gaunnya. Foto: Dok. University of the West of England / SWNS / People. |
Sebelum mendapatkan transformasi ini, Shannon mengaku penutup kaki palsunya terlihat sangat kaku dan membosankan. Namun, tim CFPR berhasil mengubah pandangan tersebut.
"Sebelumnya, penutup kaki palsu saya hanyalah cangkang plastik putih polos yang mengingatkan saya pada karakter Stormtrooper di film Star Wars," kenang Shannon dilansir dari People.
TimCFPR melakukan proses cetak saring (screen-printing) pola bermotif renda pada kertas tisu tipis Jepang menggunakan perpaduan warna jingga dan merah muda. Kertas tisu bermotif tersebut kemudian diaplikasikan dengan teknik khusus sehingga tampak menyatu sempurna seperti "tato" di permukaan penutup kaki palsunya.
Pengantin wanita, Shannon Mitchell, tampil percaya diri di hari pernikahan usai mengubah kaki palsunya jadi karya seni indah bermotif renda senada gaunnya. Foto: Dok. University of the West of England / SWNS / People. |
Agar tidak mudah robek atau basah, lapisan luar penutup tersebut dilapisi dengan pernis kedap air. Hasilnya pun luar biasa. Shannon mengenakan kaki palsu artistik tersebut di balik gaun pengantin panjangnya saat upacara pernikahan, lalu dengan bangga memamerkannya saat berganti mengenakan gaun pendek dan sepatu Converse pada resepsi malam hari.
"Kaki palsu saya kini menjadi bagian dari pakaian saya. Mengenakannya di hari pernikahan memberikan saya rasa percaya diri dan membuat saya merasa bangga," ungkap Shannon penuh kebahagiaan.
"Itu bukan lagi sekadar penutup kaki palsu itu adalah sebuah karya seni yang membantu menceritakan kisah hidup saya dan membuat saya bisa merayakan setiap bagian dari diri saya saat berdansa sepanjang malamm," tambahnya.
Proses pembuatan kaki palsu artistik ini melibatkan tim ahli dari CFPR, termasuk Laura Clarke, Julia Kowalska, dan Profesor Carinna Parraman. Mereka memulainya dengan memindai sebagian renda dari gaun pengantin Shannon dan menggunakan penyuntingan foto untuk membuat pola yang berulang agar presisi saat dipasang.
Bagi tim CFPR, ini adalah pertama kalinya mereka membuat penutup untuk sebuah kaki palsu. Laura Clarke menyatakan bahwa proyek ini memberikan kesan mendalam yang sangat personal bagi timnya.
"Proyek ini sangat menarik karena terasa begitu personal dan sangat berarti bagi klien kami. Kami benar-benar ingin memastikan semua ide dan keinginan Shannon terserap dengan baik," ujar Laura Clarke.
Keberhasilan proyek ini pun membuka pintu bagi inovasi-inovasi baru di masa depan. Tim CFPR melihat adanya potensi besar untuk membantu lebih banyak orang penyandang disabilitas agar tampil lebih percaya diri lewat karya seni cetak.
"Respons positif yang kami terima telah menginspirasi kami untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi desain penutup kaki palsu yang disesuaikan secara khusus (bespoke)," kata Profesor Carinna Parraman.
(gaf/eny)













































