Gaun Nenek dari Tahun 1966 Masih Pas Dipakai Cucu Menikah, Kisahnya Viral
Kisah haru seorang pengantin wanita yang mengenakan gaun pernikahan mendiang neneknya dari tahun 1966 viral di TikTok dan menyentuh hati jutaan netizen.
Ialah Catherine Michelle Bartlett (31 tahun) yang membagikan momen emosional saat mencoba gaun antik tersebut di depan neneknya. Peristiwa itu terjadi dua bulan sebelum sang nenek mengembuskan napas terakhirnya di usia 77 tahun. Bagi Catherine, gaun yang tersimpan rapi selama puluhan tahun itu bukan sekadar busana, melainkan warisan cinta mendalam dari sang nenek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
@catherinemichelle__ One of my most cherished memories! I am so grateful my stepmom filmed this 🤍🕊️ #grandmother #granddaughter #grandma #weddingdress #weddingtok ♬ originalljud - The Eleklint's
Saat ia berusia 19 tahun usia yang sama persis ketika sang nenek menikah, mereka berdua pertama kali membongkar kotak penyimpanan gaun tersebut. "Saya mencobanya saat itu dan pas sekali. Jadi sejak momen itu, saya selalu menanamkan dalam hati bahwa jika suatu hari saya menikah dan ukurannya masih pas, saya sangat ingin memakainya," katanya.
Momen haru Catherine Michelle Bartlett saat mencoba gaun pernikahan lawas sang nenek. Busana antik ini tetap dipertahankan tanpa permak sedikit pun. Foto: Dok. Diana Watkins, The London Vow; Catherine Michelle, & People. |
Lebih dari satu dekade berlalu, impian itu akhirnya benar-benar menjadi nyata pada tahun 2025 ketika Catherine bersiap menyambut hari bahagianya. Saat gaun pengantin itu dicoba kembali, keajaiban pun terjadi. Gaun tersebut masih pas di tubuhnya tanpa perlu diubah sedikit pun. Momen tersebut bahkan membuat seluruh ruangan menangis haru, termasuk kakek tercinta.
"Ketika kami mengeluarkannya lagi pada tahun 2025 dan saya masuk ke dalamnya, gaun itu melekat sempurna," ungkap Catherine.
Momen haru Catherine Michelle Bartlett saat mencoba gaun pernikahan lawas sang nenek. Busana antik ini tetap dipertahankan tanpa permak sedikit pun. Foto: Dok. Diana Watkins, The London Vow; Catherine Michelle, & People. |
Bagi Catherine, mengenakan gaun ini juga menjadi caranya untuk menyembuhkan luka masa lalu keluarganya. Ibu baptis Catherine sekaligus anak perempuan satu-satunya Patricia, Michelle Bartlett, meninggal dunia di usia 15 tahun akibat kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi mabuk.
Catherine, yang dinamai mirip dengan mendiang tantenya tersebut, selalu merasa ingin memberikan kebahagiaan yang sempat hilang dari hidup neneknya. "Lewat cara kecil ini, saya rasa saya ingin memberinya kesempatan untuk merasakan kegembiraan dan kegembiraan yang selalu ingin dibagikan oleh setiap ibu kepada anak perempuannya," tutur Catherine.
Meski demikian, Patricia semasa hidupnya tidak pernah memaksakan Catherine. Ia bahkan sempat menyarankan agar gaun itu dipotong saja untuk dijadikan model baru atau diubah menjadi suvenir keluarga. Namun, bagi Catherine, keputusannya sudah bulat.
"Saya rasa dia tidak pernah membayangkan bahwa saya akan benar-benar berjalan di altar mengenakannya, apalagi memakainya tanpa diubah sama sekali. Namun bagi saya, tidak pernah ada gaun lain yang bisa menandinginya," tegasnya.
Pernikahan sipil Catherine akhirnya digelar pada 2 Mei 2026 di Old Marylebone Town Hall, London. Luar biasanya, gaun tersebut dipakai dalam kondisi yang hampir sama persis seperti tahun 1966.
Catherine memilih untuk tidak merombaknya, tidak membawanya ke dry cleaning, bahkan membiarkan sebuah robekan kecil di bawah lengan gaun tersebut tetap apa adanya. Bersama ibunya, ia hanya menyetrika gaun itu dengan uap.
"Dalam pikiran saya, robekan itu adalah bukti bahwa nenek saya bersenang-senang di hari pernikahannya," katanya.
Kini, gaun tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam. Patricia meninggal dunia pada 6 Oktober 2025, beberapa bulan sebelum hari pernikahan Catherine.
Video saat Catherine mencoba gaun pengantin neneknya yang awalnya hanya dianggap sebagai dokumentasi keluarga biasa, kini menjadi momen paling berharga yang merekam suara, senyuman, dan kebahagiaan terakhir sang nenek.
"Rekaman itu sangat berarti bagi saya saat itu, dan sekarang menjadi segalanya bagi keluarga kami," ucap Catherine lirih.
Melihat videonya viral dan menuai banyak pesan hangat dari orang asing di internet, Catherine mengaku sangat terharu. Namun, satu hal yang paling membuatnya tersenyum adalah membayangkan bagaimana reaksi sang nenek jika masih hidup melihat kehebohan ini.
"Dia pasti akan sangat menyukai perhatian dan reaksi yang diterimanya," ujar Catherine sambil tertawa.
(gaf/eny)













































