ADVERTISEMENT

Viral Wanita Curhat Suami Ingin Cerai karena Orang Tua Sering Ikut Campur

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 03 Des 2022 16:30 WIB
Young married couple and senior mother having bad discussion. Ilustrasi anak yang sedang berdiskusi dengan orang tua. Foto: Getty Images/iStockphoto/JackF.
Malaysia -

Beredar viral unggahan seorang wanita yang curhat suaminya ingin bercerai dan membuat ia sakit hati. Berawal dari unggahan akun Facebook Suriati Ghani yang menceritakan kedua orang tuanya sering ikut campur dalam masalah rumah tangga.

Pasangan yang berasal dari Malaysia ini baru saja mendirikan rumah tangga sekitar delapan bulan. Selama menjalani kehidupan rumah tangga, Suriati mengungkapkan kedua orang tuanya sering ikut campur. Sehingga tak jarang membuat hubungannya dan suami semakin memanas. Hingga sang suami memutuskan untuk berpisah.

"Jujur saya sayangkan pernikahan ini tapi karena ikut campur tangan ibu dan bapak saya, membuat suami saya ingin berpisah. Kami baru delapan bulan menikah dan tinggal di rumah orangtua saya," tulis Suriati.

Beredar viral unggahan wanita yang curhat kedua orang tua sering ikut campur dalam rumah tangga.Beredar viral unggahan wanita yang curhat kedua orang tua sering ikut campur dalam rumah tangga. Foto: Dok. Facebook Suriati Ghani.

Ia mengatakan dalam unggahannya, orang tua yang ikut campur dalam masalah rumah tangga anak akan membuat kehidupan rumah tangga menjadi tidak harmonis. Ia ingin kedua orang tuanya tidak melebihi batas dan memahami peranan masing-masing.

Unggahan Suriati sudah mendapatkan reaksi dari ratusan pengguna Facebook. Warganet yang membanjiri kolom komentar, ada yang memberikan saran dan menanggapi unggahan Suriati.

"Bukan hanya ibu dan bapak, ipar dan tante juga kadang sering ikut campur dan menghasut," ucap pengguna Facebook Mya Mya.

"Pertama berunding kemudian mencari rumah sewa, sebaiknya setelah menikah buat rencana," saran akun Farah Lepatoni.

"Pindah rumah saja," kata Nurul Hawa.

Saran Psikolog untuk Pasangan yang Orangtua atau Mertua Ikut Campur Urusan Rumah Tangga

Psikolog Liza Marielly Djaprie mengatakan keretakan rumah tangga karena mertua dipengaruhi karena budaya Indonesia. Yakni mertua yang tidak tau batas dan masih mencoba untuk mengontrol kehidupan anaknya meskipun sang anak sudah menikah.

"Karena memang budaya indonesia yang mertua masih ingin ikut campur, beda sama budaya luar dimana mereka membiarkan anak-anaknya mandiri. Bisa juga karena keras tak bisa diajak diskusi. Pasif agresif, iya iya aja maksudnya nanti dibilangin cucunya jangan dikasih es krim, terus dia bilang iya, tapi di belakangnya malah dikasih es krim," jelas Liza.

Psikolog klinis ini menambahkan ada beberapa cara yang bisa dilakukan pasangan untuk tetap mempertahankan pernikahan meskipun mertuanya menyebalkan. Liza pun mengungkapkan bahwa yang terpenting ada keinginan dan usaha dalam diri pasangan untuk mencoba menjaga jarak dengan mertua dan menghindari perselisihan.

"Yang paling mungkin kitanya jangan baperan, apa yang diomongin mertua jangan ditelan bulat-bulat sampai bikin sakit hati sendiri. Jangan reaktif, kadang yang jadi rusuh itu mertuanya ngomong apa tanpa kita mencoba berpikir tenang terus kitanya gampang tersulut," tutur Liza.

"Jika memang sangat mengganggu ya pisah rumah kalau masih tinggal bareng orangtua, dan membatasi hubungan tersebut. Maaf ya pak bu ini demi pernikahan saya," imbuhnya.

(gaf/eny)