Banyak Jomblo di Jepang Tak Mau Nikah, 'Ogah Ribet' Jadi Alasan Utama

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Minggu, 19 Jun 2022 10:00 WIB
Asian woman passenger with casual suit using the social network via smart mobile phone in the BTS Skytrain rails or MRT subway for travel in the big city, lifestyle and transportation concept Foto: Thinkstock
Jakarta -

Satu dari empat lajang usia 30-an di Jepang tidak berminat menikah, menurut survei yang dilakukan badan pemerintah. Ada berbagai alasan yang mendasari keputusan tersebut.

Pada Selasa (14/6/2022), Kantor Biro Kesetaraan Gender di Jepang merilis hasil survei yang dilakukan terhadap 20 ribu responden dari usia 20 hingga 60-an. Survei digelar pada Desember 2021 dan Januari 2022.

Hasil survei menunjukkan bahwa 25,4 persen responden wanita dan 26,5 responden pria tidak ingin menikah. Sebagian besar wanita menolak menikah karena merasa tidak siap dengan berbagai tugas rumah tangga dan mengurus anak yang dibebankan kepada mereka. Belum lagi harus melayani pasangan mereka seumur hidup setelah menikah.

Studi juga mengungkap wanita Jepang enggan menikah karena tidak mau repot mengganti nama belakang. Sebab menurut aturan tentang warga sipil di Jepang, dalam keluarga hanya boleh memiliki satu nama keluarga, dan biasanya wanitalah yang harus mengganti nama belakang mereka.

Sementara itu, para responden pria memiliki jawaban berbeda, tentang alasan mereka tidak mau menikah. Sebagian besar responden pria menginginkan kebebasan selama mungkin. Mereka juga menolak pernikahan karena merasa belum mapan secara finansial dan memiliki pekerjaan tetap untuk menafkahi kehidupan setelah berumahtangga.

Ada pula yang memberikan jawaban sederhana kenapa mereka tidak terpikirkan untuk menikah. Sebanyak 36,2 persen pria di usia 20 hingga 39 tahun menyatakan alasannya karena belum menemukan pasangan hidup yang cocok.

Jepang menjadi salah satu dari empat negara yang mengalami 'resesi seks' karena banyak warganya tidak tertarik pada pernikahan. Tahun lalu, Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan bahwa angka kelahiran di negaranya turun hingga rekor terendah pada 2020.

Dikutip dari Reuters, pada 2020 angka kelahiran di Negeri Sakura hanya berjumlah 840.832. Jumlah ini turun 2,8 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini diduga disebabkan oleh rendahnya jumlah pernikahan di Jepang. Disebutkan, penurunannya mencapai 12,3 persen pada 2020, menjadi hanya 525.490 pernikahan per tahun.



Simak Video "Potret V BTS hingga Lisa BLACKPINK Saat Naik Jet Pribadi ke Paris"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)