ADVERTISEMENT

TikTok Viral Verificator

Viral Kasta Tertinggi Pernikahan: Undangannya Ada Tulisan Tidak Terima Amplop

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 16 Mei 2022 16:00 WIB
Beredar viral kartu undangan unik di media sosial. Kartu undangan viral di media sosial. Foto: Dok. TikTok @icha_abima.
Sumenep -

Pernikahan ini viral di media sosial karena memiliki tulisan di undangan yang disebut sebagai 'kasta tertinggi dalam pernikahan'. Dalam undangan pernikahan viral itu, tertulis bahwa kedua mempelai tidak menerima amplop atau uang kondangan dari para tamu.

Undangan pernikahan itu viral setelah diunggah oleh akun TikTok @icha_abima. Dalam video yang berdurasi 15 detik itu, ia membuka sebuah undangan pernikahan yang digelar pada Minggu (20/5/2022). Ia menuliskan undangan tersebut sebagai kasta tertinggi acara pernikahan.

"Kasta tertinggi dari sebuah acara pernikahan adalah...
Kalau diundang tertera tulisan kayak gini
Mohon maaf tidak menerima acara," kata akun TikTok @icha_abima.

Akun TikTok @icha_abima menjelaskan maksud dari kalimat 'tidak menerima acara' yang tertera di kartu undangan pernikahan. "Artinya kamu dateng ke resepsi pernikahan gak usah bawa amplop! #WouldYouLoveYou #fyp," tulis keterangan video akun TikTok @icha_abima.

Beredar viral kartu undangan unik di media sosial.Beredar viral kartu undangan unik di media sosial. Foto: Dok. TikTok @icha_abima.

Video TikTok tersebut langsung viral ditonton lebih dari 2,4 juta views dan mendapatkan beragam komentar dari warganet. Ada yang belum mengerti maksud tulisan di undangan pernikahan itu, ada juga yang berkomentar soal amplop kondangan.

"Masih belum paham😅," kata akun @ordinary_man.

"Serius, sempet nyesel bikin acara lumayan gede, kehidupan gak cuma pas akad, selanjutnya lebih berat," curhat akun @asahrdyia.

"Sebenarnya yang bikin adat amplopan itu siapa sih? Gue pikir amplopan itu ya sekedar reward/sedekah aja bukan masuk ke utang karena ga ada perjanjian," ucap pengguna TikTok @Vicky Afianto.

"Mau hajatan apa jualan nasi?" ujar akun @bobos.

"Acara resepsi yang baik memang tujuannya memberi sedekah untuk tamu undangan, bukan mengharap amplop para undangan:-)," saut akun @Dodo.Gak__Pakek_L.

"Karena memang acara pernikahan itu bukan ajang menerima amplop terbanyak tapi memberi sedekah makan kepada siapa pun sebagai ungkapan syukur🥰," timpal akun @bydwiernaaaa.

@icha_abima artinya kamu dateng ke resepsi pernikahan gak usah bawa amplop ! #WouldYouLoveYou #fyp ♬ DJ ANGEL BABY JEDAG JEDUG FULL BEAT - DjKomangRimex

Konfirmasi Wolipop

Wolipop sudah menghubungi pemilik akun TikTok @icha_abima, Rochmatuz Zakiah atau akrab disapa Icha zakiah yang mengunggah soal undangan pernikahan dengan tulisan 'tidak menerima acara' atau amplop kondangan tersebut. Dia menjelaskan lagi soal kata acara yang ditulis di dalam undangan viral itu.

"Di daerah saya (Sumenep, Jawa Timur) apabila menerima undangan terdapat kalimat "mohon maaf tidak menerima acara" artinya para tamu undangan tidak perlu membawa hadiah, sumbangan atau amplop. Hal tersebut sudah menjadi bagian tradisi dari masyarakat Sumenep tapi tidak semua orang melakukannya," ungkap Icha kepada Wolipop lewat pesan singkat, Jumat (13/5/2022).

Wanita 35 tahun itu mengatakan undangan yang viral itu merupakan pernikahan anak dari temannya. Pernikahan digelar pada 20 Mei 2022 mendatang. Ia melanjutkan lagi arti di balik tulisan 'acara' yang tertera pada kartu undangan.

"Biasanya ada dua golongan kategori orang yang melakukan hajat "tidak menerima acara" di sini, golongan tersebut berdasarkan strata sosialnya (asumsi strata sosial berdasarkan asumsi nilai kebanyakan orang-orang pada umumnya)," jelas Icha.

Menurut Icha, orang dengan golongan tokoh sosial masyarakat tinggi di Sumenep rata-rata biasanya mengadakan pesta pernikahan dengan tulisan "tidak menerima acara" pada undangan pernikahannya. Sebab orang yang menggelar hajatan itu sudah dianggap mampu atau berkecukupan atau mandiri secara financial. Dan pesta pernikahan digelar dengan meriah, makanan juga mewah serta setiap tamu juga diberikan souvenir atau kue untuk dibawa pulang.

"Sedangkan untuk golongan orang yang ekonominya sederhana mereka pada umumnya mengundang dengan undangan "tidak menerima acara" karena mereka mengadakan hajat pernikahan dengan sangat sederhana baik acara pesta pernikahanya atau pun suguhan-nya, tujuannya agar ke depan-nya yang memiliki hajat tidak memiliki tanggungan "utang" amplop-an," pungkas Icha.

(gaf/eny)