ADVERTISEMENT

3 Cara Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak, Jangan Saling Menjelekkan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 28 Feb 2022 16:00 WIB
Close up of cute little daughter cuddle with young mom look in eyes enjoy sweet time together, smiling preschooler girl have tender moment with mother or nanny showing love and affection Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes.
Jakarta -

Mengalami perceraian dalam rumah tangga tentunya tidak mudah untuk dilalui. Kedua orangtua sebaiknya memikirkan cara untuk menyampaikan kabar perceraian kepada anak.

Cara penyampaian yang tepat dan mudah dimengerti oleh anak akan membuat proses tersebut menjadi lebih mudah. Lalu bagaimana menjelaskan perceraian orangtua kepada anak?

Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Alfath Hanifah Megawati, M.Psi. atau disapa Ega, ada tiga cara yang bisa kedua orangtua lakukan agar sang anak tidak memberikan reaksi negatif.

1. Stabilkan Emosi

Memberi tahu anak tentang perceraian memang menjadi tugas yang berat bagi orangtua. Menurut Ega, sebelum sampai menjelaskan kepada anak-anak, pastikan kamu dalam kondisi emosi yang cukup tenang dalam menjelaskan kepada anak-anak.

2. Hindari Detail tentang Konflik

Ega menjelaskan kedua orangtua sebaiknya jangan terlalu detail menyampaikan informasi tentang perceraian. Apalagi ada unsur-unsur perselingkuhan, atau unsur kebencian yang kamu alami kepada anak-anak kamu.

"Karena anak itu ibarat spons, semakin banyak informasi negatif yang kamu berikan kepada anak. Maka itu akan bergema pada diri anak dan akan berkembang di dalam diri. Anak kecil belum bisa memproses hal-hal yang sifatnya abstrak, mereka bisa memproses hal yang sifatnya kongkrit dan sederhana," kata Ega kepada Wolipop lewat pesan suara, Rabu (23/2/2022).

Jadi tidak usah membubuhkan hal-hal kebencian, seperti detail ayahnya tidak bertanggung jawab atau lainnya. Yang anak butuhkan adalah kepastian bahwa apapun yang terjadi pada hubungan orangtuanya, mereka akan tetap merasa aman dan dicintai oleh kedua ayah dan ibunya. Pastikan anak-anak tidak akan kehilangan waktu untuk bisa berkoneksi dengan bapak atau ibunya.

3. Kasih Sayang Kedua Orangtua Tidak Berubah

Berikan pemahaman bahwa perpisahan antara ibu dan bapak itu adalah bukan akhir dari kebahagiaan sebagai satu keluarga. "So, ini adalah tugas yang berat bagi kamu yang menjalani hidup sendiri dan mengasuh anak. Karena balik lagi, kamu butuh dealing dengan emosi-emosi kamu. Jangan sampai anak yang mendapatkan dampaknya. Tidak akan membuat nyaman dengan hidup mereka di kemudian hari," jelas Ega.

Faktanya menurut penelitian bukan struktur keluarga atau perceraian yang membuat perkembangan anak bermasalah, tapi konflik yang terjadi di depan mata, kebencian yang terpapar, relasi yang tidak harmonis yang terlihat oleh anak, itu justru yang memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak.

(gaf/eny)