ADVERTISEMENT

4 Cara Self Healing Buat Para Istri yang Diselingkuhi Suami

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 24 Feb 2022 15:15 WIB
Unhappy Couple After an Argument in the Living Room at Home. Sad Pensive Young Girl Thinking of Relationships Problems Sitting on Sofa With Offended Boyfriend, Conflicts in Marriage, Upset Couple After Fight Dispute, Making Decision of Breaking Up Get Divorced Ilustrasi pasangan suami dan istri. Foto: Getty Images/PixelsEffect.
Jakarta -

Kehidupan rumah tangga Mawar AFI dan suaminya Steno Ricardo mendadak jadi sorotan publik. Keduanya sudah resmi bercerai pada 11 Januari 2022. Mawar kemudian mengungkapkan bahwa mantan suaminya menikahi baby sitter anak-anaknya tidak lama setelah cerai.

Kabar perselingkuhan pun muncul saat eks suami Mawar diketahui menikahi Susi, baby sitter anak-anaknya. Namun suami Mawar, Steno Ricardo membantah kabar tersebut.

Perselingkuhan seorang suami menurut psikolog Klinis Dewasa, Alfath Hanifah Megawati, M.Psi. atau disapa Ega, pasti membuat istri merasa kecewa dan terpukul. Namun kata Ega, bukan berarti seorang istri tidak bisa mengelola emosi negatifnya itu.

"Akan ada perasaan emosi negatif bervariasi yang intensitasnya naik turun. Ada marah, sedih, duka, dan kecewa yang dirasakan. Tapi ingat, bukan berarti kita tidak bisa merasakan bahagia dan tenang ketika emosi itu terjadi," ungkap Ega kepada Wolipop lewat pesan suara, Rabu (23/2/2022).

Berikut cara memulihkan dampak psilologis atau emosi negatif akibat mengalami kasus perselingkuhan dalam rumah tangga:

1. Kenali Emosi

Ega mengatakan cara untuk memulihkan berbagai perasaan setelah tahu pasangan selingkuh adalah dengan mengenali emosi diri.

"Kenali emosi tersebut membawa pesan apa? Dilatarbelakangi oleh apa? Berikan tempat untuk berproses dari dalam diri kita. Tapi jangan blokir diri kita untuk merasakan tenang dan senang. Tugas kita mencari perasaan itu," tuturnya.

2. Lakukan Self Care

Menurut Ega ketika sedang berada di titik terendah dalam hidup, kamu bisa mengalihkan dengan melakukan tindakan manajemen kesehatan diri seperti self care. Self care adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan sehat secara fisik, termasuk kebersihan, nutrisi, dan mencari perawatan medis bila diperlukan.

"Lakukan kegiatan-kegiatan yang bisa menolong diri kita, seperti self care, makan yang teratur, tidur yang cukup, minum air putih, olahraga, berdiskusi dengan support system kita, fokuskan kepada diri kamu sendiri dan anak-anak, hal-hal yang bisa memberikan energi positif terhadap diri kamu" tambah Ega.

3. Mempersiapkan Diri untuk Bisa Lebih Kuat

Ega menuturkan kamu sebaiknya mempersiapkan diri bahwa ini bagian dari perjalanan hidup yang harus dilalui dan menjadi sosok yang jauh lebih kuat.

"Pasti ada banyak pelajaran yang kamu dapatkan dan sesuatu yang besar. Timbulkan keyakinan bahwa kamu bisa melaluinya walaupun berat. Keyakinan ada pelangi sesudah badai, itu hal yang kembangkan pada diri kamu," jelasnya/

4. Diri Sendiri adalah Prioritas Utama

"Diri kamu adalah prioritas, yang menjadi prioritas bukan lagi masalah benar atau salah. Tapi yang menjadi prioritas adalah diri kamu sendiri. Bagaimana kamu bisa berdamai dengan rasa sakit ini, kita bisa menata kehidupan kita sedikit demi sedikit. Cari energi positif yang membuat kamu lebih baik," kata Ega.

Ega menyarankan agar membatasi informasi yang masuk terutama jika sedang merasa rentan. "Batasi informasi negatif dan mencari informasi yang membuat kita bisa jauh lebih kuat. Tidak ada pernikahan tanpa masalah," tegasnya.

Masalah itu adalah wadah untuk kamu terus belajar, apakah kamu mau meninggalkan masalah ini? Atau kamu mau menyelesaikannya? Atau diam diri seakan-akan masalah ini tidak terjadi.

"Jadi balik lagi fokus ke masalah diri sendiri jangan ikut campurkan dengan hal-hal yang terjadi di luar sana," ujarnya.

5. Dekatkan Diri dengan Orang atau Keluarga Terdekat

Saat mengetahui pasangan selingkuh, kamu bisa meminta dukungan dari orang-orang terdekat yang kamu percaya, bisa juga dari ranah profesional.

"Jika kamu menangkap masalah dalam pernikahan kamu dan sulit bagi kamu atau pasangan untuk memperbaikinya, cari bantuan untuk mendiskusikan hal ini. Jangan menunggu masalah ini menimbun bertahun-tahun dan menunggu kamu atau pasangan sampai pada level 'nggak kuat lagi'," tegas Ega.

(gaf/eny)