Suami Pinjam Duit Rp 451 Juta dari Istri, Malah Dipakai untuk Nikah Lagi

Hestianingsih - wolipop Kamis, 28 Jan 2021 14:51 WIB
Young unhappy couple arguing about money bills documents at home kitchen, family disputing disagreeing on budget expenses, man and woman quarreling having financial problem with papers and laptop Foto: iStock
Riyadh -

Membantu suami yang sedang kesusahan adalah hal wajar dilakukan para istri. Tapi bagaimana bila bantuan itu justru disalahgunakan dan justru membuat sakit hati?

Seorang pria di Arab Saudi meminjam uang sebesar 120 ribu riyal atau sekitar Rp 451 juta dari istrinya untuk membayar utang. Sang suami memohon dengan mengklaim bahwa hidupnya akan berada dalam bahaya jika tidak segera melunasi utangnya tersebut.

Setelah uang ratusan juta itu diberikan, sang suami justru melakukan perbuatan yang menyakiti hati istrinya. Beberapa minggu setelah dia menerima uang tersebut, salah seorang kerabat memberitahu bahwa suaminya berencana menikahi wanita lain.

Merasa tidak tenang mendengar kabar tersebut, dia pun menanyakan langsung pada suaminya, apakah benar akan menikah lagi. Awalnya suami menyangkal, namun akhirnya mengakui, bahwa dirinya akan menikah lagi dalam waktu dekat.

Sang istri pun meminta uang yang pernah ia pinjamkan untuk dikembalikan. Tapi pria tersebut menolaknya. Akhirnya istrinya mengambil langkah hukum.

Seperti diberitakan Gulf News, istrinya mengajukan pembatalan pernikahan ke pengadilan. Namun prosesnya akan sulit sebab dibutuhkan persyaratan khusus untuk membatalkan pernikahan.

Seseorang bisa membatalkan pernikahan karena beberapa alasan. Di antaranya, karena salah satu pihak menyembunyikan aib atau cacat dari pasangannya saat menandatangani perjanjian pernikahan. Alasan lainnya karena salah satunya tidak sanggup memenuhi kewajiban sebagai suami atau istri.

Jika salah satu dari sejumlah kondisi itu terpenuhi, maka istri bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama. Nantinya juri akan mengevaluasi alasan ingin membatalkan pernikahan dan jika valid maka bisa lanjut ke persidangan.

(hst/hst)