Sstt...Ada Komunitas Pelakor Indonesia di Facebook, Ini Kata Pendirinya

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 25 Jun 2020 11:03 WIB
ILUSTRASI FOKUS PELAKOR DIGUYUR UANG (FOTO: INTERNET/ILUSTRATOR: ZAKI ALFARABI/DETIKCOM) Ilustrasi pasangan suami istri yang sedang bertengkar. Foto: iStock.
Jakarta -

Kaum hawa yang merasa rumah tangganya diganggu oleh pelakor alias perebut laki orang, kini ada wadah yang bisa menampung berbagai keluh kesah. Wadah itu adalah Komunitas Pelakor Indonesia di Facebook yang viral menjadi atensi warganet baru-baru ini.

Apa itu Komunitas Pelakor Indonesia? Menurut keterangan dalam grup Facebook, Komunitas Pelakor Indonesia adalah tempat mencurahkan isi hati tentang pelakor dan mengunggah foto pelakor yang meresahkan.

"Grup ini adalah ajang silaturahmi untuk para madu dan pembenci pelakor... shilakan baku hantam di sini asal tidak rasis. Dilarang keras mengunggah gambar gambar tidak senonoh, dilarang ber iklan, dilarang berpolitik,dilarang hoax dan di larang menebar berita bohong,, Apabila ada status dan gambar yg tidak berkenan di hati kalian shilakan laporkan ke admin, akan kami delete permanen dan di kluarkan dari anggota group secara tidak hormat.... terimakasih. NB... akun fake dilarang masuk," tulis grup Facebook Komunitas Pelakor Indonesia.

Ilustrasi selingkuhIlustrasi wanita yang kecewa. Foto: Istock.


Saat dikonfirmasi Wolipop, admin sekaligus pendiri dari grup Komunitas Pelakor Indonesia, Ratih Ayu Pramudita menjelaskan tentang komunitas di Facebook yang viral itu. Seperti yang sudah ditulis di Facebook, kata Ratih, komunitas ini merupakan ajang curhat para wanita yang sudah dimadu oleh pasangannya.

"Grup ini hanya curahan hati para wanita yang telah di madu. Tapi sekarang sudah dimasuki oleh wanita wanita korban pelakor. Sehingga jadi ramai dah pada ribut di sini. Saya membuat grup ini karena saya merasa prihatin melihat banyak orang yang menikah siri tapi sama sekali tidak dihargai," ungkap Ratih Ayu Pramudita kepada Wolipop lewat Chat Facebook, Rabu (24/6/2020).

Ratih mengaku sudah membuat akun grup Komunitas Pelakor Indonesia sejak 2016. Namun grup tersebut baru dipublikasikannya satu tahun yang lalu. Grup yang berawal dari curhatan para wanita dimadu itu kini menjadi lebih kompleks.

kpiKomunitas Pelakor Indonesia. Foto: Dok. Facebook Komunitas Pelakor Indonesia



"Awal grup ini hadir ya cerita tentang keluh kesah wanita yang dimadu. Tapi sekarang amburadul menjadi tempat hujatan dan hinaan kepada pelakor," ujarnya.

Dilihat dari aktivitas member yang dominasi adalah wanita, komunitas ini berisi postingan mereka yang mencari keberadaan pelakor beserta dengan foto pelakor. Ada juga yang mengunggah meme tentang pelakor dan yang curhat hubungannya diganggu oleh pelakor.

"LO SEMUA YG JADI PELAKOR. MANTEP LU? CANTIK LU AMBIL LAKINYA ORG? GAMAMPU SAMA YG LEBIH BAGUS MAKANYA AMBIL PUNYA ORG. SEMOGA SUSAH DAH ITU PAS ELU MATI. GW AAMIININ," ucap salah satu anggota grup Meiirvaa.

"Emangnya ada pelakor sholehah," tulis Tanti Lestari.

"Ada yg kenal sama ini Pelakor.. Dia udah rebut suami orang dan merasa dengan bangganya sudah merebut yang bukan hak miliknya," tulis Fitri Gunawan.

Jika ingin bergabung, Ratih menjelaskan tak ada syarat atau peraturan tertentu. "Silakan gabung ajah ka. Tanpa syarat apa-apa, grup ini publik dan gratis siapa pun boleh gabung," ujarnya.

Harapan Ratih membuat Komunitas Pelakor Indonesia ini sebenarnya agar wanita wanita korban poligami bisa dihargai dan tidak dikucilkan. "karena di manapun wanita tidak ada yang ingin dipoligami. Semua itu hanya keterpaksaan," tutupnya.



Simak Video "Rekomendasi Dekorasi Resepsi Pernikahan di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)