Agar Anak Tak Membenci Orangtua yang Cerai karena Selingkuh

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 09 Jun 2020 19:34 WIB
Family Problems. Cute Little Girl Suffering From Parents Arguing, Sitting On Floor With Teddy Bear, Feeling Abandonned And Lonely Foto: iStock
Jakarta -

Perselingkuhan orangtua bisa menyebabkan trauma pada anak. Ada anak yang sampai membenci orangtuanya yang berselingkuh atau selingkuhan sang orangtua.

Mungkinkah kondisi tersebut tidak terjadi? Psikolog Meity Arianty, STP., M. Psi, mengatakan kondisi psikologis anak setelah mengetahui perselingkuhan orangtuanya tergantung bagaimana orangtua itu sendiri menempatkan dirinya sesudah bercerai.

"Bisa jadi si anak jadi benci terhadap pasangan selingkuh dan bisa saja tidak. Tergantung bagaimana orang tuanya menempatkan diri mereka setelah perceraian, pasangan ayah dan ibunya apakah dapat memberikan perhatian, cinta dan semua hal yang dibutuhkan anak setelah orangtuanya menikah kembali dengan pasangan masing-masing," ujarnya.

Meity mengatakan banyak pasangan yang bercerai namun mampu membina hubungan baik dengan pasangan masing-masing. Kondisi tersebut dapat berdampak positif untuk anak karena membuat mereka tetap memiliki orangtuanya, baik ayah atau ibu, walau sudah menikah dengan orang lain.

"Karena yang paling penting buat anak adalah dia tidak kehilangan ayah dan ibunya dan pasangan ayah dan ibunya juga harus mampu memposisikan dirinya sebagai orangtua sambung," ujar Mei saat dihubungi oleh Wolipop, Senin (8/6/2020).

Dosen psikologi di Universitas Gunadarma, Depok itu menekankan, agar kondisi psikologis anak tetap stabil, anak-anak jangan sampai kehilangan cinta, perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Oleh karena itulah ayah atau ibu tiri sang anak harus dapat menempatkan dirinya secara tepat dan benar agar terjalin hubungan yg harmonis.



Simak Video "Perceraian Meningkat saat Pandemi, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)