Kisah Haru Pasangan Menikah di RS di Tengah Corona, Mempelai Wanita Stroke

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 04 Apr 2020 11:31 WIB
tom mei Foto: dok. Alexandra Hospital
Singapura -

Banyak yang percaya jika cinta tak mengenal usia, seperti pasangan ini yang saling jatuh cinta di usia senja. Bahkan di saat pandemi virus corona ini, komitmen keduanya tetap terjalin dengan kuat.

Pasangan lansia itu adalah Liong May Swan, seorang warga negara Singapura dan Tom Iljas, seorang warga Swedia. Keduanya sepakat untuk tetap melaksanakan upacara pernikahan di tengah pandemi COVID-19 pada 28 Maret 2020 kemarin.


Dengan menerapkan social distancing dan tindakan pencegahan penyebaran covid-19, Tom dan May awalnya sudah merelakan pernikahan impian mereka yang semula akan dilaksanakan di Dempsey Hill, Singapura. Keduanya tadinya berencana mengadakan acara pernikahan di rumah sebagai gantinya.

tom meitom mei Foto: dok. Alexandra Hospital



Sayangnya, apa yang sudah mereka rencanakan tersebut tidak bisa terwujud. May yang berusia 78 tahun, tiba-tiba menderita stroke pada 16 Maret 2020. Serangan stroke datang satu minggu sebelum acara pernikahannya dengan Tom. Kondisinya yang tidak sehat, membuatnya harus dibawa ke rumah sakit.

Pada 25 Maret 2020, May dipindahkan ke ruangan rehabilitasi khusus di Rumah Sakit Alexandra, Singapura untuk menjalani tiga rangkaian pengobatan, yaitu fisioterapi, terapi okupasi dan terapi wicara. Dan hingga menjelang hari pernikahannya, dia masih harus berada di rumah sakit.

Acara pernikahan yang sudah direncanakan tak bisa dilaksanakan, keduanya tak patah arang. Tom meminta izin pada pihak rumah sakit untuk menikahi May di sana. Beruntungnya mereka, pihak rumah sakit bukan hanya memberi izin tapi juga ikut membantu mempersiapkan upacara pemberkatan pasangan lansia tersebut.

"Ini adalah pertama kalinya upacara pernikahan seperti ini diadakan dari dalam klinik," demikian pernyataan pihak Rumah Sakit Alexandra.

Pihak rumah sakit hanya punya waktu 36 jam untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan upacara pernikahan. Meski singkat, namun mereka bisa membuat May dan Tom tersenyum bahagia. Apalagi May mendapatkan buket bunga kuning yang merupakan warna favoritnya.

Upacara pemberkatan pernikahan May dan Tom digelar pada 28 Maret 2020 pagi. Setelahnya tidak ada seremoni lain. Mei diharuskan kembali ke ruang perawatan.


Seperti dikutip dari Asiaone, upacara sederhana yang digelar di tengah suasana pandemi corona itu berlangsung hikmat. Upacara pernikahan itu dipimpin oleh Dr Daniel Lee kok-Pheng dan disaksikan beberapa perwakilan dari Rumah Sakit Alexandra.

Setelah pernikahan ini, Tom berharap bisa membawa May ke Swedia. Dia akan menunggu sang istri hingga benar-benar pulih sebelum mengajaknya ke negaranya.

Kisah cinta Tom dan May yang berakhir di pelaminan ini rupanya berawal dari sebuah komunitas online. Tom dan May yang berstatus janda dan duda ingin mencari teman mengobrol saat bergabung dengan komunitas online tersebut. Berkenalan di komunitas itu, keduanya menjalani hubungan jarak jauh.




Simak Video "Ilmuwan Ungkap Cara Paling Aman Bercinta di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)