Ini Prosesi Pernikahan Adat Jawa, Tata Cara dan Panduan Lengkap

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 22 Feb 2020 16:11 WIB
Ilustrasi pernikahan adat Jawa. (Foto: Dok. iStock) Ilustrasi pernikahan adat Jawa. (Foto: Dok. iStock)

- Setelah kedua pengantin dan orangtua duduk di tempat pelaminan, langsung diadakan hiburan dua atau tiga tarian yang berdurasi 10 menit, misalkan tarian Gambyong dan tarian Karon Sih.

- Setelah tarian selesai, baru diadakan sambutan dari wakil keluarga untuk menyampaikan ucapan terimakasih dan mohon doa restu atas pernikahan kedua pengantin serta keluarga.

- Selanjutnya, para tamu dipersilahkan untuk bersantap bersama-sama dengan kedua pengantin beserta keluarganya.

- Saat bersantap makanan, maka kedua pengantin berserta kedua orangtua belah pihak berdiri dan berjalan menuju tamu undangan.

Sering kali setelah resepsi diadakan nyanyi bersama yang disebut dengan dengan panembrama, yaitu nyanyian bersama dengan diiringi gamelan sebagai tanda penghormatan kepada sepasangpengantin dan para tamu.

Dalam mempersiakan pelaksanaan upacara pernikahan adat Jawa, seperti dikutip dari weddingku, biasanya pihak orangtua pengantin wanita akan mempersiapkan hal-hal berikut ini yang dilakukan dalam tahapan panggih:

- Penyerahan Sanggan
Penyerahan ini diberikan kepada kedua orangtua mempelai wanita sebagai bentuk tenusan putri mereka. Sanggan yang terdiri dari satu tangkep atau dua sisir pisang raja matang di pohon, sirih ayu, kembang telon yang berisi buna mawar, melati dan kenanga, serta benang lawe.

- Balangan Gantal atau lempar sirih
Dalam prosesi pernikahan adat Jawa, balangan artinya melempar, sedangkan gantal artinya daun sirih yang diisi dengan bunga pinang, kapur sirih, gambir, dan tembakau yang diikat dengan menggunakan benang lawe. Kemudian dari arah berlawanan, berjarak sekitar dua meter, mempelai pria melemparkan gantal ke dahi, dada dan lutut mempelai wanita. Lalu dibalas oleh mempelai wanita yang melempar gantal ke dada dan lutut mempelai pria. Ritual ini bertujuan untuk saling melempar kasih sayang.

- Wijikan atau Ranupada
Tata cara pernikahan adat Jawa ini terdiri dari dua kata dalam bahasa Jawa yaitu Rani yang berarti air dan Pada artinya kaki. Perlengkapan yang dipakai untuk ranupada terdiri dari gayung, bokor, baki, bunga sritaman dan telur. Pemaes mengambil telur ayam yang kemudian disentuhkan di dahi pengantin pria yerlebih dahulu kemudian pengantin wanita, lalu dibanding di ranupada sebanyak tiga kali. Pembasuhan ini mencerminkan wujud bakti istri kepada suami agar rumah tangga bahagia dan harmonis.


- Kanten Asto (Kanthen Asta)
Kanten Asto ini dikenal dalam pernikahan masyarakat Jawa yang tidak memiliki keturunan bangsawan. Pada prosesi pernikahan adat Jawa ini kedua mempelai berdiri berdampingan sambil mengaitkan jari kelingking berjalan bersama menuju pelaminan.

- Tanem Jero
Setelah sampai di pelaminan, kedua mempelai tetap berdiri berdampingan dengan posisi membelakangi pelaminan atau menghadap tamu undangan. Dengan disaksikan ibu mempelai wanita, ayah mempelai wanita mendudukan kedua mempelai ke kursi pengantin sambil memegang dan menepuk-nepuk bahu keduanya. Prosesi pernikahan adat Jawa dengan nama tanem jero ini memiliki makna bahwa kedua mempelai telah "ditanam" agar menjadi pasangan yang mandiri.

- Prosesi Kacar Kucur atau Tampa Kaya
Prosesi pernikahan adat Jawa berikutnya adalah kacar-kucur dimana pengantin pria mengucurkan beras kuning, kacang, uang logam kepada pengantin wanita. Ini adalah lambang suami yang bertugas sebagai mencari nafkah untuk keluarga dan sebagai simbolik dari menyerahkan hasil kerja kerasnya kepada istri.

- Dulangan atau Dhahar Kalimah
Tata cara pernikahan adat Jawa ini mempelai pria membuat tiga kepalan nasi kuning dan diletakkan di atas piring yang dipegang oleh pengantin wanita. Kemudian mempelai pria dan wanita memakan satu per satu kepalan nasi, lalu mempelai pria memberikan segelas air putih kepada mempelai wanita. Prosesi ini menggambarkan kerukunan suami istri akan mendatangkan kebahagiaan dalam keluarga.

- Ngunjuk Rujak Degan
Setelah dulangan, biasanya dilakukan prosesi pernikahan adat Jawa yang bernama ngunjuk rujak, artinya minum rujak degan. Pada acara ngunj uk rujak degan ini kedua mempelai dan orangtua mempelai wanita mencicipi rujak degan, yakni minuman yang terbuat dari serutan kelapa muda dicampur gula merah, sehingga rasanya manis dan segar. Prosesi ini memiliki makna kerukunan dan kebersamaan. Bahwa segala sesuatunya yang manis tidak dinikmati sendiri, melainkan harus dibagian bersama dengan seluruh anggota keluarga.

Ini Prosesi Pernikahan Adat Jawa, Tata Cara dan Panduan LengkapFoto: Dok. iStock



- Mapag Besan
Prosesi malapag besan ini artinya menjemput besan yang dilakukan karena orang tua mempelai proa tidak diperkenankan hadir selama prosesi panggih sampai upacara ngunjuk rujak degan.

- Sungkeman
Prosesi pernikahan adat Jawa yang terakhir dalam panggih adalah sungkeman. Sungkeman dilakukan sebagai wujud bahwa kedua mempelai akan patuh dan berbakti pada orangtua mereka. Pada tata cara pernikahan adat Jawa ini, kedua mempelai bersembah sujud kepada kedua orangtua untuk memohon doa testu serta memohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan. Kedua mempelai memohon doa dan restu kepada orang tua agar menjadi keluarga yang bahagia.
Setelah acara panggih, barulah mempelai akan melaksanakan acara resepsi. Pada resepsi ini kedua mempelai akan menyapa tamu-tamu yang hadir.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(dtg/dtg)