Agar Tak Jadi Korban Penipuan Berkedok Wedding Organizer

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 08 Feb 2020 07:02 WIB
ilustrasi pernikahan Ilustrasi pernikahan. Foto: dok. Thinkstock
Jakarta -

Penipuan berkedok wedding organizer (WO) di Depok, Jawa Barat, menyita perhatian masyarakat. Betapa tidak, puluhan pengantin menjadi korbannya dan menyebabkan kerugian sampai Rp 2,5 miliar. Lantas, bagaimana cara menghindarinya?

Kelakuan WO penipu tentu sangat meresahkan masyarakat, terutama bagi para calon pengantin. Tentu tidak ada yang mau momen sekali seumur hidupnya rusak karena penipuan berkedok WO.



Penipuan seperti ini bukan sesuatu yang baru. Kasus yang sama juga pernah terjadi sebelumnya di beberapa daerah. Tak cuma mereka yang berduit banyak, orang-orang kecil pun menjadi korban penipuan berkedok WO.

Menurut Gisela Setyawan, Senior Head of Wedding Service Hilda, sebuah konsultan perencanaan pernikahan naungan Bridestory, ada alasan tersendiri kenapa banyak pihak yang tak bertanggung jawab menggunakan profesi WO untuk menipu.

"Wedding organizer is all about service, atau jasa. Jasa nggak bisa dilihat. Beda dengan dekorasi, yang bisa kita lihat langsung. Jadi, memilih WO bisa sangat tricky," kata Gisela kepada Wolipop di Bridestory Fair 2020 yang digelar di ICE BSD, Jumat (7/2/2020).

Walau begitu, bukan berarti tidak ada cara untuk menangkal penipuan yang mengatasnamakan WO. Gisela memiliki beberapa kiat bagi calon pengantin agar tidak menjadi korban penipuan semacam ini:

1. Cari referensi WO dari teman yang sudah pernah memakai jasa mereka. "Dari pengalaman teman, kita bisa tahu mana WO yang bagus atau sebaliknya," kata Gisela yang pernah menangani pernikahan sejumlah selebriti kondang seperti Sandra Dewi, Raisa dan Isyana Sarasvati.

2. Meski sudah punya referensi, WO harus tetap sesuai dengan pilihan pribadi bukan karena ingin mengikuti teman. "Waktu ketemuan, harus ada kecocokan atau chemistry yang sama. Mungkin dari sisi bujet atau paket yang ditawarkan. Jangan sekadar pilih karena teman pernah memakainya," tambah Gisela.



3. Pastikan WO pilihan memiliki track record yang baik dalam mengurus sebuah pernikahan. Misal dalam hal merencanakan pernikahan outdoor yang belakangan banyak peminatnya. "Outdoor kan lebih banyak tantangan karena ada sesuatu di luar kuasa kita, yakni cuaca. Kadang punya plan B saja tidak cukup. WO harus benar-benar menyiapkannya secara matang," beber Gisela.

4. Untuk membuktikan sejauh mana pengalaman WO pilihan, jangan sungkan untuk datang ke pernikahan yang sedang ditanganinya. Lihat bagaimana mereka menangani pernikahan tersebut, apakah sudah sesuai standar Anda atau malah mengecewakan.



Simak Video "Tips Memilih Wedding Organizer"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/agm)