Cara Mengajukan Gugatan Cerai ke Pengadilan Agama

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 01 Feb 2020 08:02 WIB
Beautiful married woman paid a visit to a divorce attorney / layer, she wants to get a divorce. Her marriage doesn’t make her happy anymore. Divorce is a hard decision to make, she is signing the final documents. Ilustrasi cara mengajukan gugatan cerai. Foto: iStock
Jakarta -

Pada umunya setiap orang yang menjalin hubungan rumah tangga menginginkan pernikahannya bisa bahagia dan langgeng. Akan tetapi, keinginan tersebut kerap tak sejalan dengan kenyataan. Jika hubungan rumah tangga mengalami masalah yang sudah terlalu rumit dan sudah tak bisa menemukan jalan damai, cerai adalah pilihan terakhir untuk tidak bersama-sama lagi.

Masalah yang biasanya terjadi pemicunya pun beraneka ragam, mulai dari KDRT, masalah ekonomi dan adanya rasa tidak saling percaya satu sama lainnya. Jalan keluar yang biasanya ditempuh adalah jalur perceraian.

Saat memutuskan untuk bercerai, yang harus dilakukan adalah mendaftarkan gugatan cerai. Berdasarkan PP No 9/1975 tentang Pelaksanaan UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, Teruntuk Anda pemeluk agama Islam, gugatan ini dapat diajukan di Pengadilan Agama. Lantas Pengadilan Agama manakah yang harus didatangi? Gugatanperceraian harus diajukan di tempat tinggal Anda yang mengajukan perceraian.


Menurut laman Pengadilan Agama Jakarta Selatan, berikut cara mendaftarkan gugatan perceraian:

1. Pihak berperkara datang ke Pengadilan Agama Sumber dengan membawa surat gugatan atau permohonan :
a. Blangko gugatan.
b. Blangko permohonan.

2. Pihak berperkara menghadap petugas meja Pertama dan menyerahkan surat gugatan atau permohonan, minimal 6 (enam rangkap beserta fotokopi Kutipan Akta Nikah yang telah ditempeli materai dan cap pos dan fotokopi KTP (untuk perkara perceraian).

3. Petugas Meja Pertama (dapat) memberikan penjelasan yang dianggap perlu berkenaan dengan perkara yang diajukan menaksir panjar biaya perkara yang kemudia ditulis dalam Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM).

4. Pihak berperkara membayar Panjar Biaya Perkara ke Bank yang ditunjuk yang besarnya sesuai dengan jumlah yang tertera pada Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM).

5. Pemegang kas (kasir) menandatangani Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) dan membubuhkan nomor urut perkara dan tanggal penerimaan perkara dalam Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) kemudian menyerahkan tindasan pertama Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) yang telah dicap lunas dan surat gugatan atau permohonan kepada pihak berperkara.

Sebelum mendaftarkan gugatan perceraian tersebut, berikut ini berbagai dokumen yang harus disiapkan:

1. Asli kutipan akta nikah / duplikat akta nikah
2. Foto copy akta nikah / duplikat kutipan akta nikah, 1 lembar dan dimateraikan Rp 6.000,- distempel dan tanda tangan (NAZEGELEN) Kantor Pos Besar
3. Foto copy KTP, Pemohon 1 lembar folio (tidak boleh dipotong) dan dimateraikan Rp 6.000,- distempel dan tanda tangan (NAZEGELEN) Kantor Pos Besar
4. Fotokopi akta kelahiran anak (kalau memiliki anak), 1 lembar dan dimateraikan Rp 6.000,- distempel dan tanda tangan (NAZEGELEN) Kantor Pos Besar
5. Fotokopi Kartu Keluarga (KK), 1 lembar dan dimateraikan Rp 6.000,- distempel dan tanda tangan (NAZEGELEN) Kantor Pos Besar
6. Surat Ijin Atasan (bagi PNS/TNI/POLRI/BUMN)
7. Untuk suami / istri yang tidak jelas alamatnya harus melampirkan surat keterangan dari kelurahan setempat yang menyatakan bahwa suami / istri telah pergi meninggalkan rumah sejak bulan ........ tahun ........ sampai sekarang dan tidak diketahui alamatnya yang jelas
8. Membuat data / daftar harta gono gini / harta bersama yang diperoleh dengan istri 1 (Misalkan : Mobil dengan STNK No : .... , Tanah beserta bangunan rumah dengan sertifikat No : .... , Motor dengan STNK No : .... Dll). Dokumen ini perlu jika dalam gugatan akan mengajukan gugatan harta gono gini.

Ilustrasi pasangan bercerai.Ilustrasi pasangan bercerai. Foto: Istock



Cara membuat surat gugatan cerai:

Seperti sudah dijelaskan di atas, saat datang ke Pengadilan Agama, Anda harus membawa surat gugatan atau permohonan cerai. Jika Anda menggunakan kuasa hukum atau pengacara, Anda dapat meminta mereka untuk membuat surat gugatan atas nama Anda. Jika Anda penyandang tuna netra, buta huruf atau tidak dapat baca tulis, maka Anda dapat mengajukan gugatan secara lisan di hadapan Ketua Kemudian surat gugatan ini didaftarkan ke Pejabat Kepaniteraan Pengadilan.


Berikut ini isi surat gugatan cerai:

a. Identitas para pihak (Anda dan suami) terdiri dari: nama lengkap (beserta gelar dan bin/binti), umur, pekerjaan, tempat tinggal.

b. Dasar atau alasan gugatan, berisi keterangan berupa urutan kejadian sejak mulai perkawinan anda dilangsungkan, peristiwa hukum yang ada (misalnya: lahirnya anak-anak), hingga munculnya ketidakcocokan antara anda dan suami yang mendorong terjadinya perceraian, dengan alasan-alasan yang diajukan dan uraiannya yang kemudian menjadi dasar tuntutan.

Contoh alasan menggugat:

- Salah satu pihak melakukan perbuatan zina, atau menjadi penjudi, atau menjadi pemabuk, pemadat, atau hal lainnya yang sukar untuk disembuhkan.
- Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.
- Salah satu pihak mendapat hukuman penjara lima tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
- Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain.
- Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/istri.
- Antara suami dan istri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

c. Tuntutan/permintaan hukum (petitum), yaitu tuntutan yang anda minta agar dikabulkan oleh hakim. Seperti:

- Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
- Menyatakan perkawinan antara Penggugat dan tergugat putus karena perceraian
- Menghukum Tergugat untuk membayar nafkah iddah kepada Penggugat selama tiga bulan sebesar Rp____;
- Menetapkan hak pemeliharaan anak diberikan kepada Penggugat
- Menghukum Tergugat untuk membayar nafkah anak melalui Penggugat sebesar Rp........setiap bulan;
- Menghukum Tergugat membayar biaya pemeliharaan (jika anak belum dewasa) terhitung sejak....sebesar Rp....per bulan sampai anak mandiri/dewasa;
- Menetapkan bahwa harta bersama yang diperoleh selama perkawinan (gonogini) berupa______
- Menetapkan bahwa Penggugat dan Tergugat masing-masing memperoleh bagian separuh dari harta bersama.
- Menghukum Penggugat dan Tergugat untuk membagi harta bersama tersebut sesuai dengan bagiannya masing-masing
- Menghukum Penggugat membayar biaya perkara ..... dst

Setelah menyelesaikan seluruh proses pendaftaran gugatan perceraian, penggugat atau pemohon tinggal menunggu panggilan sidang dari Pengadilan Agama. Pemanggilan oleh juru sita atau juru sita Pengganti kepada pihak penggugat atau pemohon dan tergugat atau termohon dilakukan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum sidang sudah sampai kepada yang bersangkutan, dan langsung disampaikan kealamat penggugat atau pemohon dan tergugat atau termohon seperti yang tersebut dalam surat gugatan atau permohonan. Jika pada saat dipanggil para pihak tidak ditemukan di alamatnya, maka panggilan disampaikan melalui Kepala Desa atau Lurah dimana para pihak bertempat tinggal.





Simak Video "Perceraian Meningkat saat Pandemi, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)