Drama Melabrak Pelakor

Kondisi Psikologis yang Bikin Istri Emosional Saat Labrak Pelakor

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 11 Jan 2020 14:32 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Selingkuh istilah yang umum digunakan terkait perbuatan atau aktivitas yang tidak setia terhadap pasangan, entah itu pacar, suami, atau istri. Dan tidak ada orang yang senang diselingkuhi.

Perselingkuhan bisa jadi sangat menyakitkan. Dan saat seorang wanita mengetahui dirinya diselingkuhi oleh wanita lain atau istilah zaman now disebut pelakor, emosi pun menjadi tak terkontrol. Keinginan untuk melabrak si selingkuhan begitu kuat. Apalagi saat mengetahui kalau pelakor tersebut tengah bersama suami atau kekasih yang selama ini dicintai.



Kenapa wanita memiliki keinginan untuk melabrak saat rumah tangganya atau hubungan cintanya diganggu pelakor? Menurut psikolog Ratih Zulhaqqi, MPsi yang mendorong seorang wanita melabrak perebut istri orang atau pelakor adalah karena status kepemilikan.

"Kalau misalnya selingkuhnya pada saat masa pacaran itu sesuatu yang menganggu ketentraman pada suatu hubungan. Karena kalau di dalam teori relationship yang biasanya lebih kena banget adalah perselingkuhan pada saat sudah menikah. Karena sudah ada ikatan atau kesempatan secara formal. Jadi jika dikatakan kenapa bisa sampai melabrak? Bisa jadi karena si wanita ini merasa ada yang menganggu ketentraman hubungannya, ada juga perampasan hak milik mungkin, perasaan emosi. Jika kita ada di posisi itu pasti juga akan merasakan kesal. Jadi yang lebih mendorong biasanya sisi emosi," ungkap Ratih saat dihubungi oleh Wolipop (9/1/2020).

Ilustrai pelakorIlustrai pelakor Foto: Dok. iStock


Apakah dengan melabrak pelakor ini bisa bermanfaat untuk melampiaskan emosi dari wanita yang diselingkuhi pasangannya? Ratih menjelaskan melabrak dengan tujuan meluapkan emosi negatif sama sekali tidak ada manfaatnya.

"Kalau dikembalikan kata dasar melabrak. Kata dasarnya itu kan labrak itu mendatangi secara langsung dengan cara memukuli secara tidak beraturan, mengata-ngatai atau mencela dengan keras, menyerang, menghantam lawannya dengan hebat. Tapi sebenarnya ada manfaatnya atau tidak, balik lagi ke individunya,jika tujuan untuk meluapkan emosi ya ngak ada manfaatnya," ujar psikolog yang prakek di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok itu.


Ratih menambahkan, masih banyak cara lain untuk bisa mengekspresikan emosi negatif saat mengetahui pernikahan diganggu pelakor. Aksi melabrak sendiri, menurutnya bisa dianggap sebagai suatu tindakan yang bermanfaat ketika tujuannya memang untuk klarifikasi dan dilakukan bukan dengan aksi kekerasan.

"Kalau misalnya tujuannya klarifikasi, menyelesaikan secara kekeluargaan, ya pasti ada manfaatnya masalah menjadi selesai," jelasnya.

Namun diakui Ratih memang tidak mudah untuk mengontrol emosi saat melabrak pasangan dengan selingkuhannya. Meski sulit, menurut Ratih ketimbang menguras tenaga dan emosi, cobalah berjiwa besar dan melakukan aksi labrak dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.




Simak Video "Wah! Ramai Dijual Kaus dan Parfum Anti Pelakor "
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)