Kisah Cinta Martha Tilaar dan Suami yang Meninggal di Usia 87 Tahun

Eny Kartikawati - wolipop Rabu, 30 Okt 2019 17:30 WIB
H.A.R Tilaar, suami Martha Tilaar meninggal di usia 87 tahun. Foto: Dok. Pribadi Martha Tilaar H.A.R Tilaar, suami Martha Tilaar meninggal di usia 87 tahun. Foto: Dok. Pribadi Martha Tilaar

Jakarta - Martha Tilaar sangat sedih kehilangan suaminya Alex Tilaar yang meninggal di usia 87 tahun. Apalagi kisah cinta mereka sudah terjalin selama hampir 60 tahun.

Martha Tilaar pernah menceritakan perjalanan cintanya dengan sang suami Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar (H.A.R Tilaar) di buku autobiografinya Dari Gombong Desaku Berkumandang di United Nations New York. Martha mengungkapkan, pertemuan pertamanya dengan Alex terjadi saat dia kuliah di IKIP Jakarta.

"Di dunia universitas inilah aku bertemu jodohku, mantan dosenku yang berdarah Manado. Aku terpincut dengan kegantengannya tetapi yang lebih penting karena kepintarannya," kisah pendiri perusahaan Martha Tilaar Group yang menaungi sejumlah kosmetik seperti Sariayu, PAC, dan Biokos itu.



Dalam bab berjudul Sekilas Hidupku di Jakarta Menjadi Mahasiswa di buku autobiografinya, Martha juga menceritakan hal lucu soal kebahagiaannya bisa berjodoh dengan Alex Tilaar. Baginya menikah dengan Alex adalah kesempatan yang diberikan Tuhan padanya untuk memperbaiki keturunan.

Kisah Cinta Martha Tilaar dan Suami yang Meninggal di Usia 87 TahunFoto: Dok. Pribadi Martha Tilaar


"Maklumlah IQ-ku jongkok seperti yang diprediksi oleh para dokter ketika aku lahir karena tidak kurang dari 15 dokter Belanda yang menyatakan bahwa aku akan menjadi seorang slow learner karena sakit-sakitan," tulisnya.

Martha Tilaar dan Alex Tilaar menikah pada 12 Januari 1964. Saat baru delapan bulan menikah, Alex mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat tepatnya di Universitas Chicago. Martha saat itu merasa sangat berat karena harus berpisah dengan sang suami di saat mereka baru menikah.

[Gambas:Instagram]


"Aku tidak bisa bersama-sama suamiku karena kekurangan dana yang sangat sulit diperoleh pada waktu itu. Namun sesudah setahun dalam mengumpulkan dana dan dibantu oleh orangtuaku, aku dapat menyusul suamiku yang sedang belajar melanjutkan pendidikannya dari University of Chicago," kisahnya.



Martha bukan hanya menyusul, dia juga melanjutkan pendidikannya di Universitas Indiana. Pengalamannya ke Amerika Serikat demi sekolah dan menyusul suami ini jadi hal yang tak terlupakan untuknya karena untuk pertamakalinya dia melakukan perjalanan panjang seorang diri.

Salah satu perjalanan cinta Martha dan Alex yang juga berkesan adalah saat wanita yang kini berusia 82 tahun itu dinyatakan oleh dokter tidak bisa memiliki anak. "Beberapa dokter ahli kandungan dari Belanda, Swiss, Amerika dan Indonesia menyatakan bahwa aku tidak mungkin lagi memperoleh keturunan," tulis Martha di buku autobiografinya.

Penyebab dirinya tak bisa mendapatkan keturunan karena selama tinggal di Amerika Serikat, Martha hidup dengan pil KB. Dia dan Alex pada saat itu memang memutuskan menunda memiliki anak karena kekurangan biaya hidup di Amerika.

Namun ternyata vonis dokter tersebut salah. Martha Tilaar hamil dan melahirkan anak pertamanya dengan Alex pada 13 Juli 1977. Sang anak adalah Wulan Maharani Tilaar yang kini menduduki jabatan Vice Chairwoman of Martha Tilaar Group.

Martha Tilaar dan Alex Tilaar total dikaruniai empat anak. Wulan sang anak pertama, kemudian Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, dan Kilala Tilaar.

Selain kesetiaan sang suami, Martha juga banyak belajar dari Alex mengenai kejujuran. "Saya banyak belajar dari suami saya, dulu saat beliau bekerja Bapenas itu ada kesempatan untuk korupsi tapi suami saya memang selalu mengajarkan hidup jujur. Waktu saya hamil usia hampir 45 tahun seperti waktu itu, saya sempat minta tolong untuk membantu membuat surat izin mendirikan pabrik, tapi beliau malah meminta saya untuk mengurus sendiri. At that time, di Dirgen POM belum ada lift, jadi saat usia hamil besar saya harus jalan menaiki tangga step demi step. Waktu itu saya sampai nangis, marah sekali rasanya waktu itu sama suami. Tapi itulah pembelajaran yang penting buat saya. Perempuan harus mandiri dan memang tidak boleh memanfaatkan kekuasaan. Mengapa sekarang banyak orang yang korup. Kalau dulu itu saya selalu diajarkan keras, kita nggak boleh seperti itu sehingga bisa membangun sustainable business," kisahnya panjang lebar seperti dikutip dari Mommies Daily.




Simak Video "'Singles Day', Perayaan untuk Jomblo yang Munculkan Diskon Belanja Online 11.11"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)