Tidak Mudah, Ini Syarat Menjadi Istri TNI

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 15 Okt 2019 18:02 WIB
Ilustrasi syarat jadi istri TNI. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Ilustrasi syarat jadi istri TNI. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (disingkat TNI) dipandang sebagai sosok yang gagah dan berani karena bertugas untuk melindungi dan keamanan tanah air. Di balik sosok tentara itu ada istri mereka yang selalu mendampingi.

Bagi beberapa orang, menjadi istri seorang tentara adalah suatu kebanggaan. Para istri tentara ini bergabung dalam suatu organisasi tergantung keanggotaan suami mereka. Ada tiga organisasi istri tentara sesuai dengan kesatuannya. Tiga organisasi tersebut adalah Persit Kartika Chandra Kirana untuk istri TNI Angkatan Udara (AD), Jalasenatri untuk istri TNI Angkatan Laut (AL) dan Pia Ardhya Garini, untuk istri TNI Angkatan Udara (AU).

Dan ternyata tidaklah mudah untuk menjadi istri tentara karena berbagai persyaratan yang harus dipenuhi saat akan menikah. Ayu Ishaka salah satu anggota Jalasenatri mengungkapkan kepada Wolipop bagaimana pengalamannya dulu saat akan dinikahi suaminya.



Menurut Ayu, persyaratan untuk menjadi istri anggota tentara TNI AD, AU, AL ataupun Polisi, semuanya sama. "Hanya saja nama perkumpulannya aja yang berbeda. Agak banyak syaratnya kayak surat-surat permohonan ada banyak jenisnya," katanya saat dihubungi oleh Wolipop, Senin (14/10/2019).

[Gambas:Instagram]



Berikut syarat yang wajib dipenuhi dan disiapkan untuk menjadi istri TNI:

1. Akta kelahiran
2. Ijazah terakhir,
3. Kartu Tanda Penduduk
4. Surat persetujuan orangtua/wali
5. Surat keterangan belum pernah menikah (jika sudah janda ada suratnya juga)
6. Surat permohonan nikah
7. Surat kesanggupan calon istri (dengan memakai materai, tanda tangan aparat desa)
8. Surat pernyataan dari calon istri
9. Kartu Keluarga
10. Surat N1 yaitu surat keterangan akan menikah yang ditandatangani orangtua dan calon istri serta diketahui oleh aparat desa.
11. Surat N2 yaitu surat asal - usul calon ustri dan orangtua yang diketahui aparat desa setempat.
12. Surat N4 yaitu surat keterangan tentang orangtua calon istri yang diketahui aparat desa setempat.
13. Surat bentuk sampul D. Surat ini bisa didapatkan dari kodim atau koramil di domisili calon istri dan orang tua. Surat ini ditujukan untuk Komandan Kodim, Pasi Intel, Pasi Ter, dan Danramil. Surat ini diperlukan untuk mencari tahu apakah calon istri atau calon mertua pernah mengikuti gerakan atau organisasi yag melanggar NKRI.
14. Foto latar biru bersama calon suami sebanyak 12 lembar ukuran 6 x 9. Calon suami memakai PDH (pakaian dinas harian) dan calon istri mengenakan baju Persit/Jalasenatri/Pri Ardhya Garini tanpa lencana
15. Foto latar biru calon istri ukuran 4 x 6. Calon istri memakai pakaian Persit/Jalasenatri/Pia Ardhya Garini.

Ayu menjelaskan setelah seluruh surat dan dokumen tersebut lengkap, calon istri anggota TNI menghadap ke kesatuan bersama calon suaminya. Pada saat menghadap itu ada lagi serangkaian tes dan persyaratan yang wajib dilakukan, yaitu:

- Mengisi essai seputar pengetahuan soal NKRI, agar memastikan jika istri dan keluarga besar bebas dari paham-paham radikal, atau organisasi tertentu, benar-benar netral & NKRI.

- Wawancara mental dan ideologi.

- Medical check up (tes darah, urine, gigi, hingga tes perawan).

- Menghadap kepala rohani sesuai dengan agama yang dianut (jika muslim diuji pengetahuan agamanya, seperti doa mandi wajib atau doa-doa lainnya).

Setelah seluruh tes tersebut dijalani, calon istri bersama calon suami menghadap ke pejabat kesatuan tempat calon suami bekerja. Baru kemudian saat syarat-syarat tersebut sudah dipenuhi dan dilaporkan, calon istri dan calon suami bisa menikah secara catatan sipil.





Simak Video "Selamat! Dian Pelangi Resmi Menikah dengan Sandy Nasution"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)