Begini Susunan Acara Pernikahan dari Mulai Akad sampai Resepsi

Abdul Jalil - wolipop Kamis, 12 Sep 2019 19:30 WIB
Begini Susunan Acara Pernikahan dari Mulai Akad sampai Resepsi/Foto: iStock Begini Susunan Acara Pernikahan dari Mulai Akad sampai Resepsi/Foto: iStock

Jakarta - Acara pernikahan adalah momen bahagia dalam hidup, dan mesti disiapkan secara matang. Bagaimana menyusun acara pernikahan agar berjalan dengan baik dan lancar?

Pernikahan yang merupakan suatu ikrar suci, dalam hidup kedua insan yang dipersatukan untuk hidup bersama dan saling melengkapi. Selain momen akad nikah atau mengucapkan janji tersebut, banyak calon pasangan pengantin menginginkan suatu perayaan atau resepsi pernikahan.

Salah satu yang menentukan lancarnya sebuah acara pernikahan, adalah susunan acara itu sendiri. Serangkaian acara yang terjadwal dan sistematis, digunakan oleh pembawa acara atau master of ceremonies (MC) untuk memastikan bahwa pernikahan kedua mempelai berjalan lancar dan menarik, baik dari segi waktu maupun isi acaranya.

Bagi kamu yang tidak ingin repot memikirkan acara pernikahan, bisa dengan memakai jasa dan menyerahkan semua urusan kepada Wedding Organizer atau WO. Namun tidak ada salahnya jika semuanya ingin dikerjakan oleh pihak keluarga sendiri, termasuk susunan acara pernikahan.

Nah, berikut ini susunan acara pernikahan pada umumnya. Dirangkum dari berbagai sumber:



1. Sesi Pembukaan

Secara garis besar, susunan acara pernikahan dibagi menjadi dua sesi yakni akad nikah dan resepsi pernikahan.

Untuk sesi akad nikah, panitia harus melakukan cek keadaan lokasi sebelum acara dimulai. Panitia harus memastikan semua rombongan, baik calon pengantin pria maupun wanita, sudah berada di tempat dan siap untuk memulai acara.

Kemudian, keluarga calon pengantin wanita menyambut kedatangan rombongan keluaga besar calon pengantin pria.

a. Acara pertama dibuka oleh MC. MC memberikan sambutan kepada pihak keluarga calon pengantin pria.

b. Kemudian acara sambutan balasan dari pihak keluarga calon pengantin wanita, kepada calon pengantin pria.

c. Selanjutnya acara seserahan, dilakukan serah terima secara simbolis, oleh ibu calon pengantin pria yang menyerahkan seserahan kepada ibu dari calon pengantin wanita. Bahwa kedua keluarga besar telah saling menerima calon pengantin pria maupun wanita. Bisa dengan melakukan serah terima mahar, pengalungan bunga, atau berjabat tangan oleh perwakilan kedua belah pihak calon mempelai.

2. Sesi Pelaksanaan Ijab Kabul

MC lantas mempersilakan pembaca ayat Suci Al Qur'an untuk melaksanakan tugasnya.

a. Selanjutnya, calon pengantin wanita diarahkan ke meja ijab kabul dan duduk di sebelah kiri calon pengantin pria.

Namun dalam acara pernikahan Islami syar'i, saat akad nikah dan berlangsungnya ijab kabul, sang pengantin perempuan posisinya terpisah dengan pengantin pria, alias tidak berdampingan. Biasanya disediakan tempat, seperti kamar atau ruangan khusus.

Sang pengantin perempuan menunggu sampai ijab selesai, kemudian ia keluar dari tirai dan menemui sang pengantin pria setelah sah menjadi istri.

b. Acara khotbah nikah dan ijab kabul yang dipimpin oleh penghulu.

Setelah semua pihak sudah siap yakni syarat dan rukun nikah sudah terpenuhi, maka dilaksanakanlah ijab kabul yang dipimpin oleh penghulu.

c. Selanjutnya acara penyerahan mahar dan pemasangan cincin. Kemudian langsung dilanjutkan dengan penyerahan buku nikah dari penghulu kepada kedua mempelai.

d. Setelah itu, acara nasihat perkawinan, dan doa yang dipimpin oleh penghulu.

e. Acara berikutnya, sungkeman. MC terlebih dahulu meminta kedua pasang orang tua duduk di tempat yang telah disediakan. Terakhir, sesi foto bersama, dan menandai akhir dari serangkaian acara.



3. Sesi Acara Resepsi Pernikahan

Begitu akad nikah selesai dilaksanakan maka selanjutnya adalah resepsi. Acara ini biasanya dilakukan satu atau dua jam setelah acara akad nikah dengan mempertimbangkan jarak yang ditempuh untuk mencapai tempat resepsi pernikahan atau memberi waktu pengantin untuk berganti pakaian.

Susunan acara resepsi pernikahan sendiri sangat bervariasi. Tiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Jadi, sangat mungkin untuk diubah dan disesuaikan dengan kondisi adat istiadat setempat.

a. Acara sambutan. Saat resepsi, ada acara sambutan yang disampaikan oleh perwakilan dari kedua keluarga mempelai pria maupun wanita.

b. Kemudian acara hiburan. Pada umumnya sudah dimulai bahkan 30 menit sebelum acara resepsi dimulai. Acara ini fleksibel sehingga bisa diisi dengan beragam hiburan sesuai dengan keinginan kedua mempelai. Dalam pernikahan Islami, sesi hiburan ini bisa diisi dengan nasyid dan lain sebagainya.

c. Setelah itu, acara ramah tamah, hiburan dan foto bersama. Acara ini merupakan yang paling lama, karena tamu undangan akan memberikan ucapan selamat dan foto bersama pengantin hingga acara selesai.

Susunan acara ini hanya dilakukan untuk satu hari atau di hari pelakasanaan saja. Sedangkan jika menambahkan acara adat, maka susunan acaranya pun harus disesuaikan dengan adat dan tradisi setempat. Susunan acara pernikahan dengan tambahan adat setempat, akan memerlukan waktu lebih lama dan persiapan yang lebih matang.

Seperti dalam adat Jawa, ada upacara panggih, Pasang tuwuhan, Siraman, Adol Dawet, Potong Tumpeng, Dulangan Pungkasan, Tanam Rambut, Lepas Ayam, dan Midodareni. Setelah acara akad nikah, ada Upacara Panggih yang berarti temu dalam bahasa Jawa, karena kedua pengantin yang telah resmi menikah, akhirnya bertemu sebagai sepasang suami dan istri. Adapun rangkaian upacara ini berisi berbagai acara-acara yang akan memantapkan kedua mempelai dalam membina rumah tangganya. Upacara Panggih berisi kegiatan-kegiatan adat Jawa meliputi Balangan Gantal, Ngidak Tagan/Nincak Endog, Sinduran, Bobot Timbang, Minum Rujak Degan, Kacar Kucur, Dulangan, dan Sungkeman.

Pada adat Sunda, terdapat tradisi pada hari acara pernikahan, meliputi Ngabageakeun, Sungkeman, Wejangan, Saweran, Meuleum Harupat, Nincak Endog (Menginjak Telur), dan Muka Panto (Buka Pintu).

Sementara acara pernikahan adat Bugis, ada banyak kegiatan sebelum dan di saat hari pernikahan. Seperti, Mappasau Botting dan Cemme Passih, Mappanre Temme, Mappacci/ Tudammpenni, Mappenre Botting, Madduppa Botting, Mappasikarawa/Mappasiluka, Marola/Mapparola, Mallukka Botting, Ziarah, dan yang terakhir Massita Beseng.

Simak Video "Cara Cut Keke Jaga Penampilan di Usia 40-an"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/eny)