Kisah Nekat Pria Bikin Hoax Bajak Pesawat karena Ingin Bersama Selingkuhan

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 18 Jun 2019 19:30 WIB
Foto: (airbus.com) Foto: (airbus.com)

Jakarta - Pria yang bekerja sebagai pebisnis ini melakukan hal nekat demi bisa lebih banyak waktu bersama selingkuhannya. Dia membuat hoax bajak pesawat.

Birju Salla menjadi pusat pemberitaan di India karena aksi nekat dan gilanya membuat hoax membajak pesawat Jet Airways pada Oktober 2017. Pembajakan itu dilakukannya karena dia ingin lebih banyak waktu bersama selingkuhannya yang bekerja sebagai pramugari di maskapai tersebut.


Birju yang sebenarnya adalah pebisnis perhiasan kaya berpura-pura membajak pesawat dengan harapan selingkuhannya yang sudah dinikahinya sebagai istri kedua akan dipecat. Namun yang kini terjadi adalah dia terancam masuk penjara dan dijerat pasal pembajakan pesawat.

Dalam sidang kasusnya, Birju menceritakan bagaimana awalnya dia memiliki ide untuk membuat hoax membajak pesawat. Pria 38 tahun itu mengaku dia jatuh cinta pada istrinya yang bekerja sebagai pramugari Jet Airways setelah sering bertemu dalam penerbangan Mumbai ke Delhi.
Kisah Nekat Pria Bikin Hoax Bajak Pesawat karena Ingin Bersama SelingkuhanFoto: Motaparthi Vamshi Krishna (Hyderabad Police)

Keduanya mulai menjalin cinta terlarang sebagai pasangan selingkuh sejak 2017. Seiring perjalanan waktu Birju merasa selingkuhannya itu terlalu sering berpergian sehingga mereka sangat jarang menghabiskan waktu bersama. Dia pun meminta sang selingkuhan untuk pindah ke Mumbai bersamanya namun ditolak wanita tersebut. Dari sanalah kemudian Birju membuat rencana diam-diam untuk membuat selingkuhannya itu dipecat sebagai pramugari dengan harapan setelahnya mereka akan lebih sering bertemu.

Birju kemudian mencetak selembar kertas A4 dan menaruhnya di toilet pesawat Jet Airways jurusan Mumbai ke Delhi. "Flight No 9W339 is covered by hijackers and aircraft should not be land and flown straight to POK [Muzaffarabad airport in Pakistan], 12 people onboard. If you put landing gear, you will hear the noise of people dying. Don't take it as a joke. Cargo area contains explosives land Delhi. Allah is great," demikian yang ditulis Birju di selembar kertas tersebut.

Dia menulis bahwa pesawat sudah dibajak dan harus segera diterbangkan ke bandara di Pakistan. Dalam surat itu dia menulis kargo pesawat sudah berisi bahan peledak.

Kru pesawat yang menemukan kertas tersebut di toilet langsung melapor kepada pilot. Dan pilot pun melakukan pendaratan darurat. Kepolisian langsung bergerak dan kemudian menemukan keanehan pada surat ancaman tersebut. Dari penyelidikan akhirnya terungkap Birju lah pelaku yang menaruh surat ancaman pembajakan yang sebenarnya tidak pernah terjadi tersebut.

Polisi mengantongi banyak bukti terkait aksi nekat Birju ini. Bukti-bukti itu di antaranya kamera CCTV yang merekam momen Birju mencetak kertas itu dan memegangnya menggunakan sarung tangan agar jejak jarinya tak ada di sana.

Birju pun langsung ditangkap dan mendekam di penjara sejak Oktober 2017. Sampai saat ini dia masih menanti sidang putusannya. Dan berdasarkan undang-undang di India, untuk kasus ancaman pembajakan pesawat hukumannya hanya ada dua yaitu hukuman mati atau hukuman seumur hidup.

Nasib yang juga sama tragisnya dialami selingkuhan Birju. Wanita itu dipecat sebagai pramugari. (eny/asf)