Tema Pernikahan yang Sedang Tren Ini Ternyata Berisiko Perceraian

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 25 Mar 2019 16:32 WIB
Foto: thinkstock Foto: thinkstock

Jakarta - Tren pernikahan silih berganti sesuai dengan perkembangan zaman dan selera. Beberapa tahun belakangan, pernikahan megah yang mengundangan banyak orang pun tak selalu jadi impian calon mempelai. Banyak pasangan kekasih yang ingin memilih pesta pernikahan simpel atau sarat akan nilai-nilai personal. Meski begitu, ada sebuah tren pernikahan yang ternyata lebih berisiko berakhir dengan perceraian.

Adalah tren pernikahan humanis mulai tren di benua Eropa mulai 2017 lalu. Dinamakan humanis karena pernikahan tersebut mengutamakan nilai-nilai pribadi dari pasangan itu sendiri dari pada kebiasaan yang selama ini dilakukan dan tidak digelar secara regilius.

Tak jarang, pasangan yang melakukan pernikahan humanis membuat pernak-pernik sendiri dan hanya mengundang saudara dan teman terdekat. Akad pun sering kali tidak di tempat ibadah namun kebun belakang rumah hingga hutan.

Meski umumnya bisa lebih simpel, ternyata ada fakta mengejutkan mengenai tren pernikahan ini. Data terbaru menyebutkan jika pasangan yang menggelar pernikahan humanis lebih berisiko mengalami perceraian. Tak tanggung-tanggung, risikonya mencapai empat kali lipat dari pada pesta perkawinan biasa.

Hal ini terungkap dari data pernikahan di Skotlandia. Selama 2017 hingga 2018, terjadi 5.702 pernikahan humanis. Sedangkan pernikahan sipil sebanyak 14.702, pernikahan di gereja Skotlandia sebanyak 3.166, dan pernikahan Katolik Roman 1182. Berdasarkan data pernikahan humanis lebih populer dari pernikahan di gereja. Namun sayangnya tren tersebut lebih berisiko perceraian.

"Secara keseluruhan, melihat pernikahan selama 15 tahun belakangan, 0,25% pasangan yang menyelenggarakan pernikahan humanis bercerai di 2018-2018, dibandingkan dengan 0,84% dari semua pasangan. Perbedaaan yang kejam ini tidak tergantung durasi pernikahan," ungkap data dari Humanists UK.

Pernikahan humanis memang sudah menjadi sesuatu yang legal di Skotlandia sejak 2015. Sedangkan di Irlandia, hal tersebut sudah diakui sejak 2012. Dikatakan jika pernikahan humanis dilakukan seribu pasangan setiap tahunnya.

"Pernikahan humanis sangatlah personal, dengan perayaan unik yang dibuat untuk setiap pasangan oleh seorang selebran yang mengenal mereka dengan baik dan memastikan bahwa skrip dan janji mereka merefleksikan secara tepat diri mereka dan komitmen yang mereka buat satu sama lain. Ini adalah acara yang sangat bermakna dan semakin populer," kata Andrew Copson selaku chief executive Humanists UK.


Tema Pernikahan yang Sedang Tren Ini Ternyata Berisiko Perceraian

(ami/ami)