Debat Tak Selalu Buruk, Ini Manfaat Adu Argumen dalam Pernikahan

Kiki Oktaviani - wolipop Minggu, 17 Feb 2019 09:46 WIB
Ilustrasi pasangan setelah berdebat. Foto: Istock Ilustrasi pasangan setelah berdebat. Foto: Istock

Jakarta - Perdebatan selama ini identik dengan hal negatif. Adu argumentasi terkadang bisa menyebabkan emosi meluap-luap. Namun pertengkaran dengan debat ini tak melulu berefek buruk.

"Karena beberapa argumentasi diperlukan dalam hubungan," begitu pemaparan dari pakar percintaan dan terapis pernikahan Jane Greer, PhD.

Ya, bertengkar dengan debat tak selalu dikonotasikan buruk. Beberapa perdebatan justru baik untuk hubungan asmara. Dituturkan oleh Greer, ketika Anda tidak setuju dengan suatu hal maka pertengkaran akan terjadi, tapi hal itulah yang akan mendewasakan hubungan kamu bersama pasangan.

Tapi pastikan perdebatan yang dilakukan sehat dengan pola komunikasi yang tepat. Aturannya adalah tidak menghina atau meremehkan, bisa saling mendengarkan masing-masing harapan dan mencari solusinya. Inilah manfaat berdebat dengan pasangan.

1. Memperkuat Hubungan

Pertengkaran dengan perdebatan bisa membuat hubungan semakin kuat, meskipun kamu tidak setuju dengan perkataan atau sikapnya, begitu sebaliknya. Ketika kamu berkonflik, uneg-uneg kamu dan pasangan akan keluar, sehingga saling mengerti apa yang diingkinkan oleh pasangan. Dengan begitu, hubungan bisa semakin kuat dan sehat.



2. Melepas Stres

Berdebat membantu tingkat stres Anda dan pasangan menurun. Kenapa? Karena saat adu argumen, kalian berdua sudah membuat kemarahan yang terpendam di dalam hati keluar. Perlu diingat, bertengkar di sini bukan berarti Anda harus saling tarik urat dan menuruti ego masing-masing. Tapi lebih kepada diskusi serius dari hati ke hati.

Ilustrasi manfaat berdebat.Ilustrasi manfaat berdebat. Foto: Istock


3. Membuat Hubungan Lebih Mesra

Memang pertengkaran bukan hal yang menyenangkan, namun setelah berdebat, kamu dan kekasih bisa tertawa bersama. Perkelahian kecil bisa terasa menyenangkan setelah pasangan kembali akur dan suasana mereda. Kamu dan pasangan pun bisa bermesraan kembali, bahkan menjadi lebih dekat.

4. Meningkatkan Kedewasaan

Dengan mendengarkan keluh kesah pasangan, begitu juga sebaliknya, kamu berdua bisa belajar menurunkan ego dan menjadi pribadi yang lebih dewasa. Maka saat menemui konflik yang lebih besar, keputusan yang diambil menjadi lebih matang sehingga mencegah kamu bertindak gegabah.


(eny/eny)