Catat, Ini Rumus Menabung Buat Calon Pengantin yang Mau Menikah

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 12 Okt 2018 09:08 WIB
Foto: thinkstock Foto: thinkstock

Jakarta - Bicara soal persiapan pernikahan erat kaitannya dengan kemapanan finansial. Tanpa dana yang mumpuni, mustahil untuk mewujudkan pernikahan impian. Menabung menjadi solusinya. Namun, kapan waktu yang ideal untuk menyisihkan uang demi pernikahan? Serta berapa jumlah yang dianjurkan?

"The sooner, the better. Semakin cepat, justru lebih baik. Bahkan ketika Anda masih menjomblo pun, menabung untuk pernikahan tetap disarankan," ungkap Caroline Muliawan, penulis buku 'The Ultimate Wedding Guide', saat acara peluncuran buku tersebut di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Persiapan dana pernikahan, lanjut Caroline, juga bisa dimulai saat pasangan memutuskan untuk bertunangan. Dengan status yang sudah terikat, calon pengantin akan lebih berkomitmen dalam menyiapkan dananya.

Sebenarnya, tak ada patokan tertentu berapa dana yang harus disisihkan setiap bulannya karena kondisi finansial setiap pasangan berbeda-beda. Namun biasanya, Caroline yang juga representasi dari jasa pembiayaan pernikahan Dana Nikah itu menganjurkan kepada kliennya untuk mengalokasikan dana sekitar seperempat dari pemasukan untuk ditabung setiap bulan.

"Kalau menikahnya tahun depan, rumusnya mulai sisakan dana 30 persen per bulan untuk tabungan pernikahan. Baik calon pengantin pria, maupun wanita," kata Caroline.

Jika memungkinkan, lanjut Caroline, tambah 5-10 persen saat beberapa bulan mendekati hari-H sebagai dana darurat. Selain itu, ia menganjurkan agar pasangan membuat satu tabungan khusus agar dana tidak terpakai untuk kebutuhan di luar persiapan pernikahan, sekaligus memudahkan mereka memonitor alur masuk-keluar dana tersebut.

Tak bisa dipungkiri, persiapan finansial terkadang dipengaruhi oleh faktor kebudayaan dari masing-masing pasangan. Marketing Manager The Bride Dept Putri Adinda mencontohkan, budaya Jawa terkadang menitikberatkan pada pengantin perempuan sehingga pihak mempelai perempuan yang mengeluarkan dana lebih banyak ketimbang pria.

"Kalau budaya Tiongkok, sebaliknya. Mempelai pria yang membayar lebih. Ada baiknya, pasangan mendiskusikannya dulu supaya jelas porsi masing-masing," tambah Putri saat ditemui di kesempatan yang sama.

Kamu kesulitan cari dana buat menikah? Bersama seva.id, detikcom menggelar program 'Mau Apa Aja Kita Kasih!'. Program ini memberi kesempatan kepada pembaca detikcom untuk mewujudkan beragam keinginan. Berbagai macam hadiah yang kamu minta akan dikabulkan. Kamu mau pesta pernikahan tanpa keluar biaya? Kita kasih!

Cara untuk ikut program Mau Apa Aja Kita Kasih! ini gampang banget. Untuk berpartisipasi dan selangkah lebih dekat ke impian kamu membuat pesta pernikahan tanpa keluar uang sedikitpun, kamu bisa menuju ke microsite bit.ly/mauapaajakitakasih dan mengikuti petunjuk yang ada.





Tonton juga 'Ajak Anak Menabung Yuk, Bun!':



(dng/dng)