Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pendeta Bunuh Istri Demi Asuransi, Uangnya Dipakai Biayai Selingkuhan

Vina Oktiani - wolipop
Selasa, 28 Jul 2026 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

A man sitting at the end of a bed, deep in solemn thought.
Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Kepercayaan menjadi fondasi utama dalam rumah tangga, termasuk soal keuangan. Tak sedikit pasangan yang menyerahkan pengelolaan uang kepada suami atau istri tanpa rasa curiga. Sayangnya, kepercayaan itulah yang diduga dimanfaatkan oleh David Vander Meer hingga berujung pada kematian sang istri, Bernadette Vander Meer, dalam kasus yang baru terungkap bertahun-tahun kemudian.

Melansir People, Bernadette dikenal sebagai sosok pekerja keras. Setelah lulus sekolah, ia sempat menjadi aktris di MGM Grand, Las Vegas. Kariernya kemudian berlanjut sebagai pramusaji koktail di Hotel & Casino New York-New York. Bertahun-tahun bekerja tanpa kenal lelah akhirnya membuahkan hasil ketika ia mendapat jadwal kerja siang yang menawarkan penghasilan lebih besar dan waktu kerja yang lebih nyaman.

Namun, peningkatan pendapatan itu ternyata tidak membuat kondisi finansial Bernadette membaik. Menurut sang ibu, Laura Gudenkauf, seluruh gaji hingga uang tip yang diterima Bernadette selalu diserahkan kepada David. Suaminya mengendalikan seluruh keuangan keluarga, sementara Bernadette justru harus meminta izin untuk membeli kebutuhan sederhana, seperti secangkir kopi atau pakaian kerja baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan diketahui, uang hasil kerja Bernadette justru diduga digunakan David untuk membiayai kehidupan wanita lain. Berdasarkan hasil penyelidikan, David menjalin hubungan dengan seorang remaja yang masih duduk di bangku SMA. Selama hubungan tersebut berlangsung, ia menyewa kamar hotel untuk bertemu sang kekasih, membelikan ponsel khusus agar hubungan mereka tidak diketahui, hingga membayar biaya sewa apartemen setelah remaja itu pindah dari rumah orang tuanya.

Tak berhenti di situ, David juga tetap menjalani gaya hidup mewah. Meski penghasilannya sebagai pendeta muda hanya sekitar US$38 ribu atau setara Rp 684 juta per tahun, ia disebut gemar membeli barang-barang mahal, termasuk gitar dengan harga tinggi. Beberapa bulan sebelum Bernadette meninggal, David juga membeli mobil SUV baru dengan cicilan yang tidak sedikit.

ADVERTISEMENT

Ironisnya, di saat David leluasa mengeluarkan uang, Bernadette justru mulai mengurangi pengeluaran untuk dirinya sendiri. Rekan-rekan kerjanya mengaku melihat perubahan tersebut. Bernadette berhenti melakukan perawatan kuku dan enggan membeli seragam kerja baru karena selalu dimarahi suaminya jika dianggap terlalu banyak menghabiskan uang.

Penyidik kemudian menemukan fakta lain yang semakin menguatkan dugaan adanya motif ekonomi. Pada November 2005, David menaikkan nilai polis asuransi jiwa miliknya dan Bernadette hingga masing-masing bernilai US$550 ribu atau sekitar Rp 9,9 miliar. Artinya, jika salah satu meninggal dunia, nilai santunan yang bisa diterima mencapai lebih dari setengah juta dolar AS.

Beberapa bulan setelah perubahan polis itu, tepatnya pada 22 Agustus 2006, Bernadette meninggal dunia setelah jatuh dari Angels Landing di Zion National Park. Saat itu, kematiannya dinyatakan sebagai kecelakaan sehingga tidak menimbulkan banyak kecurigaan.

Tak lama berselang, David mencairkan uang asuransi jiwa Bernadette senilai lebih dari US$567 ribu atau sekitar Rp 10,2 miliar. Menurut hasil penyelidikan, dana tersebut kemudian digunakan untuk membiayai kehidupan bersama wanita yang selama ini menjadi selingkuhannya. Ia membelikan mobil, mengajak berlibur, menanggung berbagai kebutuhan, hingga akhirnya membeli sebuah rumah untuk perempuan tersebut.

Hubungan terlarang itu akhirnya berubah menjadi pernikahan. David menikahi wanita tersebut pada 2008, setelah ia diberhentikan dari pekerjaannya sebagai pendeta karena dugaan perilaku tidak pantas terhadap anak di bawah umur. Sebelum rumah tangga kedua David juga berakhir dengan perceraian, David bahkan disebut sempat melunasi utang kuliah istrinya menggunakan uang yang diduga berasal dari pencairan asuransi Bernadette.

Kasus kematian Bernadette kembali dibuka setelah penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dan mengumpulkan kesaksian baru, termasuk dari mantan istri kedua David. Keterangan perempuan itu menjadi salah satu bukti penting yang membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa yang selama bertahun-tahun tersembunyi.

Pada 22 Juni, David akhirnya ditangkap dan didakwa atas pembunuhan Bernadette. Namun, proses hukum tidak pernah sampai ke ruang sidang. Tiga hari setelah ditahan, ia ditemukan meninggal dunia di dalam sel akibat luka yang diduga dibuatnya sendiri.

Bagi keluarga Bernadette, kematian David memang mengakhiri proses hukum, tetapi tidak menghapus luka yang telah mereka rasakan selama bertahun-tahun. Sang ibu meyakini David memilih mengakhiri hidup karena tidak sanggup menghadapi persidangan dan konsekuensi atas perbuatannya yang akhirnya terbongkar.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads