Fakta Mengerikan di Balik Senyum Model Cilik di Fashion Show Baju Pengantin
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 13 Des 2017 11:38 WIB
Pakistan
-
Seorang anak berjalan di catwalk sebuah fashion show busana pengantin di Pakistan. Anak gadis yang sepertinya baru memasuki usia pubertas itu sontak jadi pusat perhatian para tamu yang datang ke pekan mode HUM Bridal Couture Week, Pakistan, Senin (11/12/2017).
Kekagetan para tamu bukan karena sang desainer mempekerjakan anak di bawah umur untuk fashion show-nya. Ali Xeeshan, menggelar fashion show untuk memamerkan koleksi busana pengantin terbarunya sekaligus menggalakkan kampanye anti pernikahan anak atau pernikahan di bawah umur.
Anak perempuan tersebut berjalan sebagai penutup fashion show, mengenakan busana yang disebutnya 'Seragam Pengantin'. Ia terlihat memakai perhiasan pengantin lengkap dengan lukisan henna pada kedua tangannya.
Sang anak mengenakan seragam sekolah berupa tunik warna biru dengan hiasan bordir di bagian hem dan bawahan celana putih. Ia juga membawa tas ransel besar bertulisan 'POWER' dan ada pita putih besar yang melingkar di dadanya.
Ada makna tersendiri di balik penampilan 'pengantin cilik' ini di catwalk. Lewat gadis tersebut, Ali Xeeshan ingin mendorong masyarakat Pakistan agar lebih mengutamakan pendidikan bagi anak perempuan. Bukan justru menikahkannya di usia dini.
Seperti dikutip dari Indian Express, fashion show digelar berkolaborasi dengan Entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Jender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) Pakistan untuk menyoroti realita menyedihkan pernikahan anak yang marak terjadi di Pakistan.
Bordiran emas pada hem bawah seragam merupakan hiasan yang biasa dipakai pada busana pengantin. Sebuah simbol kemalangan yang dialami anak-anak perempuan ketika hak-haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak telah direnggut.
Peragaan busana tersebut menandai dimulainya kampanye UN Women Pakistan #BridalUniform, yang meminta orang-orang untuk menandatangani petisi agar isu pernikahan anak bisa dibawa ke diskusi parlemen. Di 2017, pernikahan anak atau pernikahan di bawah umur masih menjadi masalah yang belum juga terselesaikan, khususnya di negara-negara berkembang.
Berdasarkan data UN Women, lebih dari 20 persen wanita Pakistan menikah saat usianya masih di bawah 18 tahun. Sementara itu 3 persennya menikah bahkan sebelum usia mereka menginjak 15 tahun.
Maka dari itu melalui kampanye ini, UN Women ingin membuka mata dunia bahwa praktik pernikahan anak masih marak di Pakistan. Tujuan jangka panjangnya agar pernikahan anak bisa dicegah, sekaligus membantu korban-korban atau calon korban yang terancam dipaksa menikah di bawah umur. (hst/hst)
Kekagetan para tamu bukan karena sang desainer mempekerjakan anak di bawah umur untuk fashion show-nya. Ali Xeeshan, menggelar fashion show untuk memamerkan koleksi busana pengantin terbarunya sekaligus menggalakkan kampanye anti pernikahan anak atau pernikahan di bawah umur.
Anak perempuan tersebut berjalan sebagai penutup fashion show, mengenakan busana yang disebutnya 'Seragam Pengantin'. Ia terlihat memakai perhiasan pengantin lengkap dengan lukisan henna pada kedua tangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Instagram/famouspakistan |
Ada makna tersendiri di balik penampilan 'pengantin cilik' ini di catwalk. Lewat gadis tersebut, Ali Xeeshan ingin mendorong masyarakat Pakistan agar lebih mengutamakan pendidikan bagi anak perempuan. Bukan justru menikahkannya di usia dini.
Seperti dikutip dari Indian Express, fashion show digelar berkolaborasi dengan Entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Jender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) Pakistan untuk menyoroti realita menyedihkan pernikahan anak yang marak terjadi di Pakistan.
Bordiran emas pada hem bawah seragam merupakan hiasan yang biasa dipakai pada busana pengantin. Sebuah simbol kemalangan yang dialami anak-anak perempuan ketika hak-haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak telah direnggut.
Peragaan busana tersebut menandai dimulainya kampanye UN Women Pakistan #BridalUniform, yang meminta orang-orang untuk menandatangani petisi agar isu pernikahan anak bisa dibawa ke diskusi parlemen. Di 2017, pernikahan anak atau pernikahan di bawah umur masih menjadi masalah yang belum juga terselesaikan, khususnya di negara-negara berkembang.
Berdasarkan data UN Women, lebih dari 20 persen wanita Pakistan menikah saat usianya masih di bawah 18 tahun. Sementara itu 3 persennya menikah bahkan sebelum usia mereka menginjak 15 tahun.
Maka dari itu melalui kampanye ini, UN Women ingin membuka mata dunia bahwa praktik pernikahan anak masih marak di Pakistan. Tujuan jangka panjangnya agar pernikahan anak bisa dicegah, sekaligus membantu korban-korban atau calon korban yang terancam dipaksa menikah di bawah umur. (hst/hst)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
Most Pop: Pernikahan Viral Roboh Diterjang Badai, Resepsi Tetap Jalan
Most Popular
1
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
2
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
3
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
4
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
5
9 Drama China 2025 Rating Tertinggi, Terbaru Shine On Me
MOST COMMENTED












































Foto: Instagram/famouspakistan