Fakta Mengerikan di Balik Senyum Model Cilik di Fashion Show Baju Pengantin

Hestianingsih - wolipop Rabu, 13 Des 2017 11:38 WIB
Foto: Instagram/alixeeshantheaterstudio Foto: Instagram/alixeeshantheaterstudio

Pakistan - Seorang anak berjalan di catwalk sebuah fashion show busana pengantin di Pakistan. Anak gadis yang sepertinya baru memasuki usia pubertas itu sontak jadi pusat perhatian para tamu yang datang ke pekan mode HUM Bridal Couture Week, Pakistan, Senin (11/12/2017).

Kekagetan para tamu bukan karena sang desainer mempekerjakan anak di bawah umur untuk fashion show-nya. Ali Xeeshan, menggelar fashion show untuk memamerkan koleksi busana pengantin terbarunya sekaligus menggalakkan kampanye anti pernikahan anak atau pernikahan di bawah umur.

Anak perempuan tersebut berjalan sebagai penutup fashion show, mengenakan busana yang disebutnya 'Seragam Pengantin'. Ia terlihat memakai perhiasan pengantin lengkap dengan lukisan henna pada kedua tangannya.

Sang anak mengenakan seragam sekolah berupa tunik warna biru dengan hiasan bordir di bagian hem dan bawahan celana putih. Ia juga membawa tas ransel besar bertulisan 'POWER' dan ada pita putih besar yang melingkar di dadanya.
Foto: Instagram/famouspakistan

Ada makna tersendiri di balik penampilan 'pengantin cilik' ini di catwalk. Lewat gadis tersebut, Ali Xeeshan ingin mendorong masyarakat Pakistan agar lebih mengutamakan pendidikan bagi anak perempuan. Bukan justru menikahkannya di usia dini.

DO NOT LET A LITTLE GIRL TRADE HER SCHOOL UNIFORM FOR A BRIDAL OUTFIT. Fashion has always meant more than just clothes to me. I have always aimed to cross the boundaries and further my voice through this platform. This collaboration with @unwomenpakistan was done for the same purpose. We all celebrate weddings and brides but forget that there is a sad reality around us regarding the same subject. Child marriage is a problem with unimaginable consequences. I will continue changing the meaning of fashion for the better. I hope you will too. You can start by signing this petition and raising your voice against child marriage. www.thebridaluniform.com/sign-petition/ #alixeeshantheaterstudio #alixeeshansignaturebridal #bridaluniform #stopchildmarriage #dontbeinsignificant #photocredit @the_videographers #jewelry @samreenvance

A post shared by Ali Xeeshan (@alixeeshantheaterstudio) on




Seperti dikutip dari Indian Express, fashion show digelar berkolaborasi dengan Entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Jender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) Pakistan untuk menyoroti realita menyedihkan pernikahan anak yang marak terjadi di Pakistan.

Bordiran emas pada hem bawah seragam merupakan hiasan yang biasa dipakai pada busana pengantin. Sebuah simbol kemalangan yang dialami anak-anak perempuan ketika hak-haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak telah direnggut.

Peragaan busana tersebut menandai dimulainya kampanye UN Women Pakistan #BridalUniform, yang meminta orang-orang untuk menandatangani petisi agar isu pernikahan anak bisa dibawa ke diskusi parlemen. Di 2017, pernikahan anak atau pernikahan di bawah umur masih menjadi masalah yang belum juga terselesaikan, khususnya di negara-negara berkembang.

Berdasarkan data UN Women, lebih dari 20 persen wanita Pakistan menikah saat usianya masih di bawah 18 tahun. Sementara itu 3 persennya menikah bahkan sebelum usia mereka menginjak 15 tahun.

Maka dari itu melalui kampanye ini, UN Women ingin membuka mata dunia bahwa praktik pernikahan anak masih marak di Pakistan. Tujuan jangka panjangnya agar pernikahan anak bisa dicegah, sekaligus membantu korban-korban atau calon korban yang terancam dipaksa menikah di bawah umur.
(hst/hst)