Pemerintah Thailand Buka Kursus Menikah dengan Bule, Ini yang Diajarkan
Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 07 Sep 2017 18:03 WIB
Jakarta
-
Seperti di Indonesia, pernikahan beda kewarganegaraan bukan hal yang asing terjadi di Thailand. Tampaknya belakangan semakin banyak saja wanita Negeri Gajah Putih yang menikahi pria dari luar negara mereka. Pemerintah Thailand pun berinisiatif untuk membuka kursus kepada para wanita yang ingin melakukan perkawinan campur. Tujuannya bukan untuk mengajarkan mereka cara mendapatkan bule namun justru agar tidak mudah tertipu.
Menikah dengan bule memang tidak selalu mudah. Perbedaan budaya tak jarang menimbulkan percekcokan pada pasangan beda kewarganegaraan. Ketika dibawa ke negara suami, sejumlah wanita pun kadang kurang bisa beradaptasi. Bahkan ada pula yang justru menjadi korban kekerasan, penipuan hingga perdagangan manusia.
Menghindari hal tersebut, pemerintah Thailand pun membuka sebuah kursus khusus untuk wanita yang akan melakukan perkawinan campur. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya wanita di sana yang tergiur menikahi pria asing karena alasan ekonomi.
Di Thailand ternyata cukup banyak wanita yang menikah dengan bule karena terdorong kebutuhan ekonomi. Menurut data pemerintah setempat tahun 2004, sebanyak 15.000 wanita dari salah satu daerah termiskin di sana, Isan, telah menikah dengan pria asing. Mereka pun tercatat mengirim uang dengan total 122 juta baht atau Rp 49 miliaran kepada keluarga di Thailand.
"Kursus kami akan mengajarkan pada wanita bagaimana membimbing diri mereka sendiri mengenai hukum di negara tujuan mereka dan bagaimana menyiapkan diri sebelum pergi. Ini untuk mengurangi risiko wanita ditipu atau menjadi korban perdagangan manusia," ungkap staff senior kementrian Patcharee Arayakul kepada Huffington Post.
"Kursus mengajarkan mengenai hak hukum, bagaimana mencari bantuan dari pihak berwajib Thailand terkait, dan juga mengenai syok kultur," tamabah Patcharee.
Sayangnya sebagian wanita yang menikah dengan pria asing kadang kurang pengetahuan dan informasi sehingga berisiko jadi sasaran tindak kejahatan. Salah satu wanita pelaku perkawinan campur pun mengatakan jika kursus menikah dengan bule ini akan sangat berguna bagi mereka. Terutama agar para wanita mengetahui aspek-aspek hukum di negara tujuan.
"Wanita Thailand, terutama mereka yang berasal dari daerah selatan, adalah orang yang berbicaranya lembut dan penurut. Mereka harus belajar menghargai diri sendiri dan budaya mereka," kata Ploynisa Duangdararungrueng, seorang manajer tempat spa yang menikah dengan orang Jerman.
"Untuk banyak wanita, hidup di Barat seperti dongeng tapi realitanya itu bisa terasa sangat mengisolasi untuk pindah ke kota kecil. Jika pria Barat tidak mengerti dinamika keluarga, ini bisa menyebabkan banyak masalah," tambahnya. (ami/ami)
Menikah dengan bule memang tidak selalu mudah. Perbedaan budaya tak jarang menimbulkan percekcokan pada pasangan beda kewarganegaraan. Ketika dibawa ke negara suami, sejumlah wanita pun kadang kurang bisa beradaptasi. Bahkan ada pula yang justru menjadi korban kekerasan, penipuan hingga perdagangan manusia.
Menghindari hal tersebut, pemerintah Thailand pun membuka sebuah kursus khusus untuk wanita yang akan melakukan perkawinan campur. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya wanita di sana yang tergiur menikahi pria asing karena alasan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kursus kami akan mengajarkan pada wanita bagaimana membimbing diri mereka sendiri mengenai hukum di negara tujuan mereka dan bagaimana menyiapkan diri sebelum pergi. Ini untuk mengurangi risiko wanita ditipu atau menjadi korban perdagangan manusia," ungkap staff senior kementrian Patcharee Arayakul kepada Huffington Post.
"Kursus mengajarkan mengenai hak hukum, bagaimana mencari bantuan dari pihak berwajib Thailand terkait, dan juga mengenai syok kultur," tamabah Patcharee.
Sayangnya sebagian wanita yang menikah dengan pria asing kadang kurang pengetahuan dan informasi sehingga berisiko jadi sasaran tindak kejahatan. Salah satu wanita pelaku perkawinan campur pun mengatakan jika kursus menikah dengan bule ini akan sangat berguna bagi mereka. Terutama agar para wanita mengetahui aspek-aspek hukum di negara tujuan.
"Wanita Thailand, terutama mereka yang berasal dari daerah selatan, adalah orang yang berbicaranya lembut dan penurut. Mereka harus belajar menghargai diri sendiri dan budaya mereka," kata Ploynisa Duangdararungrueng, seorang manajer tempat spa yang menikah dengan orang Jerman.
"Untuk banyak wanita, hidup di Barat seperti dongeng tapi realitanya itu bisa terasa sangat mengisolasi untuk pindah ke kota kecil. Jika pria Barat tidak mengerti dinamika keluarga, ini bisa menyebabkan banyak masalah," tambahnya. (ami/ami)
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Olahraga
Cukup Satu Alat! Latihan Lebih Variatif di Rumah dengan B-STRONG BS-10 yang Adjustable dan Multifungsi
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut & Berkilau dengan Perawatan Premium dari Jepang!
Perawatan dan Kecantikan
Airbot Aria HyperStyler, Satu Alat, Banyak Gaya Rambut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan Tak Biasa, Tamu Bebas Merangkai Bunga Sendiri
TikTok Viral Verificator
Viral Momen Dosen Pertanian Mantu, Souvenir Bibit Tanaman Jadi Sorotan
TikTok Viral Verificator
Viral! Pengantin Bagikan Souvenir 100 Anak Ayam Warna-warni, Tuai Kritik
Daftar Tanggal Cantik 2026, Cocok Untuk Lamar Kekasih Hingga Gelar Pernikahan
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED











































