Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Penelitian: Olaharaga 1 Menit Sama Efektifnya dengan 45 Menit

Rista Adityaputry - wolipop
Selasa, 21 Feb 2017 09:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: skipping
Jakarta - Terkadang kesibukan tidak bisa terhindarkan. Bekerja atau kuliah, kegiatan di luar pekerjaan, proyek kerja, mengurus keluarga di rumah, dan kegiatan bersosialisasi. Ketika tiba akhir minggu, beberapa hanya ingin istirahat membayar 'utang' tidur selama weekdays atau sekadar bersantai sejenak di luar rumah. Rasanya sulit untuk memulai rutinitas olahraga.

Niat untuk berolahraga mungkin sudah ada, tapi kerap kali terhalangi oleh kesibukan. Ini tentu saja bukan sebuah fakta yang mengejutkan. Melihat kenyataan ini, para peneliti Universitas McMaster di Hamilton, Ontario melakukan sebuah penelitian.

Dengan kesibukan yang ada peneliti mencari jalan keluar untuk mengetahui berapa lama waktu hingga mendapatkan efektifitas olahraga. Dan jawabannya adalah hanya dalam satu menit olahraga yang intens sama efektifnya dengan 45 menit olahraga dengan kecepatan sedang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti melakukan studi selama 12 minggu dengan melibatkan 26 pria untuk melakukan olahraga tiga kali dalam seminggu. Ada tiga kelompok dalam penelitian, yaitu 10 orang melakukan satu menit olahraga intens, 10 orang melakukan 45 menit olahraga berkecepatan sedang, dan enam orang tidak berolahraga sama sekali.

Satu menit berolahraga terdiri dari 20 detik bersepeda dengan kecepatan tinggi sebanyak tiga sesi, dua menit bersepeda dengan kecepatan lambat, dua menit pemanasan dan tiga menit pendinginan. Sementara itu, 45 menit berolahraga terdiri dari 45 menit bersepeda dengan kecepatan sedang, dua menit pemanasan, dan tiga menit pendinginan. Ternyata dua metode tersebut memberikan hasil yang sama. Sama-sama dapat mengontrol gula darah, meningkatnya daya tahan tubuh dan fungsi otot.

"Olahraga satu menit ini adalah latihan interval yang paling intens," kata Martin J. Gibala, profesor Kinesiologi Universitas McMaster, pemimpin penelitian yang telah diterbitkan April tahun lalu di jurnal PLOS ONE.

Gibala juga mengatakan apabila orang ingin mendapatkan manfaat hanya dari satu menit berolahraga, mereka harus melakukannya dengan keras. Meskipun begitu, ini bisa menjadi opsi bagi seseorang yang tidak ada waktu untuk berolahraga.

"Saat sesi bersepeda 20 detik itu, kami menuruh mereka untuk bersepeda dengan sekuat-kuatnya seolah mereka sedang lari dari bahaya. Ini adalah usaha yang sangat keras," jelas Gibala.

Menurut Gibala, ini adalah olahraga yang sangat efektif dan tidak bisa lagi melakukan pengurangan waktu karena seseorang membutuhkan waktu pemulihan selama 2 menit. Sangat sulit apabila seseorang memaksakan diri untuk bersepeda dengan kecepatan tinggi selama 60 detik.

Studi ini juga menemukan bahwa olahraga dengan kecepatan tinggi dan sedang sama-sama memiliki efek dengan penurunan berat badan dan pembakaran kalori. Namun jika ingin diet lebih efektif, Gibala menegaskan bahwa yang terpenting adalah makanan yang dimasukkan dalam tubuh. (kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads