Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cerita Pasangan yang Menikah di Kathedral Saat Demo 4 November

Intan Kemala Sari - wolipop
Senin, 07 Nov 2016 16:25 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Pernikahan Wiwi dan Andreas (Dok. Dodo Liu)
Jakarta - 4 November 2016 menjadi tanggal bersejarah ketika ratusan ribu massa melakukan unjuk rasa terkait aksi damai di Jakarta. Bertempat di Masjid Istiqlal, massa dari seluruh penjuru kota berkumpul sebelum memulai aksinya. Bertepatan dengan tanggal itu pula, pasangan Wiwi Margaretta dan Andreas Gunawan melangsungkan pernikahan di Gereja Kathedral, yang posisinya berseberangan persis dengan Masjid Istiqlal.

Cerita pernikahan mereka tersebar ke sosial media dan menjadi viral. Beberapa netizen beranggapan bahwa pernikahan yang dilakukannya tergolong nekat, namun tidak sedikit pula yang memberikannya selamat.

Dodo Liu, perwakilan dari jasa penyelenggara pernikahan Dodo Liu Wedding Organizer mengatakan bahwa rencana awal adalah melakukan pemberkatan Wiwi dan Andreas pada 4 November dilanjutkan dengan resepsi pada 5 November. Dodo mengatakan, kedua mempelai sudah mengetahui bahwa akan ada demo yang bertepatan dengan tanggal pernikahan mereka sekitar dua minggu sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, persiapan yang sudah dilakukan hampir satu tahun sulit membuat pemberkatan tersebut dibatalkan begitu saja. Dengan pikiran positif dan keyakinan, akhirnya pemberkatan pernikahan bisa dilakukan sesuai dengan rencana awal.

"Pemberkatannya harusnya jam 14.00, tetapi karena kita sudah tiba dari jam 12.00 dan pastor, saksi pernikahan, koor sudah datang semua, jadi kita mulai 15 menit lebih awal. Jumlah tamu ada sekitar 70 orang dari prediksi 100 orang yang hadir," tutur Dodo saat dihubungi Wolipop, Senin (7/11/2016).

Acara yang sudah dijadwalkan mengalami perubahan meskipun tidak terlalu banyak. Hanya saja kedua pengantin tidak melakukan sesi foto bersama karena ingin berangkat lebih awal ke Gereja.

Di tengah perjalanan, sempat terjadi suatu peristiwa yang cukup membuat tegang. Mobil pengantin terjebak macet tepat di samping Gereja di depan pintu masuknya. Saat itu, pintu pagar Gereja pun juga tertutup. Namun tak lama, rombongan mereka dipersilakan masuk.

Saat ditanya bagaimana perasaannya mengurusi pernikahan yang bertepatan dengan adanya aksi demonstrasi, pria yang hampi 10 tahun menjadi WO ini mengaku sedikit khawatir saat pemberkatan berlangsung. "Rasa was-was ada, takut nggak bisa masuk ke Gereja karena penuh orang demo. Tadinya kami ada rencana kalau emang macet dan mobil nggak bisa bergerak, kami mau jalan kaki sampai dalam Gereja," imbuhnya sebelum menutup perbincangan.

(itn/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads