Liputan Khusus Persiapan Pernikahan

Siapa Saja yang Harus Diberikan Seragam untuk Resepsi Pernikahan?

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 14 Okt 2016 16:40 WIB
Foto: dok. Pinterest
Jakarta - Salah satu hal yang harus dipersiapkan sebelum mengadakan pesta pernikahan adalah pemberian seragam kepada keluarga besar. Pemakaian seragam itu seolah menandakan bahwa mereka menjadi bagian dalam pernikahan tersebut. Tetapi siapa saja yang seharusnya diberikan seragam saat pesta pernikahan?

Syita Sophiaan, pemilik wedding organizer Amaya Wedding menuturkan bahwa selain keluarga inti (ayah ibu, adik, dan kakak), ada beberapa keluarga yang juga diberikan seragam. Seperti, saudara ipar dan saudara kandung dari ayah dan ibu. Selain itu, beberapa calon pengantin juga memberikan seragam kepada saudara sepupu dari pihak ayah dan ibu, serta keponakan.

"Untuk seragam, biasanya selain keluarga inti, saudaranya ayah ibu juga dapat seragam. Tapi ya kembali lagi ke bujetnya, kalau memang bujet banyak satu keluarga besar dikasih pun nggak apa-apa, tapi kalau terbatas mungkin cukup sampai saudara kandung ayah ibu, yang lainnya diberi pengertian saja," tutur Syita saat berbincang dengan Wolipop di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2016).

Selain seragam keluarga, tren pernikahan saat ini adalah memberikan pakaian dengan warna yang sama kepada para teman dekat atau yang biasa disebut dengan bridesmaid. Dikatakan wanita 28 tahun itu, di luar negeri, bridesmaid umumnya berjumlah tiga sampai empat orang, sedangkan di Indonesia, bridesmaid jumlahnya sampai puluhan.

Jika ingin memberikan seragam kepada bridesmaid, wanita yang merintis bisnis wedding organizer sejak lima tahun lalu itu menyarankan untuk bertanya terlebih dahulu kepada teman, apakah dirinya mau membantu pernikahan Anda dengan menggunakan seragam. Karena di luar negeri, tugas bridesmaid adalah untuk membantu kebutuhan calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahan.

"Kalau di sini, persiapan pernikahan sudah dipegang oleh WO jadi bridesmaidnya tinggal datang dan menikmati pesta, malah kadang datangnya pas resepsinya aja. Makanya sebelum bagikan seragam, tanya dulu ke mereka mau ngga bantuin nikahan kamu dan pakai seragam? Karena terkadang sebenernya banyak yang nggak mau tapi karena terpaksa dan nggak enak," kata wanita kelahiran 1988 itu.

Ditambahkan oleh Syita, untuk pernikahan dengan adat Tionghoa, biasanya hanya keluarga inti yang memakai baju seragam. Sedangkan untuk keluarga lainnya, mereka cukup diberi tahu dresscode warna busana dan akan datang dengan memakai busana yang berwarna senada. (itn/itn)