Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Dinikahkan Sejak Usia 11 Bulan, Wanita Ini Perjuangkan Kebebasannya

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 22 Okt 2015 16:57 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Cover Asia Press
Jakarta -

Pernikahan di bawah umur masih menjadi isu di sejumlah negara Asia Barat. Beberapa waktu lalu dunia bahkan dibuat iba dengan dokumentasi foto pernikahan di bawah umur yang terjadi pada Nasion Akhter asal Bangladesh.

Jika gadis 15 tahun itu bersikap pasrah ketika dinikahkan dengan pria berusia 32 yang tidak dicinta, tidak begitu dengan Santadevi Meghwal. Santadevi tidak mau menerima kenyataan ketika tahu bahwa dirinya sudah dikawinkan ketika berusia 11 bulan. Ia pun berusaha sekuat tenaga untuk menuntut kebebasan dari praktik pernikahan anak. Inilah kisah Santadevi selengkapnya.

Dinikahkan pada usia 11 bulan mungkin terdengar tidak masuk akal. Namun hal itu lah yang terjadi pada wanita asal India ini. Ketika masih bayi, ia dijodohkan dengan pria bernama Saancal Ram yang kala itu berusia 9 tahun. Santadevi pun tidak mengetahui hal ini sampai ketika dewasa seorang tetangga menyuruhnya untuk tinggal di rumah mertua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orangtua Santadevi memintanya untuk menerima nasib dan pergi ke rumah suami yang tidak pernah ia kenal. Namun wanita muda itu tidak mau menerima serta tinggal diam. Ia berusaha membatalkan perkawinan paksa itu dengan meminta bantuan aktivis pernikahan anak.

Keinginannya untuk bebas dari pernikahan itu ternyata tidak mudah. Santadevi bahkan diancam didenda sebesar Rp 341 jutaan dan dikucilkan dari komunitas oleh organisasi setempat. Meski begitu, Santadevi tetap tidak putus asa.

"Aku tidak percaya pada pernikahan ini dan aku berniat untuk memperjuangkan kebebasanku. Aku tidak akan duduk dan menerima hidupku diambil. Aku terus memberi alasan dan menolak pergi ke rumah mertua tapi tekanan terus berdatangan, aku diancam akan diculik," ungkap Santadevi kepada Dailymail.

Mencari bantuan, Santadevi akhirnya datang kepada Saarthi Trust, sebuah organisasi yang melindungi hak-hak anak. Komunitas yang sudah membatalkan 29 pernikahan di bawah umur tersebut mencoba mendekati dan memberikan nasehat kepada ayah Santadevi yang sempat memaksanya melanjutkan perkawinan. Berkat kerja keras Saarthi Trust, keluarga Santadevi pun bisa sadar bahwa yang dilakukan mereka adalah salah. Saat ini Santadevi sudah berhasil membatalkan pernikahannya.

"Orangtua Santadevi awalnya khawatir terhadap rasa malu dan konsekuensi dikuncilkan dari komunitas. Tetapi untung ayah Santadevi akhirnya mendukungnya. Aku berhasil meyakinkan mereka untuk mendukung pembatalan pernikahan ini," ungkap Kriti Bharti selaku ketua Saarthi Trust.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads