Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Unik! Pengantin Ini Hidangkan Katering Daur Ulang di Resepsi Pernikahan

Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 22 Sep 2015 15:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Pasangan Pengantin Zoe Chambers dan Charlie Loughlin memanjakan lidah para tamunya dengan katering yang seluruh bahannya berasal dari produk-produk 'buangan' supermarket.

Sebuah resepsi pernikahan kurang lengkap rasanya tanpa suguhan katering lezat menggugah selera. Tapi apa jadinya jika hidangan resepsi pernikahan itu adalah makanan daur ulang? Inilah yang pasangan Zoe Chambers dan Charlie Loughlin suguhkan dalam resepsi pernikahan mereka di Cambridge, Inggris.

Dikabarkan Daily Mail, Senin (21/9/2015), pasangan yang berbahagia tersebut menghidangkan dua appetizer atau makanan pembuka yang seluruh bahannya berasal dari produk-produk 'buangan' supermarket. Kedua makan tersebut adalah panzanella salad yang terbuat dari tomat, kentang, dan roti sebagai bahan utamanya, lalu mixed vegetables ala Maroko. Meski tak lagi dijual, semua bahannya belum kedaluwarsa sehingga masih aman dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah FoodCycle, sebuah yayasan amal yang dipercayai Zoe dan Charlie untuk menyiapkan hidangan tersebut di hari bahagia mereka. Ide untuk menggunakan jasa FoodCycle muncul ketika pasangan tersebut kehabisan ide memilih menu pembuka.

"Untuk menu utama, kami menggunakan daging yang dibeli di pub. Tapi kami tidak punya ide apa yang bakal kami hidangkan untuk menu pembuka," ujar Charlie.

Lantas, pilihan mereka jatuh kepada FoodCycle yang biasanya menyediakan makanan bagi mereka yang sulit mendapatkan akses makanan yang layak. Tapi Charlie dan Zoe membayar jasa FoodCycle sebagai apresiasi karena resepsi pernikahan bukanlah acara amal.

Baca Juga: 50 Inspirasi Model Kebaya

"Dengan menggunakan jasa FoodCycle, kami ingin mempromosikan misi mereka sekaligus agar pernikahan kami terasa sangat berkesan," ujar Zoe yang bekerja di bidang pelestarian pangan.

Lantas, bagaimana reaksi para tamu? Beruntung, seluruh tamu yang terdiri 150 orang itu sangat menyukai hidangan tersebut. Para tamu baru mengetahui asal-usul makanan tersebut setelah Zoe memberitahu mereka dalam pidato singkatnya.

"Semuanya berjalan dengan baik. Para tamu menyukai makanan beserta konspenya. Makanan tersebut menjadi topik utama perbincangan utama selama resepsi," ungkap Charlie.

Urusan mendaur ulang tidak berhenti di makanan saja. Suvenir untuk para tamu pun terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Para tamu membawa pulang sekantong toples kecil berisikan lilin dengan hiasan dari kacang beserta bunga sebagai dekorasi. Tidak lupa dicantumkan juga tanda yang menyebut suvenir tersebut adalah produk hasil daur ulang.

Bagi FoodCycle sendiri, menyediakan hidangan untuk sebuah resepsi pernikahan adalah pengalaman yang pertama dan cukup menantang.

"Senang rasanya bisa melakukan sesuatu yang menantang," ungkap Alex Collis, pemilik FoodCycle.

Alex mengatakan, salah seorang tamu yang kebetulan vegetarian, sempat menghampirinya lalu memuji masakan olahan FoodCycle. Ia menyebut kedua hidangan pembuka tersebut adalah katering terbaik yang pernah ia nikmati dalam sebuah resepsi pernikahan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads