Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Menikah Tanpa Pacaran

Kendala Menikah Tanpa Pacaran: Sulit Bangun Perasaan Cinta

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 21 Agu 2015 18:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Saat seseorang memutuskan untuk menikah, tentunya ada berbagai permasalah dan kendala yang akan dihadapi. Namun jika mereka sudah mengenal cukup lama setelah menjalani hubungan asmara, kendala-kendala tersebut bisa diminimalisir.

Tetapi ada pula beberapa orang yang sepakat untuk menikah tanpa melalui proses berpacaran. Dengan bermodalkan keyakinan serta kesamaan sifat, karakter, dan satu visi misi, mereka yakin bahwa menikah adalah suatu keputusan yang tepat. Lantas, adakah kendalanya?

Menurut konselor pernikahan Elly Nagasaputra, MK, CHt, salah satu kendala terbesar dalam mempersiapkan pernikahan tanpa berpacaran adalah perasaan saling suka dan saling cinta yang belum tentu bisa dibangun. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, tentunya ada perasaan cinta yang melandasinya. Tetapi ketika hanya menikah berdasarkan latar belakang keluarga dan pendidikan yang bagus, perasaan suka itu belum tentu timbul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau proses menikah tanpa berpacaran, mungkin si pasangan ini agak bingung nantinya, bagaimana sih perasaan sayang dan suka itu? Sehingga kalau menikah tanpa berpacaran, di sini kemampuan logika sangat dipakai, " tutur Elly saat dihubungi Wolipop, Kamis, (20/8/2015).

Menurut Elly, banyak orang beranggapan bahwa nantinya perasaan suka dan cinta itu akan timbul dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu dan tinggal dalam satu atap. Tetapi hal tersebut belum tentu akurat kebenarannya.

"Ada juga pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah kehidupannya datar-datar saja, tidak ada perasaan 'deg-degan' yang timbul. Jadi saya rasa kendalanya adalah membangun intimacy dan feeling satu sama lain. Itu yang susah," lanjut wanita yang sudah tujuh tahun jadi konsultan pernikahan itu.

Selain itu, waktu yang singkat dalam mengenal pasangan juga bisa menjadi salah satu hambatan dalam mempersiapkan pernikahan. Psikolog Ayoe Sutomo memaparkan, dengan waktu singkat tersebut proses mengenal pasangan belum terlalu matang, sehingga dikhawatirkan akan sulit untuk berkomunikasi kedepannya.

"Ketika kita tidak mengenal pasangan dengan baik, kita tidak tahu komunikasinya bagaimana, cara kita menyampaikan pendapat harus seperti apa. Kalau kita tidak tahu karakter pasangan dengan baik juga nantinya ketika ada masalah akan sulit untuk menyelesaikannya," ujar Ayoe.

(itn/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads