Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Menurut Riset, Ini Cara Kembalikan Romantisme Pasangan yang Lama Menikah

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 03 Agu 2015 19:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Banyak hal yang menyita atensi kita saat ini, mulai dari pekerjaan, deadline, masalah finansial atau menjaga bentuk tubuh di gym dan lainnya. Tak jarang pula, hal-hal itu membuat beberapa hal perlu dikorbankan demi memenuhinya, tak terkecuali kehidupan pernikahan Anda.

Di usia pertengahan seperti 30 atau 40 tahunan, pernikahan seolah berjalan konstan. Tak ada lagi percikan, yang membuat orang mudah melupakan makna di baliknya. Untuk mengembalikan romansa di usia pernikahan yang sudah lama, Anda bisa mengaplikasikan beberapa cara ini:

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ia Tidak Malas, Hanya Sibuk
Anda jatuh cinta kepada suami tanpa alasan, namun terkadang sulit untuk mengingat hal itu. Semakin bertambahnya tahun, kadang kelebihan pasangan mulai terabaikan dan hanya fokus melihat kelakuannya yang membuat Anda jengkel. Sebuah penelitian pernah mengungkapkan, semakin lama Anda menkahi seseorang semakin besar kemungkinan untuk cenderung melihat segala sesuatu dari sisi negatif dibanding tindakan positifnya.

Dalam penelitian kepada 50 pengantin baru, dicontohkan ada gelas di sisi pinggir meja. Apa yang ada dipikiran Anda, apakah si pasangan hanya malas atau memang sedang terburu-buru? Mereka yang baru menikah cenderung berpikiran positif dan tetap bersama dalam waktu yang lama.

Dr John Gottman, peneliti di balik studi itu menyarankan untuk selalu berusaha berpikir positif kepada pasangan dibanding mencari alasan kenapa ia meletakkan gelas di tempat yang tak seharusnya. "Mungkin ia sedang lelah, jadi ia lupa. Tapi jika ia melakukannya lagi, itu artinya saya perlu mengingatkan dia. Ketika pasangan berusaha untuk menyadari hal-hal yang disukai dari masing-masing pasangan tentang kepribadiannya--dan mengekspresikannya--hubungan mereka akan membaik," ujar John.

2. Jangan Lupa Berciuman
Terdengar aneh mungkin, tapi apa Anda kapan terakhir kali Anda dan suami berciuman dengan penuh gairah? Jika iya, Anda tak sendirian.

Penelitian menunjukkan satu dari lima pasangan menikah lama tidak berciuman, bahkan berminggu-minggu karena alasan kesibukan. Untuk itu, usahakan untuk mencium pasangan Anda setidaknya satu kali dalam sehari, ciuman yang intim, dan bukan hanya bertemu bibir untuk mengantarnya pergi ke kantor.

Universitas Arizona yang melakukan penelitian itu menemukan bahwa pasangan menikah yang sering berciuman bisa berkurang stresnya dan lebih puas dengan hubungan. Bahkan bisa mengurangi tingkat kolesterol. Mereka lebih banyak berolahraga, lebih sedikit adu argumentasi dan semakin mengerti satu sama lain.

3. Selamat Datang di Rumah!
Cara seseorang menyambut pasangannya setelah pergi berjauhan memiliki pengaruh yang besar dalam hubungan. Peneliti menemukan bahwa percakapan singkat antara pasangan yang telah terpisah, bahkan jika itu sangat singkat dapat memengaruhi stabilitas pernikahan.

Jika masing-masing pasangan terlihat senang melihat wajah satu sama lain setelah berjauhan, hubungan yang terjadi setelahnya bisa lebih kuat. Lain lagi jika sang istri ingin bercerita hal-hal yang terjadi dengan dirinya saat pergi, namun suami tak terlihat tertarik. Lalu suami mencoba mengatakan sesuatu tentang harinya, kemudian si istri yang gantian memberikan ekspresi tidak berminat mendengarkan, maka respon negatif itu akan terjadi terus-menerus dan membuat hubungan terasa hambar.

Untuk itu, tak ada salahnya untuk memasang ekspresi bahagia saat suami kembali ke rumah setelah hari melelahkan. Tak peduli betapa lelahnya atau jeleknya mood Anda hari itu, namun senyuman hangat akan mengantarkan Anda dan pasangan ke percakapan lainnya yang lebih menyenangkan.

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads